Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERANAN MAHASISWA KKN UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA KWALA LAU BICIK Khayroiyah, Siti; Wahyu, Muhammad; Sihombing, Nanda Aisyah Syahni; Sullistiani, Ade; Qawiy, Khaissuledi; Ningsih, Trisna
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 06 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tindakan yang melibatkan mahasiswa KKN dan siswa/i SD 101851. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa 80% siswa mengalami peningkatan minat dan kemampuan membaca, meskipun 20% masih menghadapi kesulitan. Program ini diperlukan tindak lanjut untuk siswa yang masih kesulitan membaca, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung perkembangan literasi anak. Kegiatan les membaca ini memberikan dampak positif bagi perkembangan literasi anak-anak dan diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di desa-desa lainnya. Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak tidak hanya lebih tertarik untuk membaca, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan literasi yang lebih baik.
INOVASI FORMULASI BUBBLE TEA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SENSORIS DAN DAYA TARIK KONSUMEN Ningsih, Trisna; Dharmayanti, Niken; Masengi, Simson; Ilyasha, Adjeng Destri Illa; Permadi, Aef; Soeharso, Agusta Putri Balqis Linda
Chanos Chanos Vol 23, No 1 (2025): CHANOS CHANOS
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/chanos.v23i1.15584

Abstract

Bubble tea is a food that is rich in antioxidants. Antioxidants are compounds that have many important benefits for the body because of their ability to fight free radicals. Free radicals are unstable molecules that can damage body cells and contribute to various diseases. The purpose of this study was to determine the best formulation of a combination of sodium alginate and calcium chloride based on the level of preference and nutritional content in it. This study used 9 treatments, namely the addition of sodium alginate with a concentration of 0,8%; 1% and 1,2% combined with calcium chloride with a concentration of 1%; 1,2% and 1,5%. The parameters tested included hedonic tests, water content tests, ash content tests, protein content tests and antioxidant activity tests. The results showed that the combination of sodium alginate and calcium chloride additions had an effect on consumer acceptance. The best formulation in treatment X2Y3 was with a sodium alginate concentration of 10 g and a calcium chloride concentration of 15 g taken from the results of the highest hedonic test based on consumer acceptance of products with a water content of 90,93 ± 0,0173%; ash content 0,39 ± 0,0004%; protein content 0,25 ± 0,0007% and antioxidant 8,719.33 ± 146,11 µmol Fe2/g. Bubble tea merupakan makanan yang kaya akan kandungan antioksidan di dalamnya. Antioksidan adalah senyawa yang mempunyai banyak manfaat penting bagi tubuh karena kemampuannya yang dapat melawan radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan berkontribusi pada berbagai macam penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan formulasi terbaik kombinasi antara natrium alginat dan kalsium klorida berdasarkan tingkat kesukaan dan kandungan nutrisi didalamnya. Penelitian ini menggunakan 9 perlakuan yaitu penambahan natrium alginat dengan konsentrasi 0,8%; 1% dan 1,2% yang dikombinasikan dengan kalsium klorida dengan konsentrasi 1%; 1,2% dan 1,5%. Parameter yang diuji meliputi uji hedonik, uji kadar air, uji kadar abu, uji kadar protein dan uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi penambahan natrium alginat dan kalsium klorida berpengaruh terhadap penerimaan konsumen. Formulasi terbaik pada perlakuan X2Y3 yaitu dengan konsentrasi natrium alginat 10 g dan konsentrasi kalsium klorida 15 g yang diambil dari hasil pengujian hedonik tertinggi berdasarkan penerimaan konsumen terhadap produk dengan kadar air 90,93 ± 0,0173%; kadar abu 0,39 ± 0,0004%; kadar protein 0,25 ± 0,0007% dan antioksidan 8.719,33 ± 146,11 µmol Fe2/g.
STUDY ON IMPLEMENTATION OF GMP AND SSOP OF YELLOWFIN SOLE (Limanda aspera) SANDWICH PRODUCTS AT PT BUMI MENARA INTERNUSA SURABAYA Panjaitan, Pola S.T.; Rizkiah, Riza; Arifianto, Sakti; Soeharso, Agusta Putri Balqis Linda; Sulistiyo, Budi; Ningsih, Trisna
Aurelia Journal Vol 7, No 1 (2025): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v7i1.14375

