Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Metode Bermain Peran Fitri Kumala
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 5, No 4 (2022): Februari 2022
Publisher : JURNAL GLOBAL EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to improve speaking skills through the role-playing method in class IX-1 students of SMP Negeri 2 Buntu Pane Satu Roof. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The research subjects were students of class IX-1 SMP Negeri 2 Buntu Pane One Roof, totaling 35 students. The object of research is speaking skill. Data collection methods used are observation, tests, and documentation. Cycle II role-playing action based on a drama script. Cycle II is more focused on linguistic aspects (pressure, speech, tone and rhythm) and non-linguistic aspects (fluency and mastery of the material) which are still lacking. Learning speaking skills through role-playing methods based on drama scripts shows an increase in students' speaking skills. The improvement is indicated by the results of the students' speaking skill scores. The increase that occurred was, the average value of the student's pre-action score was 75.46 which rose to 80.93, the second cycle evaluation value was 80.93 with a 97% completeness percentage. Keywords: role playing; speaking  Abstak: Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara melalui metode bermain peran pada siswa kelas IX-1 SMP Negeri 2 Buntu Pane Satu Atap. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah pada siswa kelas IX-1 SMP Negeri 2 Buntu Pane Satu Atap yang berjumlah 35 siswa. Objek penelitian adalah keterampilan berbicara. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Tindakan bermain peran siklus II berdasarkan naskah drama. Siklus II lebih difokuskan pada aspek kebahasaan (tekanan, ucapan, serta nada dan irama) dan aspek nonkebahasaan (kelancaran dan penguasaan materi) yang masih kurang. Pembelajaran keterampilan berbicara melalui metode bermain peran berdasarkan naskah drama menunjukkan peningkatan keterampilan berbicara siswa. Peningkatan ditunjukkan dengan hasil nilai keterampilan berbicara siswa. Peningkatan yang terjadi yaitu, nilai rata-rata nilai pratindakan siswa sebesar 75.46 naik menjadi  80.93, nilai evaluasi siklus II sebesar 80.93 dengan persentase ketuntasan 97%. Kata Kunci: bermain peran; berbicara
OLIGARKI DALAM DEMOKSARI INDONESIA MEMBUAT HUKUM SULIT DI TEGAKKAN Fitri Kumala; Rahmayuni, Rahmayuni; Ariska, Fitri; Dinata, Silfira
Jurnal Syntax Fusion Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v1i2.15

Abstract

Secara umum dari perspektif teoritik oligarki tidak sama dengan elit, perbedaannya adalah terletak pada sumber daya kekuasaan yang melandasi nya dan jangkauan kekuasaan. Sumber daya kekuasaannya yang berasal dari jabatan resmi, sedangkan sumberdaya kekuasaan oligarki adalah kekuasaan material.tidak semua elite merupakan oligarki dan juga sebaliknya. Ada beberapa alasan mengapa kita harus berkomitmen melalui oligarki sehingga tuntas. Oligarki akan menyebabkan nilai-nilai seperti persamaan, parsitipasi politik, keterbukaan, kebebasan, dll. Demokrasi yang terbajak oleh oligarki akan menyebabkan segenap kebijakan semata diserahkan pada pemenuhan kepentingan eksklusif para elit, pengusahaan. Hal ini menyebabkan demokrasi kesejahteraan rakyat menjadi tersendat. Sementara itu dalam kehidupan bermasyarakat hampir dimana ada mayoritas baik dalam agama, ekonomi, moral, politik, dll. Yang mayoritas sering mengalami penderitaan karena tertekan oleh pihak mayoritas. Dan hubungan antara kaum mayoritas-minoritas sering menimbulkan konflik sosial yang tidak bersahabat. Hal ini disebabkan adanya perilaku diskriminatif yang muncul karena menganggap klompok lain sebagai out-group yang merupakan lawan bagi mereka terutama bagi kaum minoritas yang di anggap asing oleh kaum mayoritas.