Ridwan, Indra
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktivasi Subang sebagai Habitat Ekosistem Angklung Ragam Laras: Studi Kasus pada Sanggar Toléater | Activation of Subang as an Ecosystem Habitat for Angklung Ragam Laras: A Case Study of Sanggar Toléater Irawan, Endah; Ridwan, Indra; sentosa, Gempur; Sudrajat, Mustika Iman Zakaria; Karwati, Uus; Sutanto, Toni Setiawan
GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Penerbitan LPPMPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jurnalsenikarawitan.v4i4.4522

Abstract

After the establishment of Angklung as a world cultural heritage by UNESCO, there are consequences for Indonesia to protect, develop, utilize, and foster the life of Angklung. One of the efforts to face these consequences is to activate the angklung ecosystem in Subang Regency as a development effort so that angklung as a world heritage can maintain its existence. This research uses an experimental approach by providing training to Sanggar Toleater through a process of socialization, data collection, and work training in an art governance workshop, which ends with an evaluation; it is hoped that with this approach, this research and experimentation can protect the life of angklung that lives sustainably.
Aktivasi Subang sebagai Habitat Ekosistem Angklung Ragam Laras: Studi Kasus pada Sanggar Toléater | Activation of Subang as an Ecosystem Habitat for Angklung Ragam Laras: A Case Study of Sanggar Toléater Irawan, Endah; Ridwan, Indra; sentosa, Gempur; Sudrajat, Mustika Iman Zakaria; Karwati, Uus; Sutanto, Toni Setiawan
GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Penerbitan LPPMPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jurnalsenikarawitan.v4i4.4522

Abstract

After the establishment of Angklung as a world cultural heritage by UNESCO, there are consequences for Indonesia to protect, develop, utilize, and foster the life of Angklung. One of the efforts to face these consequences is to activate the angklung ecosystem in Subang Regency as a development effort so that angklung as a world heritage can maintain its existence. This research uses an experimental approach by providing training to Sanggar Toleater through a process of socialization, data collection, and work training in an art governance workshop, which ends with an evaluation; it is hoped that with this approach, this research and experimentation can protect the life of angklung that lives sustainably.
TINJAUAN KOMPARATIF LAGU “PAPATET” GAYA BOJONGHERANGAN DENGAN GAYA PASARBARUAN DALAM TEMBANG SUNDA CIANJURAN Dzikriawan, Dika; Herdini, Heri; Ridwan, Indra; Widyaningsih, Aloysia Yuliana Yanuartri
Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 14 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sorai.v14i2.4091

Abstract

Tulisan ini merupakan tinjauan komparatif lagu “Papatet” gaya Bojongherangan dengan Pasarbaruan atau Kauman. Sejauh ini, belum banyak orang yang mengetahui perbedaan dari kedua gaya tersebut. Untuk mengetahui perbedaannya, maka dua lagu tersebut akan dikomparasikan dengan cara dianalisis secara musikal dilihat dari struktur dongkari. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa penggunaan dongkari pada gaya bojongherangan lebih sederhana dibandingkan dengan gaya pasarbaruan. Penggunaan dongkari pada setiap gaya cukup mencerminkan identitas dan karakter sesuai dengan kedua gaya tersebut. Hal ini menjadi sebuah kerja dokumentasi guna pelindungan dan pelestarian budaya khususnya pada gaya bojongherangan yang kini hampir mengalami kepunahan. Kata kunci: Gaya bojongherangan, Gaya pasarbaruan, Tembang Sunda Cianjuran, dan Dongkari.