Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama sebagai akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang dibutuhkan. Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan pre test post test two group design, dilakukan pada bulan Januari sampai Ferbuari 2020 di Kecamatan yang berada pada daerah pesisir Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah nenek pengasuh balita stunting (usia balita 36 bulan) oleh tenaga kesehatan, bisa baca tulis, balita dengan orang tua bekerja di luar daerah yaitu sebanyak 69 nenek pengasuh dan balita yang diasuhnya. Menggunakan simple random sampling. Sampel dalam penelitian 42 nenek pengasuh dan 42 balita yang diasuhnya. Penelitian menggunakan lembar observasi untuk mengukur berat badan dan tinggi badan anak sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan. Kuesioner digunakan untuk mengukur data sosiodemografi nenek pengasuh yang meliputi umur, pendidikan terakhir, makanan yang diberikan kepada balita. Leaflet dibagikan kepada nenek pengasuh sebagai alat bantu selama pendidikan kesehatan tentang pencegahan stunting berlangsung. Analisis data penelitian menggunakan wilcoxon match paired test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P value (0,00) < α (0,05) artinya ada perubahan atau kenaikan berat badan dan tinggi badan anak usia 36 bulan sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tentang pencegahan stunting yang diberikan kepada nenek pengasuh efektif untuk meningkatkan berat dan tinggi badan anak usia 36 bulan di aderah pesisir Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
Copyrights © 2020