Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERUBAHAN PERILAKU KOMUNIKASI KARYAWAN DISAAT MENJALANKAN PHYSICAL DISTANCING SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KOTA BANDUNG Maeskina, Mega Mutia; Hidayat, Dasrun
Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/linimasa.v4i1.3268

Abstract

ABSTRAK Indonesia saat ini adalah salah satu negara yang terpapar virus COVID-19. Physical distancing merupakan kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah kepada masyarakat agar virus COVID-19 tidak menyebar lebih luas lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan perilaku komunikasi karyawan disaat menjalankan physical distancing selama pandemi COVID-19 di Kota Bandung. Dengan adanya kebijakan untuk wajib melakukan physical distancing, artinya masyarakat melakukan kebiasaan berkomunikasi yang berbeda dari biasanya. Bahwasannya kita mengetahui bahwa masyarakat Kota Bandung memiliki kebiasaan bersalaman dan berkumpul. Metode penilitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi etnografi komunikasi dengan pendekatan kualitatif. Dalam menentukan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian menemukan adanya perubahan perilaku komunikasi saat melakukan physical distancing, yaitu sebelum adanya kebijakan physical distancing karyawan selalu melakukan salaman saat bertegur sapa, namun saat adanya kebijakan physical distancing karyawan tidak lagi melakukan tegur sapa dengan bersalaman namun hanya sekedar tegur sapa melalui verbal. Hasil penelitian juga menemukan perubahan, biasanya karyawan muda selalu berkumpul setelah pulang bekerja, namun setelah adanya kebijakan physical distancing karyawan tidak dapat lagi berkumpul seperti biasanya dengan rekan-rekannya. ABSTRACT Indonesia is currently one of the countries exposed to the virus COVID-19. Physical distancing is a policy imposed by the Government to the public so that the virus COVID-19 does not spread more broadly. The purpose of this research is to know how to change the communication behavior of employees while conducting physical distancing during the COVID-19 pandemic in Bandung. With the existence of a policy, means that community is doing the different things than usual. We know that the people of Bandung City has a habit of shaking hands and gathering. The research method used in this study is the ethnographic study of communication with a qualitative approach. In determining the informant, the researcher uses purposive sampling technique with the criteria already determined by the researcher. The results of the study found that there was a change in communication behavior when doing physical distancing. For instance, before the policy exist employees always do the hand shake with the other employees, but when the policy exist employee is no longer doing a hand shake but only a kind of greetings through verbal. The results of the study also found a change, typically young employees always gathered after work, but after the policy exist employees can no longer gather as usual with the collegue.
Budaya Kerja Kol Management: Studi Etnografi Komunikasi Maeskina, Mega Mutia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63995

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami konstruksi budaya kerja dalam manajemen KOL sebagai praktik komunikasi yang berkembang dalam ekosistem pemasaran digital di Indonesia. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digunakan untuk menangkap pengalaman, interaksi, dan makna yang dibangun oleh para aktor di dalamnya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spesialis KOL bertindak sebagai mediator strategis yang menjembatani kepentingan brand dan KOL. Peran ini mendorong pembentukan pola komunikasi adaptif yang memungkinkan negosiasi berkelanjutan dalam proses kerja. Dinamika ini memunculkan norma kerja fleksibel yang tetap berorientasi pada profesionalisme dan pencapaian target. Kepercayaan adalah fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan hubungan kerja dan menentukan keberhasilan kampanye. Temuan ini menegaskan bahwa budaya kerja manajemen KOL tidak hanya dibentuk oleh sistem kerja digital, tetapi juga oleh praktik komunikasi yang mampu menyeimbangkan fleksibilitas dan tanggung jawab profesional. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya studi komunikasi organisasi dalam konteks industri digital sekaligus memberikan pemahaman empiris tentang transformasi budaya kerja dalam profesi berbasis platform.
IPPAR Model Pendekatan Content creator Dalam Mempertahankan Reputasi Di Media Snack Video Maeskina, Mega Mutia; Hidayat, Dasrun; Maharani, Iris Fatia
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 5 No. 2. December (2021): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v5i2.14624

Abstract

Maintaining views is a huge responsibility for content creators as it is related to reputation. A successful content creator always attempts to maintain views at minimum viral views. This study aims to investigate the communication behavior of content creators in designing content and how to keep views at a minimum viral view of 5,000 views on Snack Video. This study used an ethnographic study of public relations with the IPPAR analysis model (Insight, Strategic Program, Implementation Program, Action, and Reputation) with a qualitative approach. The results of this study show that 1. Content creators performed phases in designing content by analyzing a situation, building concepts, creating content, and evaluating content in communication behavior, 2. Content creators acted consistently, have genuine ideas, followed viral content, and interacted with the audience in maintaining views. In designing content and maintaining views is related to the reputation and selling value of content creators, so the impact obtained by content creators is support through followers, messages, likes, views, shares, fanbase, and comments from the audience.