Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengelolaan Life Skill Dalam Pengembangan Motivasi Belajar Siswa Melalui Bimbingan Konseling SMK Siliwangi Mandiri Bogor Ariadi; Wahyu Ningsih; Muhammad Miftahudin; Deden Hidayatul Miftahudin
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out how life skills are managed in an effort to develop student learning motivation. Through the observation method, this research concludes that the management of life skills carried out in the context of developing students' learning motivation is an effort to develop the talents possessed by students, the aim is to build students' learning motivation, not only that, the other aim is to hone students' abilities to preparation for the future when the student has graduated from school and immediately wants to work or open a business. Managing life skills requires special attention so that it can support students' academic achievement which requires cooperation between teachers and parents in managing students' life skills. Managing students' life skills in learning activities can help students' academic side which includes cognitive, affective and psychomotor. Life skills management is also a form of positive development for students. The life skills that students themselves are very interested in are sewing, make-up, skills and cooking
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI ISOLAT BAKTERI TANAH RHIZOSFER TUMBUHAN MANGROVE API-API (Avicennia marina) DI DESA DATA KABUPATEN PINRANG Rusman; Ariadi
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.223

Abstract

Mangrove memiliki peranan penting dalam penyediaan komponen makanan yang sangat kompleks dan potensial bagi mikroorganisme terutama di daerah rhizosfer karena dipengaruhi oleh eksudat yang dikeluarkan akar sebagai nutrisi bagi mikroorganisme itu sendiri. Jenis mikroorganisme di rhizosfer sangat melimpah dan jumlahnya berkurang seiring bertambahnya jarak dari akar tumbuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya isolat bakteri dari tanah rhizosfer tumbuhan mangrove api-api (Avicennia marina) yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan adalah metode pengenceran menggunakan media nutrient agar, fermentasi dilakukan selama 74 jam menggunakan media nutrient broth dan uji aktivitas menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 isolat yang di uji hanya ada 3 isolat yang memiliki aktivitas antibakteri. Isoalat bakteri yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Escherichia coli adalah isolat dengan kode BTRM 03 memiliki zona hambat 9,97 mm, BTRM 05 dengan zona hambat 12,88 mm dan BTRM 06 dengan zona hambat 11,04 mm. Bakteri uji Staphylococcus aureus adalah isolat dengan kode BTRM 03 dengan zona hambat 12,24 mm, BTRM 05 dengan zona hambat 13,92 mm dan BTRM 06 dengan zona hambat 7,88 mm. Isolat bakteri dari tumbuhan mangrove api-api (Avicennia marina) terdapat 3 isolat bakteri yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Peningkatan Pemahaman Konsep Sifat-Sifat Bangun Datar Dengan Metode Guided Discovery Learning di Kelas III SDN Sananwetan 2 Kota Blitar Ariadi
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.59

