Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN ZINC PADA BERBAGAI ORGAN TANAMAN BEBERAPA VARIETAS TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Ricky Pahlevi Nurhidayat; Elia Azizah; Pirngadi, Kasdi; Elis Septianingrum; Rohaeni, Wage Ratna
Jurnal Agrotech Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.149

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman utama, namun memiliki kandungan nutrisi yang rendah khususnya pada nutrisi mikro seperti zinc yang dapat menyebabkan stunting. Pemuliaan tanaman dalam mengembangkan varietas baru dengan nutrisi tinggi memerlukan dasar untuk memilih genotipe unggul yang akan dikembangkan mulai dari pemetaan dan seleksi tetua. Penelitian dilakukan di Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSIP), Subang dari bulan Agustus 2022 sampai Februari 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebanyak 9 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Pengukuran kandungan zinc pada organ menggunakan alat x-ray fluorescence (XRF) Supreme 8000. Parameter yang diukur adalah kandungan zinc organ beras pecah kulit, kandungan zinc organ daun padi, kandungan zinc organ batang padi, dan kandungan zinc organ akar padi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan seluruh parameter pengamatan memiliki hasil berbeda nyata pada varietas dengan sebaran terbaik pada bagian beras pecah kulit dan daun terdapat pada perlakuan varietas padi lokal mawo, sedangkan pada genotipe dengan kandungan zinc organ akar dan batang terbaik terdapat pada galur murni B13884MR-29-1-1.
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PENAMPILAN MORFOLOGI DAN AGRONOMI GALUR-GALUR PADI ZINC TINGGI BERDASARKAN METODE RAISED BED SYSTEM Aradia Widiantari; Elia Azizah; Pirngadi, Kasdi; Gunarsih, Cucu; Rohaeni, Wage Ratna
Jurnal Agrotech Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.150

Abstract

Perakitan varietas padi (Oryza sativa L.) tinggi zinc memerlukan evaluasi pada beberapa sifat pertumbuhan dan hasil sebelum akhirnya diseleksi dan dilepas sebagai varietas baru. Metode raised bed system (RBS) merupakan salah satu metode dalam skrining toleransi kekeringan pada tanaman padi yang lebih mudah diatur dan cepat untuk memberikan cekaman kekeringan yang homogen. Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSIP), Subang dari bulan Oktober 2022 sampai Maret 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebanyak 24 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 72 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai, persentase gabah isi dan gabah kering giling per rumpun. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata dalam berbagai galur dan varietas tanaman padi pada cekaman kekeringan metode raised bed system terhadap tinggi tanaman. Galur dengan tinggi tanaman terbaik yaitu galur UDH 13. Sementara pada parameter jumlah anakan produktif dan persentase gabah isi memiliki hasil yang tidak berbeda nyata.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN KAPUR DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Alfaruqi, Ferdiansyah; Subardja, Vera Oktavia; Pirngadi, Kasdi
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v4i2.1574

Abstract

Pemberian pupuk hayati dan kapur Dolomit merupakan salah satu upaya yang dapat meningkatkan sifat fisik, biologi dan kimia pada tanah masam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis pupuk hayati dan dosis Dolomit yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) pada tanah masam. Penelitian ini dilaksanakan di lahan terbuka Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang yang terletak di Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Waktu percobaan dilaksanakan pada bulan Januari 2024 sampai Bulan April 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk hayati (h) yang terbagi menjadi 3 taraf dan faktor kedua adalah pemberian kapur Dolomit (k) yang terbagi menjadi 3 taraf. Total terdapat 9 taraf yang akan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Masing-masing unit terdapat 3 tanaman sampel. Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Data dianalisis apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan adanya interaksi antara jenis pupuk hayati dan dosis kapur Dolomit terhadap parameter tinggi tanaman umur 21 hst sampai 35 hst, diameter batang 28 hst sampai 35 hst, jumlah daun trifoliat 35 hst , panjang akar, bobot basah akar, jumlah polong panen ke 1 sampai ke 3 dan bobot biji per 100 butir panen ke 3 dan tidak menunjukkan adanya interaksi pada parameter bintil akar, bobot kering akar, jumlah biji, dan bobot biji.
Pengaruh Pupuk Organik Limbah Jamur Merang dan Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) Varietas Grobogan Pradana, Haria; Subardja, Vera Oktavia; Pirngadi, Kasdi
JURNAL AGROPLASMA Vol 11, No 2 (2024): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 11 NO 2 TAHUN 2024
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v11i2.5898

