Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RENDEMEN PADA PRODUK NUGGET IKAN BARAKUDA (Sphyraena barracuda) SEBAGAI INDIKATOR EFISIENSI PRODUKSI DI UMKM SILUANG MINA NISA, BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Inayah, Nur Fami; Ningsih, Trisna; Panjaitan, Tina FC
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20725

Abstract

Rendemen merupakan rasio perbandingan antara berat produk akhir yang berhasil dihasilkan dengan berat bahan baku awal yang digunakan, umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase. Perhitungan rendemen memiliki urgensi tinggi dalam manajemen produksi, khususnya bagi UMKM, karena berfungsi sebagai alat ukur langsung untuk menilai efektivitas pemanfaatan bahan baku, dan potensi kehilangan (losses) yang terjadi selama proses pengolahan. Oleh karena itu, rendemen merupakan indikator kunci efisiensi produksi. Nilai rendemen yang tinggi mengisyaratkan bahwa UMKM telah mampu mengoptimalkan penggunaan bahan baku, meminimalkan limbah, dan menjalankan prosedur pengolahan yang efektif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai rendemen yang dihasilkan pada pengolahan produk nugget ikan barakuda (Sphyraena barracuda), sebagai tolok ukur efisiensi produksi di UMKM Siluang Mina Nisa. Bahan baku utama adalah daging ikan barakuda yang diolah menjadi produk nugget. Metode analisis yang diterapkan adalah observasi kuantitatif berdasarkan perbandingan berat bahan baku awal dan berat produk akhir yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen produk nugget ikan barakuda yang diperoleh adalah sebesar 159%. Nilai ini berasal dari perbandingan berat bahan baku awal rata-rata 2,005 kg dengan berat produk akhir rata-rata 3,192 kg. Angka rendemen yang signifikan di atas 100% ini memastikan adanya penambahan berat bersih yang signifikan. Penambahan berat tersebut utamanya berasal dari penambahan bahan formulasi, seperti tepung, bumbu, dan bahan pengikat, serta penyerapan air/minyak selama proses pengolahan, yang berarti formulasi dan proses produksi UMKM Siluang Mina Nisa telah berhasil meningkatkan nilai dan berat produk secara efisien.