Abstract

In learning mathematics, the teacher provides opportunities for students to carry out activities of finding and investigating patterns and to determine relationships. Activities can be carried out through experiments to find sequences, differences, comparisons, groupings, and so on and provide opportunities for students to find relationships between understanding one another. In fact, the Mathematics learning material on the Characteristics of Flat Shapes which was carried out in class III SDN Sananwetan 2 did not appear to have carried out activities related to investigation and discovery. This can be seen from the learning outcomes obtained by class III students, namely from 25 students who achieved completeness only 7 students or 28%. In this case the teacher must conduct a classroom action research so that students get the expected results. The research was conducted using a learning method, namely Guided Discovery Learning, which is a method where in the teaching and learning process the teacher allows students to find information for themselves without being told or lectured, and the teacher acts as a facilitator.
Dakwah Multikultural di Era Digital: Membingkai Keragaman dalam Algoritma Media Sosial Ariadi; Mahmuddin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the concept and implementation of multicultural da’wah within the digital era, focusing on the dynamics of social media as a new arena for spreading Islamic values. The transformation of communication patterns due to technological advancement requires an adaptive approach to the cultural and social diversity of society. This research employs a descriptive qualitative method using a library research approach, analyzing relevant literature on Islamic propagation, multiculturalism, and digital communication. The results reveal that multicultural da’wah on social media functions not only as a means of religious dissemination but also as a medium for social reconciliation that strengthens tolerance and religious moderation. Effective strategies include the utilization of social media algorithms, inclusive message packaging, and cross-community collaboration. The main challenges identified involve misinformation, hate speech, and algorithmic bias. Therefore, strengthening digital religious literacy and Islamic communication ethics is essential to ensure that da’wah remains relevant, humanistic, and peaceful amid the complexity of the digital world Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi dakwah multikultural dalam konteks era digital, dengan menyoroti dinamika media sosial sebagai ruang baru penyebaran nilai-nilai keislaman. Perubahan pola komunikasi akibat perkembangan teknologi informasi menuntut adanya pendekatan dakwah yang adaptif terhadap keberagaman budaya dan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur yang relevan tentang dakwah, multikulturalisme, dan komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah multikultural di media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran ajaran Islam, tetapi juga sebagai instrumen rekonsiliasi sosial yang memperkuat nilai toleransi dan moderasi beragama. Strategi efektif yang ditemukan meliputi pemanfaatan algoritma media sosial, pengemasan pesan yang inklusif, dan kolaborasi lintas komunitas. Adapun tantangan utama dakwah di ruang digital meliputi penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, dan bias algoritmik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital keagamaan dan etika komunikasi Islam agar dakwah tetap relevan, humanis, dan menyejukkan di tengah kompleksitas dunia digital.
Dakwah Multikultural di Era Digital: Membingkai Keragaman dalam Algoritma Media Sosial Ariadi; Mahmuddin
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the concept and implementation of multicultural da’wah within the digital era, focusing on the dynamics of social media as a new arena for spreading Islamic values. The transformation of communication patterns due to technological advancement requires an adaptive approach to the cultural and social diversity of society. This research employs a descriptive qualitative method using a library research approach, analyzing relevant literature on Islamic propagation, multiculturalism, and digital communication. The results reveal that multicultural da’wah on social media functions not only as a means of religious dissemination but also as a medium for social reconciliation that strengthens tolerance and religious moderation. Effective strategies include the utilization of social media algorithms, inclusive message packaging, and cross-community collaboration. The main challenges identified involve misinformation, hate speech, and algorithmic bias. Therefore, strengthening digital religious literacy and Islamic communication ethics is essential to ensure that da’wah remains relevant, humanistic, and peaceful amid the complexity of the digital world Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi dakwah multikultural dalam konteks era digital, dengan menyoroti dinamika media sosial sebagai ruang baru penyebaran nilai-nilai keislaman. Perubahan pola komunikasi akibat perkembangan teknologi informasi menuntut adanya pendekatan dakwah yang adaptif terhadap keberagaman budaya dan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur yang relevan tentang dakwah, multikulturalisme, dan komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah multikultural di media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran ajaran Islam, tetapi juga sebagai instrumen rekonsiliasi sosial yang memperkuat nilai toleransi dan moderasi beragama. Strategi efektif yang ditemukan meliputi pemanfaatan algoritma media sosial, pengemasan pesan yang inklusif, dan kolaborasi lintas komunitas. Adapun tantangan utama dakwah di ruang digital meliputi penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, dan bias algoritmik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital keagamaan dan etika komunikasi Islam agar dakwah tetap relevan, humanis, dan menyejukkan di tengah kompleksitas dunia digital.
Tranformasi Dakwah Melalui Media Sosial di Yayasan Khadimul Ummah Kajang Kabupaten Bulukumba Ariadi; Firdaus Muhammad; Hamriani
Jurnal Diskursus Islam Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Diskursus Islam
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the transformation of da’wah through the use of social media at the Khadimul Ummah Foundation in Kajang, Bulukumba Regency, as a response to developments in digital technology. The research approach employs a descriptive qualitative method with a sociological perspective, utilizing observation, interviews, and documentation. The results indicate that the foundation has developed a hybrid da’wah model that combines traditional methods with social media platforms such as Instagram, Facebook, YouTube, and TikTok. The use of digital platforms has expanded the reach of da’wah, increased interaction with the community, and strengthened the image of the Islamic educational institution. Dakwah content is presented in the form of short videos, motivational messages, and documentation of religious activities. Despite facing limitations in human resources and facilities, digital dakwah remains effective through internal collaboration. This transformation demonstrates the pesantren’s strategic adaptation to the digital era without abandoning the traditional values of Islamic dakwah.