Abstract

Fish is a food source rich in nutritional value, yet highly perishable and susceptible to rapid quality deterioration. The aim of this research was to evaluate the implementation of GMP and SSOP in the processing of sandwich yellowfin sole products, and the basic feasibility of the fish processing unit at PT Bumi Menara Internusa Surabaya. This study used qualitative descriptive method through a gap analysis of the application of GMP, SSOP, and basic feasibility. The results showed that, according to the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries Regulation Number 17 of 2019, the implementation of GMP and SSOP has been carried out effectively and met the required standards for basic feasibility, with no critical, serious, minor, or major findings, earning the Excellent (A) rating. The production process of frozen sandwich yellowfin sole at PT Bumi Menara Internusa Surabaya includes raw material receiving, thawing, weighing 1, washing 1, skinning, filleting, V cutting, trimming, bone and parasite control, washing 2, joining married portion, layering, IQF freezing, sorting and sizing, weighing 2, glazing, metal detecting, polybag packaging, MC packaging, weighing 3, frozen storage, and stuffing, all of which have effectively implemented the cold chain system, as demonstrated by the temperature observation table for the products, room, and water (good cold chain). The yield obtained after the skinning process of yellowfin sole was 90%.
Karakteristik Fisikokimia Hidrolisat Protein Ikan Selar (Selaroides sp.) Dengan Variasi Enzim Protease dan Papain Serta Penambahan Maltodekstrin Ningsih, Trisna; Wibowo, Adi; Silowati, Mintut; Mardiana, Siti; Abdillah, Junaedi; Purwaningsih, Endang; lakantina, Sherly; Darmadi, Darmadi; Sudrajat, Edi; Solikin, Solikin; Setiawati, Natalia Prodiana; Napitupulu, Romauli Juliana
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v20i1.1147

Abstract

Ikan selar (Selaroides sp.) dengan protein tinggi 64.27% berpotensi sebagai hidrolisat protein ikan (HPI). Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi HPI dari ikan selar dengan variasi jenis dan konsentrasi enzim protease dan papain guna mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisikokimia HPI yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan adalah formulasi A1 5% (b/v) enzim papain (Merck), aktivitas enzim 30.000 U/mg, A2 10% (b/v) enzim papain (Merck), aktivitas enzim 30.000 U/mg, B1 5% (b/v)enzim protease A komersil, aktivitas enzim 100.000 U/mg, B2 10% (b/v) enzim protease A komersil, aktivitas enzim 100.000 U/mg, C1 5% (b/v) enzim protease B komersil, aktivitas enzim 100.000 U/mg dan C2 10% (b/v) enzim protease B komersil, aktivitas enzim 100.000 U/mg. Ikan selar segar dilumatkan, dihidrolisis dengan enzim protease pada konsentrasi 5% dan 10% dalam fermentor pada suhu 55°C selama 5 jam, lalu di inaktivasi enzim pada suhu di atas 80°C selama 10-15 menit. Hidrolisat dikeringbekukan dengan penambahan maltodekstrin 10% sebagai filler. Formulasi C1 menghasilkan kadar protein tertinggi tanpa filler (90.27%), sedangkan formulasi A2 menghasilkan kadar protein tertinggi dengan filler (35.19%). Rendemen lumatan daging ikan mencapai 53.21%. Nilai kelarutan 95.50%, daya serap air 0.27 mL/g, daya serap lemak 1.7 mL/g, asam amino yang paling dominan adalah asam glutamat. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting dalam pengembangan produk HPI sebagai bahan pangan fungsional dengan nilai gizi tinggi.AbstractAs the second most biodiverse country in the world, Indonesia has a wealth of biological resources, including fishing by-products (HTS). A high-protein HTS (64.27% dry bases) that has the potential to be processed into value-added fish protein hydrolysate (HPI) is yellow stripe scad (Selaroides sp.). This study aimed to examine the impact of different protease types and concentrations on HPI physicochemical features, this study evaluated HPI from yellow stripe scad. A completely randomized design (CRD) was used in the experiment. The treatments consisted of formulations: A1 (5% (b/v) papain enzyme (Merck),enzyme activity 30.000 U/mg), A2 (10% papain (Merck), enzyme activity 30.000 U/mg), B1 (5% commercial protease A, enzyme activity 100.000 U/mg), B2 (10% commercial protease B, enzyme activity 100.000 U/mg), C1 (5% commercial protease B, enzyme activity 100.000 U/mg), and C2 (10% commercial protease B, enzyme activity 100.000 U/mg). Fresh yellow stripe scad was minced, hydrolyzed with 5% and 10% protease in a fermenter (5 hours,55 °C), followed by enzyme inactivation (10-15 minutes,80°C). The hydrolysate was freeze-dried with 10% maltodextrin as filler. Protein content, yield, and hydrolysis degree were among the factors that were tested. While formulation A2 had the highest protein level with filler (35.19%), formulation C1 had the highest protein content without filler (90.27%). Within the ideal processing range, the yield of minced fish was 53.21%. The solubility value is 95.50%, the water absorption capacity is 0.27 mL/g, the fat absorption capacity is 1.7 mL/g, and the most dominant amino acid is glutamic acid These results encourage the sustainable use of Indonesia’s fisheries resources by offering important insights for developing HPI as a high-nutrition functional food ingredient
PENERAPAN HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) PADA PENGOLAHAN MATSUKASA CUTTLEFISH BEKU DI PT. DUA PUTRA Saputra, Sandy; Panjaitan, Pola ST; Saputra, Rahmad Surya Hadi; Soeprijadi, Liliek; Soeharso, Agusta Putri Balqis Linda; Ningsih, Trisna
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20720

