Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Determinan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Siswa SMK Kesehatan Annisa 3 Bogor Istiqomatunnisa
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v10i1.320

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri atau yang biasa disebut SADARI dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker lebih dini, untuk prognosis yang lebih baik. Hal ini akan menurunkan tingkat kematian akibat kanker payudara sampai 20%, sayangnya wanita yang melakukan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri masih rendah. Tujuan penelitian ini mempelajari dan menjelaskan hubungan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan sumber informasi, interaksi teman sebaya dan umur responden dengan SADARI siswi SMK Kesehatan Annisa 3 Bogor Tahun 2016. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Analisis data dengan univariat, bivariat, multivariat. Proporsi pemeriksaan Payudara sendiri (SADARI) siswi SMK sebanyak 33,8 %. Hasil analisis multivariat, didapatkan faktor yang berhubungan dengan SADARI adalah pengetahuan (p=0,001; OR=7,324) dan interaksi teman sebaya (p=0,027; OR=6,719) sedangkan variabel keterpaparan sumber informasi sebagai variabel confounding. Pengetahuan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan SADARI. Rekomendasi, meningkatkan kerjasama lintas sektoral dari berbagai pihak untuk dapat memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat terutama siswa SMK dengan cara penyuluhan melalui media massa yang dapat dilihat dan dibaca oleh masyarakat seperti televisi, radio, koran majalah dan lain lain sehingga dapat meningkatkan perilaku Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
DETERMINAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SISWA SMK KESEHATAN ANNISA 3 BOGOR Istiqomatunnisa
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri atau yang biasa disebut SADARI dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker lebih dini, untuk prognosis yang lebih baik. Hal ini akan menurunkan tingkat kematian akibat kanker payudara sampai 20%, sayangnya wanita yang melakukan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri masih rendah. Tujuan penelitian ini mempelajari dan menjelaskan hubungan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan sumber informasi, interaksi teman sebaya dan umur responden dengan SADARI siswi SMK Kesehatan Annisa 3 Bogor Tahun 2016. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Analisis data dengan univariat, bivariat, multivariat. Proporsi pemeriksaan Payudara sendiri (SADARI) siswi SMK sebanyak 33,8 %. Hasil analisis multivariat, didapatkan faktor yang berhubungan dengan SADARI adalah pengetahuan (p=0,001; OR=7,324) dan interaksi teman sebaya (p=0,027; OR=6,719) sedangkan variabel keterpaparan sumber informasi sebagai variabel confounding. Pengetahuan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan SADARI. Rekomendasi, meningkatkan kerjasama lintas sektoral dari berbagai pihak untuk dapat memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat terutama siswa SMK dengan cara penyuluhan melalui media massa yang dapat dilihat dan dibaca oleh masyarakat seperti televisi, radio, koran majalah dan lain lain sehingga dapat meningkatkan perilaku Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
PENGHANCURAN WARISAN BUDAYA DI TIMBUKTU OLEH ANSAR DINE DI TAHUN 2012: PELANGGARAN TERHADAP KONVENSI DEN HAAG 1954? DESTRUCTION OF CULTURAL HERITAGE IN TIMBUKTU BY ANSAR DINE IN 2012: A VIOLATION OF THE 1954 HAGUE CONVENTION? Pashya, Habib; Faradila, Muslihah; Nurfitriyani, Resti; Istiqomatunnisa
terAs Law Review : Jurnal Hukum Humaniter dan HAM Vol. 5 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/teraslrev.v5i1.20565

Abstract

The armed conflict in Mali since 2012 has had a significant impact on the destruction of various cultural sites, particularly in Timbuktu. The research method used in this research is a literature study by reviewing various relevant literatures on the case study, while using a normative-juridical approach through analysis of the articles of the Hague Convention and international judicial decisions through the articles contained in the Rome Statute. This is because this conflict has resulted in significant violations of the 1954 Hague Convention, which regulates the Protection of Cultural Property in the Event of Armed Conflict as stated in Article 2 regarding the importance of protecting cultural property in conflict areas. Moreover, there have been violations of the Rome Statute governing the jurisdiction of the International Criminal Court (ICC). In addition, this conflict has violated the principles of distinction and precaution as it has resulted in the destruction of civilian objects such as places of worship categorized as cultural heritage. The purpose of this study is to highlight the importance of implementing international law in protecting the cultural heritage owned by every nation. Furthermore, this research emphasizes the importance of stronger international cooperation to protect cultural heritage, especially in areas prone to armed conflict. It also emphasizes the importance of taking firm action against violators of international humanitarian law such as the ICC trial of Al-Mahdi from Ansar Dine for the destruction of cultural heritage in Timbuktu.