Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN GOOGLE DOCS UNTUK MENINGKATKAN KOLABORASI PENYUSUNAN RPP PADA SD 20 PALMERAH JAKARTA BARAT Anjani, Dewi; Novianti, Desi; Wear, Ali Sadikin
JE (Journal of Empowerment) Vol 2, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v2i1.1263

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan pembelajaran di kelas memerlukan persiapan yang matang, seperti merancang kegiatan yang akan dilakukan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bertujuan memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran.Sedangkan penyusunan dokumen RPP harus berkolaborasi antara 2-3 orang guru. Dalam kondisi pandemi ini pembuatan RPP sangat sulit karena media yang digunakan membuat RPP adalah media online. Seorang guru mengirimkan pekerjaannya ke guru atau karyawan lain untuk ditambahkan atau diedit. Guru lainnya kemudian akan melakukan hal yang sama; proses ini menyebabkan satu dokumen memiliki banyak nama file dan konten yang berbeda.Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah malaksankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengenalkan dan memberikan Pelatihan Aplikasi Kolaborasi Kerja Dalam Rangka Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembelajaran di SD 20 Pal Merah Jakarta Barat.Harapan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah pembelajaran dokumen dapat terlaksana tepat waktu dan memudahkan guru dan karyawan dalam membuat RPP dalam mengerjakan dokumen. ABSTRACTLesson Plan aims to make it easier to achieve learning objectives. Meanwhile, the preparation of RPP documents must collaborate between 2-3 teachers or employees. In this pandemic condition, makingLesson Plan is very difficult because the media used to make Lesson Plan is online media. A teacher will send his work to other teachers or employees to add or edit. The other teachers will then do the same; this process causes one document to have many different file names and contents. One solution to this problem is to hold community service activities that introduce and provide Work Collaboration Application Training in the Context of Preparing Learning Planning Documents at SD 20 Pal Merah. The hope of implementing this activity is that document learning can be carried out on time and make it easier for teachers and employees to create lesson plans in working on document.
Penerapan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Kualitas Kursus di LKP-KARYA PRIMA Tricahyo, Vion Age; Nuranisah; Khairunnisa; Ramadhany, Sri; Wear, Ali Sadikin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i2.135

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kursus melalui penerapan teknologi informasi di LKP-KARYA PRIMA. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran serta keterbatasan kompetensi digital instruktur dan peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan program, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Subjek kegiatan terdiri dari 25 peserta yang meliputi instruktur dan peserta kursus. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi digital peserta dengan rata-rata peningkatan sebesar 43%. Selain itu, tingkat kepuasan peserta mencapai 85% dan tingkat implementasi teknologi dalam pembelajaran mencapai 78%, yang menunjukkan bahwa seluruh indikator keberhasilan program telah tercapai. Dampak kegiatan meliputi peningkatan aspek kognitif, perubahan perilaku pembelajaran yang lebih interaktif, serta peningkatan potensi ekonomi lembaga melalui efisiensi dan perluasan jangkauan layanan. Dengan demikian, penerapan teknologi informasi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas kursus di LKP-KARYA PRIMA dan dapat menjadi model pengembangan bagi lembaga kursus lainnya.