Abstract

The neednutrients in the soil isimportantfor the successful growth and yield of soybean. Organic fertilizer of merang mushroom waste and types of biological fertilizers are one of the efforts to improve soil fertility and provide sufficient nutrients in the soil. The purpose of this study was to determine the effect of the interaction between organic fertilizer of merang mushroom and type of biological fertilizers on the growth and yield of soybean plants (Glycine maxL. Merril) Grobogan Variety. This research was conducted at Experimental Farm of the Campus 1 Faculty of Agriculture, Singaperbangsa University of Karawang, located in Puseurjaya Village, East Telukjambe Subdistrict, Karawang Distric, West Januari. The experiment was conducted from Januari  to April 2024. The research method was used randomized block design (RBD), factorial with two factors. The first factor was the application of organic fertilizer of merang mushroom waste (M) with 3 levels, The second factor was the application of biological fertilizer (P) with 4 levels. There were 12 treatments that will be 3 replications, so there were 36 experimental units. Each unit has 3 sampleplants. The effect of treatment was analyzed by analyzed of variance and if the F test at 5% level was significant, then DMRT (Duncan Multiple Range Test). The results showed that there where interaction between organic fertilizer of merang mushroom waste and the type of biofertilizer on the parameters of plant height  14, 21, 28, 35 and 42 days after planting (dap), number of trifoliate leaves  21, 28, 35 and 42 dap, stem diameter 42 dap, root length, root nodules, number of pods,  the number of seeds, but they were not interaction on the parameters of root wet weight, root dry weight, seed weight per 100 grains and yield of seed weight. Keywords: soybean, nutrient, organic fertilizer, biofertilizer
ANALISIS KANDUNGAN ZINC PADA BERBAGAI ORGAN TANAMAN BEBERAPA VARIETAS TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Ricky Pahlevi Nurhidayat; Elia Azizah; Pirngadi, Kasdi; Elis Septianingrum; Rohaeni, Wage Ratna
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.149

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman utama, namun memiliki kandungan nutrisi yang rendah khususnya pada nutrisi mikro seperti zinc yang dapat menyebabkan stunting. Pemuliaan tanaman dalam mengembangkan varietas baru dengan nutrisi tinggi memerlukan dasar untuk memilih genotipe unggul yang akan dikembangkan mulai dari pemetaan dan seleksi tetua. Penelitian dilakukan di Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSIP), Subang dari bulan Agustus 2022 sampai Februari 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebanyak 9 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Pengukuran kandungan zinc pada organ menggunakan alat x-ray fluorescence (XRF) Supreme 8000. Parameter yang diukur adalah kandungan zinc organ beras pecah kulit, kandungan zinc organ daun padi, kandungan zinc organ batang padi, dan kandungan zinc organ akar padi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan seluruh parameter pengamatan memiliki hasil berbeda nyata pada varietas dengan sebaran terbaik pada bagian beras pecah kulit dan daun terdapat pada perlakuan varietas padi lokal mawo, sedangkan pada genotipe dengan kandungan zinc organ akar dan batang terbaik terdapat pada galur murni B13884MR-29-1-1.
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PENAMPILAN MORFOLOGI DAN AGRONOMI GALUR-GALUR PADI ZINC TINGGI BERDASARKAN METODE RAISED BED SYSTEM Aradia Widiantari; Elia Azizah; Pirngadi, Kasdi; Gunarsih, Cucu; Rohaeni, Wage Ratna
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.150

Abstract

Perakitan varietas padi (Oryza sativa L.) tinggi zinc memerlukan evaluasi pada beberapa sifat pertumbuhan dan hasil sebelum akhirnya diseleksi dan dilepas sebagai varietas baru. Metode raised bed system (RBS) merupakan salah satu metode dalam skrining toleransi kekeringan pada tanaman padi yang lebih mudah diatur dan cepat untuk memberikan cekaman kekeringan yang homogen. Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSIP), Subang dari bulan Oktober 2022 sampai Maret 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebanyak 24 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 72 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai, persentase gabah isi dan gabah kering giling per rumpun. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata dalam berbagai galur dan varietas tanaman padi pada cekaman kekeringan metode raised bed system terhadap tinggi tanaman. Galur dengan tinggi tanaman terbaik yaitu galur UDH 13. Sementara pada parameter jumlah anakan produktif dan persentase gabah isi memiliki hasil yang tidak berbeda nyata.
PENGARUH INTERAKSI PENGGUNAAN BOBOT UMBI DAN PEMBERIAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BIBIT KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) GENERASI SATU (G1) VARIETAS GRANOLA Santika, Cucu; Andhika Laksono, Rommy; Pirngadi, Kasdi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6135

