Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kasus Ikhtilath di Kabupaten Pidie: Tinjauan Terhadap Strategi Penyelesaian Hamdiyah
Jurnal Tahqiqa : Jurnal Pemikiran Hukum Islam Vol. 18 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61393/tahqiqa.v18i2.224

Abstract

The research method used to understand the mechanism of resolving cases of ikhtilath in Pidie District is qualitative research with direct data collection in the field. The results of the research show that cases of ikhtilath are not directly handled by the local village or sub-district authorities, but are handed over to the competent authorities because the perpetrators of ikhtilath often come from outside the area. This is done to ensure that the cases are resolved in accordance with the law and to deter the perpetrators and other members of the community. The mechanism for resolving cases of ikhtilath in Pidie District involves a legal process according to Qanun No. 6 of 2014. This process involves several parties, such as investigators, prosecutors, judges, and witnesses at the scene. Despite challenges such as limited resources and minimal budget, efforts are made to prevent ikhtilath through tighter security, family supervision, and community outreach. The sanctions imposed on perpetrators of ikhtilath are in accordance with existing regulations, but the lack of community participation in prevention and the shortage of PPNS investigators are inhibiting factors in handling these cases.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI PRA KONSEPSI DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA WANITA USIA SUBUR Nasrayanti; Wahyuni M, Sri; Fitri Jaya; Ishak Kenre; Hamdiyah
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.536

Abstract

Latar belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada wanita usia subur menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin. Pengetahuan tentang gizi prakonsepsi diyakini dapat memainkan peran penting dalam mencegah KEK. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang gizi prakonsepsi dan hubungannya dengan status KEK pada wanita usia subur di Puskesmas Sewo, Kabupaten Soppeng. Metode: Deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 73 responden wanita usia subur. Hasil: Pengetahuan gizi yang baik berhubungan dengan kesadaran dalam memilih makanan bergizi, yang dapat mengurangi risiko KEK. Pengetahuan yang cukup dan rendah menunjukkan peningkatan kejadian KEK, dengan 6,8% dan 5,5% wanita mengalami KEK pada masing-masing kategori. Dari total 73 responden, 15 (20,5%) mengalami KEK, sementara 58 (79,5%) tidak mengalami KEK. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan gizi memiliki hubungan signifikan dengan kejadian KEK, dengan p-value 0,05. Wanita dengan pengetahuan gizi yang baik memiliki proporsi KEK lebih rendah (8,2%) dibandingkan wanita dengan pengetahuan rendah yang seluruhnya mengalami KEK. Kesimpulan: Meskipun pengetahuan gizi penting, faktor sosial ekonomi seperti akses terhadap makanan bergizi juga berperan besar dalam menentukan status gizi wanita usia subur. Penelitian ini menyarankan pentingnya meningkatkan pengetahuan gizi melalui pendidikan dan penyuluhan untuk mencegah KEK pada wanita usia subur.
Hubungan Self Efficacy Terhadap Jenis Persalinan Pada Ibu Bersalin Dwi Indarwati Hakim; Hamdiyah; Suci Qardhawijayanti; Syahriani; St. Hasriani
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.496

Abstract

Penelitian ini fokus pada pentingnya keyakinan diri atau efikasi diri ibu dalam menghadapi proses persalinan, yang dapat mempengaruhi pengalaman dan hasil persalinan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 37 responden yang dipilih melalui teknik cosecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat efikasi diri dengan jenis pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan jenis kepuasan, dengan p value 0,0013 (<0,05). Dari 37 responden, 29 (78,4%) ibu memiliki self eficacy tinggi dan 19 (51,4%) ibu melahirkan secara normal. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan keyakinan diri atau efikasi diri ibu berpotensi meningkatkan kemungkinan persalinan normal