Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) UMKM Batik Khaman dalam Meningkatkan Brand Awareness di Era Digital Puspitasari, Intan Bela; Akhyar, Taufik; Setiawan, Muhamad Arif
J-IKA Vol. 13 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jika.v13i1.12519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Integrated Marketing Communication (IMC) pada UMKM Batik Khaman dalam meningkatkan brand awareness di era digital. Fenomena yang terjadi menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital telah digunakan secara luas oleh UMKM, namun belum sepenuhnya diintegrasikan dengan strategi komunikasi pemasaran secara menyeluruh. Penelitian sebelumnya cenderung berfokus pada praktik digital marketing secara umum, sementara kajian mengenai integrasi antara komunikasi daring (online) dan luring (offline), khususnya pada UMKM berbasis budaya lokal, masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengelola Batik Khaman. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi IMC diterapkan melalui integrasi media digital seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp dengan komunikasi langsung melalui kegiatan bazar dan pameran. Integrasi ini mencerminkan konsistensi pesan (consistency) dan sinergi komunikasi (synergy) dalam membangun brand awareness. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian komunikasi pemasaran dengan menegaskan pentingnya integrasi komunikasi digital dan experiential marketing dalam konteks UMKM berbasis budaya lokal guna meningkatkan efektivitas komunikasi pemasaran
Urgensi Pemilih Millenial dalam Pengawasan Pemilu 2024 Setiawan, Muhamad Arif; Meladiah, Rahmah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5781

Abstract

Elections are a process of changing the leadership relay that is routinely carried out in a democratic country, the result of elections is to give birth to leaders who have been elected by the people who exercise their right to vote when elections are held. In the current modern era, elections in Indonesia are decorated by the majority of millennial voters in its implementation, millennial voters have an active tendency when participating in elections, millennial voters also have the potential to have more enthusiasm when making their choices. But of all the stories about the election, supervision is one thing that cannot be forgotten, millennial voters must also take a role in monitoring it, because intense and maximum supervision will make the election clean. Seeing the potential possessed by millennial voters, we must maximize the urgency of millennial voters in supervising the upcoming 2024 elections. If you look at the current phenomenon with the widespread use of media as the main instrument in life activities, millennial voters can take advantage of the potential of digital media to carry out surveillance if there are forms of election violations that occur in the field. Millennial voters can make big moves through their media by making the fraudulent acts viral and taking advantage of the facilities provided by Bawaslu through the election monitoring application.