Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of Antenatal Care (ANC) Visits and Prenatal Classes for High-Risk Pregnancy : Compliance and Involvement of Couples Wahyuningsih, Endang; Wahyuningsih, Astri; Ambarsari, Lusiana
Gaster Vol 23 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v23i1.1666

Abstract

Background: High-risk pregnancies present a significant threat to the health of both the mother and the fetus. Antenatal care (ANC) visits and prenatal classes play an essential role in monitoring and maintaining maternal and fetal health. Purpose: Analyzing the Level of Compliance of ANC Visits, Assessing the Involvement of Couples Method: This is a quantitative, descriptive study involving 14 high-risk pregnant women as the research sample, Small Sample using total sampling. The research instrument was a questionnaire. Data analysis was performed to obtain the distribution of frequency and percentage of physical activity and nutrition among high-risk pregnant women. Result: All respondents reported that most pregnant women had their first ANC examination in the first trimester and attended regular check-ups with obstetricians and midwives at private practices, health centers, hospitals, and clinics. The husbands of pregnant women also played an active role in the pregnancy process, providing fetal stimulation and accompanying their partners during check-ups. However, most participants did not attend prenatal classes, with 10 women (71.40%) opting out. Among those who participated in prenatal classes, 10 women (71.40%) attended fewer than four classes. Additionally, the majority of husbands did not participate in prenatal classes. Conclusion: Healthcare providers are encouraged to increase the involvement of husbands both during ANC visits and prenatal classes to enhance support for pregnant women. Prenatal classes should be designed to be as engaging as possible to increase the interest and participation of both pregnant women and their partners.
Evaluasi Kesehatan Ibu pada Kehamilan Risiko Tinggi di Desa Buntalan, Klaten Hartati, Lilik; Wahyuningsih, Endang; Wahyuningsih, Astri; Ambarsari, Lusiana
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 15 No 2 (2025): Vol. 15, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v15i2.1664

Abstract

High-risk pregnancies, which pose significant threats to maternal and fetal health. The maternal mortality rate in Indonesia remains high, caused by both direct and indirect factors occurring during pregnancy and childbirth, particularly the history of previous pregnancies and childbirths. The aim of this study is to evaluate the maternal health of high-risk pregnant women by focusing on their pregnancy and childbirth history in Buntalan Village. This study is a quantitative research with a descriptive research type. The sample for this study consisted of 14 high-risk pregnant women, using a total sampling technique. The research instrument used in this study is a questionnaire. Data analysis was performed to obtain an overview of the frequency distribution and percentage of previous pregnancy and childbirth history. Most mothers (64.0%) consulted healthcare providers for their pregnancies, with the majority (57.1%) having their first check-up in the first trimester, which is essential for early detection and management of conditions. Although many mothers attended at least two antenatal visits and took iron supplements to prevent anemia. The majority of previous deliveries were assisted by obstetricians (64.3%), with most mothers experiencing spontaneous delivery (50%) and a smaller proportion undergoing Caesarean sections (14.2%). While only 7.1% of mothers faced complications during delivery, a significant number of babies (64.3%) had low birth weights and experienced complications at birth. The need for greater attention to maternal nutrition during pregnancy and improvements in the quality of prenatal and intranatal care. Education on monitoring newborn health is also crucial.
Edukasi Kesehatan Tentang Rokok Elektrik dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Remaja Di Kampung Jogokariyan Kota Yogyakarta Trisnowati, Heni; Purwati; Ismiyati, Rini; Riyanto, Ahmad; Ambarsari, Lusiana
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v6i1.25925

