Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGUATAN KESANTUNAN REMAJA DALAM BERKOMUNIKASI PADA ERA DIGITAL Mustika, Sri; Corliana, Tellys; Tiara, Andys; Arifin, Syaadiah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4952-4963

Abstract

Kondisi remaja yang saat ini tengah bergerak ke arah yang semakin maju dan modern melahirkan konsekuensi-konsekuensi tertentu yang berkaitan dengan nilai dan moral dalam berkomunikasi, salah satunya ialah kesantunan. Para santri yang tinggal di Yayasan Daarul Rahman (YDR) dipilih sebagai mitra dalam kegiatan ini, selain mayoritas santri adalah remaja, suatu Yayasan juga memiliki tanggung jawab atas pembentukan karakter dan nilai-nilai moral para santri. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan dan pemahaman mengenai kesantunan dalam berkomunikasi agar para santri dapat menjadi komunikator andal pada era digital. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukuan dengan beberapa tahapan, yaitu analisis situasi, perencanaan dan solusi, dan penyuluhan atau implementasi kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukan dapat membantu para santri merasa lebih percaya diri dan terampil dalam berinteraksi dengan orang lain di lingkungan yang lebih luas baik secara tatap muka maupun didalam jaringan. Peserta meyakini bahwa menyela pembicaraan bukan bagian dari perilaku santun dalam komunikasi apalagi jika dilakukan terhadap orang yang lebih tua, dan mengucapkan terima kasih harus dilakukan pada siapapun yang membantu. Secara digital peserta juga memahami bahwa menghargai orang lain merupakan bagian dari kesantunan, dan yang paling utama ialah menjaga identitas diri dengan tidak mengumbar informasi pribadi.
SOCIAL CAMPAIGN TO PREVENT ONLINE GAMBLING AMONG WOMEN Karomah, Intan; Mustiawan, Mustiawan; Corliana, Tellys
JURNAL SOCIUS Vol 14, No 1 (2025): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/js.v14i1.22267

Abstract

This study aims to analyze the social campaign strategy implemented by the West Jakarta Department of Empowerment, Child Protection, and Population Control (DPPAPP) in increasing women's awareness of the dangers of online gambling. Online gambling is a rapidly growing phenomenon in Indonesia and has significant negative impacts on women, such as financial, psychological, and social pressures. This study uses a descriptive method with a qualitative approach, relying on primary data from in-depth interviews and observations, as well as secondary data from documentation of campaign activities. The results of the study show that the DPPAPP campaign focuses on digital literacy education, financial literacy, and women's economic empowerment. This campaign has proven effective in increasing participants' understanding of the risks of online gambling. However, obstacles were found such as limited access to information for vulnerable women. The study concludes that collaboration between the government and civil society is essential to expand the reach of the campaign and ensure that women have adequate knowledge and skills to protect themselves and their families from the negative impacts of online gambling.
MITOS MODERN DI BALIK FITUR PAY LATER: KAJIAN SEMIOTIK PERILAKU KONSUMTIF MASYARAKAT KOTA Putri, Yotti Amanda; Wahdiyati, Dini; Corliana, Tellys
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v6i2.22052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mitos perilaku konsumtif masyarakat perkotaan yang direpresentasikan dalam series Pay Later, menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotatif, konotatif, dan mitos. Dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan kajian literatur, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana teknologi media mempengaruhi pola konsumsi masyarakat, serta bagaimana tanda dan simbol dalam series ini membentuk konstruksi sosial tentang konsumtivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan informan utama, yaitu penulis cerita series Pay Later, untuk memahami tujuan dan representasi konsumtif dalam narasi. Selain itu, observasi terhadap adegan dalam series dan kajian literatur digunakan untuk memperkuat analisis konsep konsumtivisme dan mitos dalam media. Dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana media menciptakan dan mereproduksi makna konsumtif dalam kehidupan masyarakat urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa series Pay Later mencerminkan perilaku konsumtif yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi media, mendorong masyarakat untuk mengikuti tren tetapi sekaligus menghadapi tantangan dalam pengendalian diri. Series ini tidak hanya menyampaikan kritik sosial terhadap pola konsumsi digital tetapi juga menggambarkan dilema masyarakat dalam mengelola konsumsi secara lebih bijaksana di tengah perkembangan teknologi.
Kepuasan Followers Akun X @KDRAMA_MENFESS terhadap Film "My Annoying Brother" Versi Korea Selatan dan Indonesia Karisga, Aminatuzzuhria; Mustika, Sri; Corliana, Tellys
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jimik.v6i2.1390

