Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Hukum Islam Terhadap Praktik Simpan Pinjam di Kerukunan Kayubulan Kota Manado Kasim, Adriandi
Al-Huquq: Journal of Indonesian Islamic Economic Law Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/alhuquq.v3i2.5139

Abstract

Praktik simpan pinjam pada kerukunan Kayubulan menerapkan bunga sebesar sepuluh persen dan untuk anggota yang belum mampu mengembalikan pinjaman maka diwajibkan untuk membayar bunga pinjaman terlebih dahulu. Adapun rumusan masalah yang di angkat. Bagaimana praktik simpan pinjam pada kerukunan kayubulan di Kota Manado? Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik simpan pinjam pada kerukuna Kayubulan Kota di Kota Manado? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik simpan pinjam di kerukunan Kayubulan Wanea Kota Manado sudah berkesesuaian dengan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama (MUI) Indonesia tentang fatwa riba pada tanggal 22 syawal 1424 H/6 Desember 2003. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa praktik simpan pinjam kerukunan Kayubulan yang bertentangan dengan hukum Islam, karena sejak awal akad telah menentukan beberapa besar bunga pinjaman dan pihak kerukunan sudah memahami haramnya umat muslim mempraktikan riba, akan tetapi mereka masih menjalankan kerukunan tersebut. (The practice of savings and loans in the “Kerukunan Kayubulan” applies an interest of ten percent and for members who have not been able to repay the loan, they are required to pay the interest on the loan first. The formulation of the problem raised. How is the practice of saving and borrowing in the “Kerukunan Kayubulan” in Manado City? How is the review of Islamic law on the practice of savings and loans in the Kayubulan Kota harmony in Manado City? This study aims to determine the practice of savings and loans in the Kayubulan Wanea harmony, Manado City is in accordance with the Ijtima Ulama Fatwa Commission of the Indonesian Ulema Council (MUI) regarding the fatwa of usury on 22 Shawwal 1424 H/6 December 2003. This study uses a type of field research (field research). ), using a normative juridical approach. The results of the study show that the practice of saving and borrowing in “Kerukunan Kayubulan” is contrary to Islamic law, because from the beginning the contract has determined the majority of the loan interest and the harmony party has understood that it is forbidden for Muslims to practice usury, but they still carry out the harmony)
Meningkatkan Kesadaran Budaya Anti Korupsi melalui Penyuluhan Pendidikan Anti Korupsi kepada Siswa SMA Muhammadiyah Manado Kasim, Adriandi; Purwadi, Wira; Amiri, Kartika
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Nyiur-Dimas) Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/nyiur.v2i1.275

Abstract

Berdasarkan observasi, di kalangan siswa SMA, sebagian besar mereka belum mempunyai pemahaman mengenai budaya-budaya anti korupsi sehingga perlu adanya penyuluhan pendidikan anti korupsi kepada siswa SMA, karena masih masa pandemi Covid-19 sehingga masih kesulitan dalam menetukan sekolah yang akan menjadi target penyuluhan pendidikan anti korupsi, maka SMA Muhammadiyah Manado lah yang telah bersedia dilakukannya penyuluhan berkaitan dengan hal tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai budaya anti korupsi serta peran pemuda dalam memberantas korupsi. Berdasarkan pada analisis situasi yang diuraikan di atas, maka permasalahan mitra dinyatakan sebagai berikut: Kurangnya pemahaman pemuda terhadap Budaya Anti korupsi; Kurangnya sosialisasi dan informasi mengenai bagaimana peran pemuda dalam membantu memberantas korupsi; Ada berapa metode pelaksanaan dalam pengabdian ini, yaitu: Metode Pre Test, Metode Ceramah, Metode Audio Visual, dan Metode Tanya Jawab. Sebagai hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu korupsi merupakan kejahatan luar biasa, yang penangannya juga diperlukan tindakan yang luar biasa juga. Kurikulum pencegahan korupsi dalam bentuk Pendidikan Karakter Anti Korupsi untuk dapat di implentasikan sebagai sebuah mata pelajaran wajib yang diberikan pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan atas.
ISLAMIC ECONOMIC LEGAL REVIEW TOWARDS GOLD TRADING BY THE BROKERS IN “PASAR 45 MANADO” Kasim, Adriandi
Tasharruf: Journal Economics and Business of Islam Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/tjebi.v5i1.1024

Abstract

Using a qualitative method with a sociological-normative approach, it was found that most of the gold brokers in Pasar 45 Manado were not honest in the practice of gold trading transactions between brokers and sellers, if the broker found a seller who wanted to sell their gold are compromising, then the dishonest broker will take advantage which is not reasonable or contrary to Islamic principle. For example: manipulating the weight of the gold which are going to sell, because the gold is suspected to not belong to the seller, or because the seller at that time is in dire need of money, or even the gold is the result of stealing, so in this case not a few gold brokers in Pasar 45 Manado market deal with the law because of being caught in a case of fraud. Thus the implications in this study are 1. For gold brokers in the 45 Manado market area, in order to follow the rules of law and Islamic law that have been determined in the Koran so that no party is harmed and every fortune obtained gets blessings from Allah. 2. For gold brokers in the area of Pasar 45, in making transactions they must pay attention to the conditions of the goods to be sold so that they do not harm other people and themselves. 3. For religious leaders in order that constantly give an understanding to the people of Manado City about how to trade in accordance with Islamic principles.