Abstract

Ikan tuna adalah salah satu hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, dan banyak dikomsumsi lokal maupun sebagai komoditas ekspor. Ikan tuna memiliki faktor penentu sebagai primadona ekspor dalam perdagangan internasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) pada proses pengolahan tuna loin masak beku. Metode kerja dengan observasi mengikuti langsung proses pengolahan mulai dari penerimaan tuna beku, sampai distribusi produk tuna loin masak beku. Pengujian mutu dilakukan pada mutu organoleptik, histamin, mikrobiologi, dan suhu, Pengolahan data dengan metode analisa kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengujian organoleptik tuna beku adalah 8.0 dan tuna loin masak beku adalah 8.0. Nilai ALT  tuna  tuna  loin  masak  beku  tertinggi  6,5  x  10⁴ ALT  kol/g,  memenuhi  standar  perusahaan  dan SNI. Hasil uji histamin pada tuna beku dan tuna loin masak beku tertinggi 14,3 ppm dan 16,4 ppm, masih dalam kisaran batas aman yang dipersyaratkan oleh Uni Eropa. Penerapan suhu, GMP dan SSOP telah diterapkan dengan baik oleh perusahaan sesuai dengan SNI 7968 : 2014 tuna loin masak beku.
YIELD ANALYSIS OF CATFISH (CLARIAS SP.) NUGGET PROCESSING AT UMKM ADISYAFIDZ BAROKAH, BANDUNG Panjaitan, Pola Sabar Tumohon; Ningsih, Trisna; Salmah, Zia Putri
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20726

Abstract

Catfish (Clarias sp.) is a highly available aquaculture commodity widely used as raw material for value-added processed products, such as fish nuggets. Yield serves as a critical parameter in processing, directly influencing production efficiency, raw material utilization, and business profitability. This study aims to determine yield values at each stage of fish nugget processing from catfish at UMKM Adisyafidz Barokah, Bandung. Methods employed include direct observation, production practice, interviews, and weight recording of materials at every processing stage .Results indicate yields of 81.16% at the fish cleaning stage, 48.63% at filleting, 91.92% at dough mixing, and 145.72% for the final nugget product. The high final yield is attributed to the addition of ingredients like flour, seasonings, and breadcrumbs, which increase the product's final mass. Overall, these findings provide insights into production efficiency and serve as a basis for developing strategies to enhance value addition and optimize fish processing businesses in UMKM 
ANALYSIS OF PROCESSING FEASIBILITY CERTIFICATE STANDARDS AND THE IMPLEMENTATION OF GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) AND SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURES (SSOP) IN QINA MILKFOOD SMES IN SEMARANG, CENTRAL JAVA Ningsih, Trisna; Panjaitan, Pola Sabar Tomohon; Soeharso, Agusta Putri Balqis Linda; Al Ghifari, Abidzar
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20736