Abstract

Penggunaan rokok elektrik (vape)  meningkat di kalangan remaja. Vape dipandang sebagai alternatif yang modern dan "aman" dibandingkan rokok konvensional. Hal ini menjadi perhatian karena remaja adalah kelompok yang rentan terhadap pengaruh perilaku tidak sehat. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang rokok elektrik baik dampak kesehatan fisik maupun psikologis menyebabkan remaja cenderung mencoba dan memakai rokok elektrik. Tujuan pengabdian untuk memberikan informasi yang akurat seputar rokok elektrik dan dampaknya terhadap kesehatan  sehingga dapat  meningkatkan kesadaran dan pemahaman serta mengurangi penggunaan rokok elektrik pada remaja sekitar masjid Jogokaryan. Metode yang digunakan  edukasi interaktif. Untuk mengukur pemahaman peserta dilakukan pre-test dan post test. Hasil Peserta berjumlah 22 peserta, terdiri dari 13 laki-laki (59,1%) dan 9 perempuan (40,9%), dengan mayoritas berusia 15–20 tahun (90,91%). Analisis deskriptif didapatkan nilai Mean hasil pre-test sebesar 79,091 sedangkan Mean hasil post-test sebesar 90,090. Dari uji statistk Wilcoxon signed-rank test nilai p-value  < 0,001 atau <  nilai alpha (0,05) artinya ada perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan pos-test sehingga disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berhasil meningkatkan pengetahuan remaja. Edukasi  dengan tema ‘Rokok Elektrik dan Dampaknya terhadap Kesehatan Remaja di Kampung Jogokaryan Kota Yogyakarta’’ sangat relevan karena pengguna rokok elektrik saat ini meningkat di kalangan remaja sehingga dengan pemahaman yang akurat dan benar diharapkan menimbulkan kesadaran kaum remaja untuk berhenti merokok.  Edukasi yang dilaksanakan di masjid Jogokariyan sangat tepat mengingat  saat ini masjid Jogokaryan merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang menjadi rujukan nasional sehingga diharapkan dengan keberhasilan program ini dapat diterapkan sampai ke daerah lain dengan permasalahan sama. Kata kunci: edukasi kesehatan; promosi kesehatan;pencegahan; rokok elektrik; remaja  
DETERMINAN KESEHATAN MENTAL IBU HAMIL DI NEGARA BERKEMBANG: SCOPING REVIEW Ambarsari, Lusiana; Rohmah, Amrina Nur; Kusuma, Ima Candra
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.665

Abstract

Kesehatan mental ibu hamil merupakan isu krusial di negara berkembang karena tingginya prevalensi depresi, kecemasan, dan stres yang berdampak pada kesehatan ibu, janin, serta tumbuh kembang anak. Beban masalah meningkat akibat keterbatasan layanan kesehatan jiwa, stigma, dan rendahnya dukungan sosial. Scoping review ini bertujuan untuk mengetahui determinan kesehatan mental ibu hamil di negara berkembang. Scoping review ini dikembangkan menggunakan kerangka Population, Exposure, dan Outcome (PEO). Identifikasi literatur yang relevan dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, ProQuest, Wiley, dan Google Scholar. Pencarian literatur yang relevan dilakukan di database yaitu PubMed, Science Direct, Proquest, Wiley Online Library, dan grey literature yaitu google scholar. Proses pencarian literatur yaitu menggunakan PRISMA Flowchart, dan 15 dari 167.980 artikel dipilih berdasarkankriteria inklusi dan eksklusi. Hasil review ditemukan 3 determinan utama, yaitu faktor sosial dan demografis (usia, status pernikahan dan kepuasan hubungan, pendidikan, status ekonomi/pendapatan, pekerjaan, dan tempat tinggal), faktor psikososial dan lingkungan (KDRT, dukungan sosial dan pasangan, dan riwayat gangguan mental sebelumnya), serta faktor obstetri dan kesehatan fisik (riwayat aborsi/keguguran, usia kehamilan, komplikasi kehamilan/penyakit penyerta, dan status paritas). Upaya skrining rutin, peningkatan dukungan sosial, serta penguatan layanan kesehatan jiwa dalam sistem antenatal sangat diperlukan untuk mencegah dan menangani gangguan mental pada ibu hamil di negara berkembang.