Abstract

Indonesian people's high interest in South Korea Selatann films and dramas has encouraged local production houses to remake South Korea Selatann box office films, one of which is My Annoying Brother. This study aims to analyze and compare the level of audience satisfaction with the South Korea Selatann version and the Indonesian version based on the Uses and Gratifications theory. The method used is a quantitative approach with a survey of 385 respondents who are followers of the @kdrama_menfess account, which was selected using a purposive sampling technique based on the Lemeshow formula (with a margin of error of 5% and a confidence level of 95%). Data was collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using SPSS with the Wilcoxon Signed Rank test. The results showed that the majority of respondents (83.9%) were more satisfied with the South Korea Selatann version, especially on the emotional aspect, with the highest score on the affective indicator (GO = 13.48). This finding was supported by the significant difference (Z = -14.984; p < 0.001) between the two versions. Comparative analysis also revealed that 21-25 year olds respondents showed a stronger preference for the Korea Selatann version than other groups. The Indonesian version was appreciated for its local cultural adaptation efforts, but lacked in presenting deep emotional intensity, especially in the key scene of the brother-sister relationship. This study suggests more contextualized cultural adaptation strategies, such as the selection of actors who fit the emotional character and the reinforcement of local narratives.The implication is that production houses can consider affective factors and character identification when adapting foreign films to meet the emotional expectations of local audiences.
Representation of Masculinity in the Character Kiriko in the Film The Boy and the Heron (Roland Barthes' Semiotic Analysis) Sugara, Rangga; Mustika, Sri; Corliana, Tellys
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 3 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i3.9031

Abstract

This study examines the representation of masculinity within the female body through the character Kiriko in The Boy and the Heron (2023), directed by Hayao Miyazaki. Using Jo Ann Arinder’s feminist theory, the research highlights how Kiriko embodies masculine traits such as physical strength, courage, and leadership that are traditionally associated with men in gender constructions. Through a qualitative approach and narrative analysis of visuals and dialogue, the study reveals that Kiriko serves as a symbol of resistance against the stereotype of passive and weak women. She appears as a nurturing figure who also protects and leads, thereby blurring the boundaries between masculinity and femininity. These findings affirm that gender representation in animation can be fluid, creating space for new interpretations of female identity in popular media. The study also illustrates how Studio Ghibli consistently presents complex and strong female characters, while promoting values oriented toward social change in its visual storytelling.
Akomodasi Komunikasi Antar Budaya Pada Program JaLan MaPan MSIB Batch 7 Hidayat, Muhammad Alvi; Corliana, Tellys; Mustika, Sri
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v9i2.24598

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi akomodasi komunikasi antarbudaya dalam Program JaLan MaPan, yang melibatkan interaksi antara Kelompok Tani Hutan (KTH) dan pendamping Perhutanan Sosial di Dusun Bontorannu, Kabupaten Gowa. Menggunakan pendekatan kualitatif dan teori Akomodasi Komunikasi (Communication Accommodation Theory - CAT) dari Howard Giles, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana perbedaan bahasa dan budaya pada awalnya menciptakan hambatan dalam komunikasi, terutama penggunaan bahasa Konjo oleh masyarakat setempat. Namun, seiring berjalannya waktu dan meningkatnya frekuensi interaksi, terjadi proses konvergensi di mana kedua belah pihak mulai menyesuaikan gaya komunikasi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamping dan masyarakat lokal saling belajar untuk menghargai perbedaan budaya, sehingga menciptakan komunikasi yang lebih inklusif dan membangun kepercayaan. Penelitian ini menekankan pentingnya adaptasi dalam komunikasi antar budaya dan menyoroti bahwa keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pencapaian tujuan praktis, tetapi juga dari terciptanya ikatan sosial yang kuat, yang mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Komunikasi Resiliensi Ibu Tunggal dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Hakikoh, Heka Rizky; Hariyati, Farida; Corliana, Tellys
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2552

