Sary, Yessy Nur Endah
STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan, Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN KEPADA NENEK PENGASUH DALAM MENCEGAH STUNTING ANAK USIA 36 BULAN DI DAERAH PESISIR PANTAI Sary, Yessy Nur Endah
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v5i2.1442

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama sebagai akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang dibutuhkan. Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan pre test post test two group design, dilakukan pada bulan Januari sampai Ferbuari 2020 di Kecamatan yang berada pada daerah pesisir Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah nenek pengasuh balita stunting (usia balita 36 bulan) oleh tenaga kesehatan, bisa baca tulis, balita dengan orang tua bekerja di luar daerah yaitu sebanyak 69 nenek pengasuh dan balita yang diasuhnya. Menggunakan simple random sampling. Sampel dalam penelitian 42 nenek pengasuh dan 42 balita yang diasuhnya. Penelitian menggunakan lembar observasi untuk mengukur berat badan dan tinggi badan anak sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan. Kuesioner digunakan untuk mengukur data sosiodemografi nenek pengasuh yang meliputi umur, pendidikan terakhir, makanan yang diberikan kepada balita. Leaflet dibagikan kepada nenek pengasuh sebagai alat bantu selama pendidikan kesehatan tentang pencegahan stunting berlangsung. Analisis data penelitian menggunakan wilcoxon match paired test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P value (0,00) < α (0,05) artinya ada perubahan atau kenaikan berat badan dan tinggi badan anak usia 36 bulan sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tentang pencegahan stunting yang diberikan kepada nenek pengasuh efektif untuk meningkatkan berat dan tinggi badan anak usia 36 bulan di aderah pesisir Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
PENDEKATAN DENGAN KOMUNIKASI EFEKTIF TERHADAP KONSUMSI BUAH DAN SAYUR ANAK PRASEKOLAH (3-6 Tahun) BERDASARKAN TRANS TEORETHICAL MODEL sary, yessy nur endah
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v6i2.2503

Abstract

The low consumption of fruits and vegetables in preschool children can cause chronic diseases, lower immunity and digestive disorders in preschool children. The purpose of this study was to analyze the effect of effective communication on fruit and vegetable consumption of preschool children based on the transtheoritical model. This is a research with a quasi-experimental design. The measuring instrument used in the study is a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The questionnaire contains the daily consumption of fruits and vegetables, a checklist of effective communication steps for mothers, questionnaires for pre-countemplation, countemplation, preparation, action, maintenance stages. The sampling technique used is simple random sampling. The sample in the study was 15 people. Data analysis used the Independent Sample T Test. The results showed that the average obtained was 3.82. The pre-test post-test gain value on Equal Variences assumed obtained a significance value of 0.003 (<0.05) so it can be concluded that there is a difference in the mean pre-test post-test so that there is a positive effect of the intervention on daily fruit and vegetable consumption. Table 4 above informs that all respondents (100%) entered the pre-countemplation stage, as many as 14 respondents (93.3%) went through the countemplation, preparation and action stages, and only 13 respondents (86.6%) reached the stage maintenance because 1 respondent (6.6%) had a relapse. The conclusion of this study is that effective communication affects vegetable consumption and preschool children based on the transtheoritical model.
PENDIDIKAN KESEHATAN KEPADA NENEK PENGASUH DALAM MENCEGAH STUNTING ANAK USIA 36 BULAN DI DAERAH PESISIR PANTAI Sary, Yessy Nur Endah
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v5i2.1442

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama sebagai akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang dibutuhkan. Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan pre test post test two group design, dilakukan pada bulan Januari sampai Ferbuari 2020 di Kecamatan yang berada pada daerah pesisir Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah nenek pengasuh balita stunting (usia balita 36 bulan) oleh tenaga kesehatan, bisa baca tulis, balita dengan orang tua bekerja di luar daerah yaitu sebanyak 69 nenek pengasuh dan balita yang diasuhnya. Menggunakan simple random sampling. Sampel dalam penelitian 42 nenek pengasuh dan 42 balita yang diasuhnya. Penelitian menggunakan lembar observasi untuk mengukur berat badan dan tinggi badan anak sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan. Kuesioner digunakan untuk mengukur data sosiodemografi nenek pengasuh yang meliputi umur, pendidikan terakhir, makanan yang diberikan kepada balita. Leaflet dibagikan kepada nenek pengasuh sebagai alat bantu selama pendidikan kesehatan tentang pencegahan stunting berlangsung. Analisis data penelitian menggunakan wilcoxon match paired test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P value (0,00) < α (0,05) artinya ada perubahan atau kenaikan berat badan dan tinggi badan anak usia 36 bulan sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tentang pencegahan stunting yang diberikan kepada nenek pengasuh efektif untuk meningkatkan berat dan tinggi badan anak usia 36 bulan di aderah pesisir Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
PENDEKATAN DENGAN KOMUNIKASI EFEKTIF TERHADAP KONSUMSI BUAH DAN SAYUR ANAK PRASEKOLAH (3-6 Tahun) BERDASARKAN TRANS TEORETHICAL MODEL sary, yessy nur endah
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v6i2.2503

Abstract

The low consumption of fruits and vegetables in preschool children can cause chronic diseases, lower immunity and digestive disorders in preschool children. The purpose of this study was to analyze the effect of effective communication on fruit and vegetable consumption of preschool children based on the transtheoritical model. This is a research with a quasi-experimental design. The measuring instrument used in the study is a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The questionnaire contains the daily consumption of fruits and vegetables, a checklist of effective communication steps for mothers, questionnaires for pre-countemplation, countemplation, preparation, action, maintenance stages. The sampling technique used is simple random sampling. The sample in the study was 15 people. Data analysis used the Independent Sample T Test. The results showed that the average obtained was 3.82. The pre-test post-test gain value on Equal Variences assumed obtained a significance value of 0.003 (<0.05) so it can be concluded that there is a difference in the mean pre-test post-test so that there is a positive effect of the intervention on daily fruit and vegetable consumption. Table 4 above informs that all respondents (100%) entered the pre-countemplation stage, as many as 14 respondents (93.3%) went through the countemplation, preparation and action stages, and only 13 respondents (86.6%) reached the stage maintenance because 1 respondent (6.6%) had a relapse. The conclusion of this study is that effective communication affects vegetable consumption and preschool children based on the transtheoritical model.