Kesehatan mental ibu hamil merupakan isu krusial di negara berkembang karena tingginya prevalensi depresi, kecemasan, dan stres yang berdampak pada kesehatan ibu, janin, serta tumbuh kembang anak. Beban masalah meningkat akibat keterbatasan layanan kesehatan jiwa, stigma, dan rendahnya dukungan sosial. Scoping review ini bertujuan untuk mengetahui determinan kesehatan mental ibu hamil di negara berkembang. Scoping review ini dikembangkan menggunakan kerangka Population, Exposure, dan Outcome (PEO). Identifikasi literatur yang relevan dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, ProQuest, Wiley, dan Google Scholar. Pencarian literatur yang relevan dilakukan di database yaitu PubMed, Science Direct, Proquest, Wiley Online Library, dan grey literature yaitu google scholar. Proses pencarian literatur yaitu menggunakan PRISMA Flowchart, dan 15 dari 167.980 artikel dipilih berdasarkankriteria inklusi dan eksklusi. Hasil review ditemukan 3 determinan utama, yaitu faktor sosial dan demografis (usia, status pernikahan dan kepuasan hubungan, pendidikan, status ekonomi/pendapatan, pekerjaan, dan tempat tinggal), faktor psikososial dan lingkungan (KDRT, dukungan sosial dan pasangan, dan riwayat gangguan mental sebelumnya), serta faktor obstetri dan kesehatan fisik (riwayat aborsi/keguguran, usia kehamilan, komplikasi kehamilan/penyakit penyerta, dan status paritas). Upaya skrining rutin, peningkatan dukungan sosial, serta penguatan layanan kesehatan jiwa dalam sistem antenatal sangat diperlukan untuk mencegah dan menangani gangguan mental pada ibu hamil di negara berkembang.