Abstract

Being a single mother is a challenging reality that demands extraordinary resilience in facing various psychological, social, and economic pressures while adapting to new life circumstances. It is not easy for single mothers to remain strong in the face of life's challenges, as they must confront numerous pressures and difficult situations that require them to adapt. This condition makes resilience a highly necessary quality, yet one that is not easily attained by single mothers. Based on these issues, this study aims to understand how the three participants build their resilience after their divorces. Using a qualitative phenomenological approach, the researcher collected data through direct interviews, observations, and supporting documents. The findings reveal similar patterns among the three participants, showing that they successfully developed a more positive outlook on life, particularly through their work activities. Employment became an important means for them to rebuild their lives after divorce. Abstrak Menjadi ibu tunggal merupakan realitas yang menantang, menuntut ketahanan luar biasa dalam menghadapi beragam tekanan psikologis, sosial, dan ekonomi sambil beradaptasi dengan situasi hidup yang baru. Tidak mudah bagi ibu tunggal untuk tetap tangguh menghadapi tantangan hidup, mengingat mereka harus berhadapan dengan berbagai tekanan dan situasi sulit yang mengharuskan mereka beradaptasi. Kondisi ini menjadikan resiliensi sebagai kualitas yang sangat dibutuhkan namun tidak mudah dicapai oleh para ibu tunggal. Berdasarkan permasalahan, penelitian ini bertujuan memahami bagaimana kelima partisipan membangun ketahanan diri setelah perceraian mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara langsung, pengamatan, dan dokumen pendukung. Temuan penelitian mengungkapkan pola yang serupa di antara kelima partisipan, di mana mereka berhasil mengembangkan pandangan hidup yang lebih positif terutama melalui aktivitas pekerjaan. Proses bekerja menjadi sarana penting bagi mereka dalam membangun kembali kehidupan pasca perceraian.
Komunikasi Resiliensi Ibu Tunggal dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Hakikoh, Heka Rizky; Hariyati, Farida; Corliana, Tellys
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2552

Abstract

Being a single mother is a challenging reality that demands extraordinary resilience in facing various psychological, social, and economic pressures while adapting to new life circumstances. It is not easy for single mothers to remain strong in the face of life's challenges, as they must confront numerous pressures and difficult situations that require them to adapt. This condition makes resilience a highly necessary quality, yet one that is not easily attained by single mothers. Based on these issues, this study aims to understand how the three participants build their resilience after their divorces. Using a qualitative phenomenological approach, the researcher collected data through direct interviews, observations, and supporting documents. The findings reveal similar patterns among the three participants, showing that they successfully developed a more positive outlook on life, particularly through their work activities. Employment became an important means for them to rebuild their lives after divorce. Abstrak Menjadi ibu tunggal merupakan realitas yang menantang, menuntut ketahanan luar biasa dalam menghadapi beragam tekanan psikologis, sosial, dan ekonomi sambil beradaptasi dengan situasi hidup yang baru. Tidak mudah bagi ibu tunggal untuk tetap tangguh menghadapi tantangan hidup, mengingat mereka harus berhadapan dengan berbagai tekanan dan situasi sulit yang mengharuskan mereka beradaptasi. Kondisi ini menjadikan resiliensi sebagai kualitas yang sangat dibutuhkan namun tidak mudah dicapai oleh para ibu tunggal. Berdasarkan permasalahan, penelitian ini bertujuan memahami bagaimana kelima partisipan membangun ketahanan diri setelah perceraian mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara langsung, pengamatan, dan dokumen pendukung. Temuan penelitian mengungkapkan pola yang serupa di antara kelima partisipan, di mana mereka berhasil mengembangkan pandangan hidup yang lebih positif terutama melalui aktivitas pekerjaan. Proses bekerja menjadi sarana penting bagi mereka dalam membangun kembali kehidupan pasca perceraian.
Feature Writing Training for Increasing the Capacity of the Pulo Geulis Tourism Community Bogor Setiawati, Titin; Corliana, Tellys
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v5i1.1888

Abstract

Purpose: This research paper aims to address the untapped tourism potential in RW 04 Pulo Geulis, Bogor City. It highlights the significance of empowering residents with feature writing skills to create compelling publications about the village's unique harmony of tolerance, ultimately boosting tourism and improving the local economy. Method: The study employs a Community Service Program (PKM) to provide feature writing training to the Pulo Geulis Tourism Community. It utilizes qualitative methods to assess participants' writing skills and gauge the impact of the training on their ability to produce quality publications. Practical Applications: The findings of this research have practical implications for both the tourism industry and community development efforts. By equipping residents with feature writing skills, the program enhances their capacity to promote Pulo Geulis as a tourist destination, attracting more visitors and stimulating economic growth in the area. Conclusion: This study underscores the importance of harnessing local resources and empowering communities to maximize tourism potential. By investing in skills development and community engagement, Pulo Geulis can capitalize on its cultural richness and promote sustainable tourism development.