Abstract

The Processing Feasibility Certificate (SKP) standard plays a crucial role in ensuring a production system that is safe, hygienic, and of high quality, particularly in small-scale fish processing enterprises. UMKM Bandeng Qina in Semarang, is one such business unit that has implemented the SKP system by adopting the principles of Good Manufacturing Practices (GMP) and Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). The analysis was conducted on all processing feasibility components, with emphasis on key aspects including building conditions, sanitation facilities, personal hygiene, documentation, and quality control systems. The results indicate that most GMP and SSOP aspects have been properly implemented, enabling UMKM Bandeng Qina to be deemed eligible to conduct bandeng presto production activities and to obtain an SKP rating of B (Good). Out of the 17 assessed clauses, 7 were identified as non-conformities, consisting of 4 minor, 2 major, and 1 serious finding. Therefore, corrective actions are required in several areas, including facility structure, equipment arrangement and maintenance, wastewater treatment systems, product-contact tools and utensils, employee facilities, and worker hygiene and health practices. The implementation of SKP has demonstrated a positive impact on improving product quality, food safety, and consumer confidence in processed milkfish products. Continued supervision and strengthening of the quality management system are necessary to ensure that processing feasibility standards are consistently maintained.
ANALISIS RENDEMEN PADA PRODUK NUGGET IKAN BARAKUDA (Sphyraena barracuda) SEBAGAI INDIKATOR EFISIENSI PRODUKSI DI UMKM SILUANG MINA NISA, BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Inayah, Nur Fami; Ningsih, Trisna; Panjaitan, Tina FC
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20725

Abstract

Rendemen merupakan rasio perbandingan antara berat produk akhir yang berhasil dihasilkan dengan berat bahan baku awal yang digunakan, umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase. Perhitungan rendemen memiliki urgensi tinggi dalam manajemen produksi, khususnya bagi UMKM, karena berfungsi sebagai alat ukur langsung untuk menilai efektivitas pemanfaatan bahan baku, dan potensi kehilangan (losses) yang terjadi selama proses pengolahan. Oleh karena itu, rendemen merupakan indikator kunci efisiensi produksi. Nilai rendemen yang tinggi mengisyaratkan bahwa UMKM telah mampu mengoptimalkan penggunaan bahan baku, meminimalkan limbah, dan menjalankan prosedur pengolahan yang efektif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai rendemen yang dihasilkan pada pengolahan produk nugget ikan barakuda (Sphyraena barracuda), sebagai tolok ukur efisiensi produksi di UMKM Siluang Mina Nisa. Bahan baku utama adalah daging ikan barakuda yang diolah menjadi produk nugget. Metode analisis yang diterapkan adalah observasi kuantitatif berdasarkan perbandingan berat bahan baku awal dan berat produk akhir yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen produk nugget ikan barakuda yang diperoleh adalah sebesar 159%. Nilai ini berasal dari perbandingan berat bahan baku awal rata-rata 2,005 kg dengan berat produk akhir rata-rata 3,192 kg. Angka rendemen yang signifikan di atas 100% ini memastikan adanya penambahan berat bersih yang signifikan. Penambahan berat tersebut utamanya berasal dari penambahan bahan formulasi, seperti tepung, bumbu, dan bahan pengikat, serta penyerapan air/minyak selama proses pengolahan, yang berarti formulasi dan proses produksi UMKM Siluang Mina Nisa telah berhasil meningkatkan nilai dan berat produk secara efisien.