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pengaruh interaksi antara penggunaan bobot umbi bibit dan jenis pupuk kandang pertumbuhan tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Penelitian dilaksanakan di Pipe House UPTD Balai Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung pada bulan Juli sampai Oktober 2021. Metode penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 36 unit perlakuan. Faktor pertama adalah bobot umbi yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : b1 = bobot S = 5 gram, b2 = bobot M = 5 – 20 gram, b3 = bobot L = 20 gram. Sedangkan faktor kedua adalah macam pupuk kandang yang terdiri dari 4 taraf, yaitu :  d0 = tanpa pupuk kandang (kontrol), d1 = pupuk kandang kotoran ayam dengan 15 ton/ha, d2 = pupuk kandang kotoran sapi dengan 15 ton/ha, d3 = pupuk kandang kambing dengan 15 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi anatar kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (diameter kanopi) kentang pada umur 63 hst namun tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter kanopi pada umur (21 hst, 35 hst dan 49 hst), persentase tumbuh, bobot umbi per sampel, jumlah umbi per petak dan berat umbi per petak. Pada taraf pemberian pupuk kandang yang memberikan hasil tertinggi adalah perlakuan pupuk kandang ayam (D1) dengan hasil bobot umbi per sampel 2652,93 gram. Sementara pada taraf perlakuan penggunaan bobot umbi yang memberikan hasil tertinggi terhadap bobot umbi per petak adalah perlakuan B3 (Bobot L = 20 gram) dengan nilai 11,53 kg setara dengan 115,53 ton.
PENGARUH JARAK TANAM DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) URINE KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa L.) Ayu Puspita, Adinda; Muhammad Bayfurqon, Fawzy; Pirngadi, Kasdi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jarak tanam dan dosis pupuk organik cair (POC) urine kambing yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L). Percobaan ini dilaksanakan di Lahan Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian tempat ±5 mdpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor yang terdiri dari 3 taraf yaitu, faktor pertama jarak tanam J1 (30 cm x 30 cm), J2 (40 cm x 40 cm), J3 (50 cm x 50 cm). Faktor kedua adalah pupuk organik cair (POC) urine kambing yang terdiri dari 3 taraf yaitu P1 (7,5 cc/l), P2 (15,00 cc/l), P3 (22,5 cc/l). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga mendapatkan 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara jarak tanam dan pupuk organik cair (POC) urine kambing terhadap tinggi tanaman 28 hst dan jumlah daun 28 hst pada tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.).Terdapat jarak tanam yang memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.) yaitu 30 cm x 30 cm dengan pupuk organik cair (POC) urine kambing 7,5 cc/l.
PENGARUH JARAK TANAM DAN BOBOT UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) GENERASI SATU (G1) VARIETAS GRANOLA Purwanti, Rose; Sugiono, Darso; Pirngadi, Kasdi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6154

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu jenis sayuran subtropis yang populer di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan jarak tanam dan bobot umbi yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan UPTD Balai Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada bulan Juli sampai bulan Oktober 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok faktorial terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan, faktor pertama adalah jarak tanam dengan 3 taraf J1 = 70 x 25 cm, J2 = 70 x 30 cm, J3 = 70 x 35 cm. Faktor kedua adalah bobot umbi dengan 3 taraf U1 = 30 gram, U2 = 30 – 60 gram, U3 = 60 gram. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dan bobot umbi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas granola. Secara mandiri perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap bobot umbi/tanaman. Secara mandiri perlakuan bobot umbi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 35 hst dan 49 hst dan jumlah umbi/petak. Perlakuan jarak tanam J3 (70 cm × 35 cm) memberikan hasil tertinggi bobot umbi per tanaman sebesar 1.394,57 g/tanaman. Perlakuan bobot umbi U2 (30 – 60 gram) memberikan hasil tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman umur 35 hst dan 49 hst masing-masing yaitu 37,79 cm dan 54,54 cm dan jumlah umbi/tanaman sebesar 27,67 knol.
PENGARUH JUMLAH TUNAS DAN BOBOT UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum Tuberosum L.) GENERASI DUA (G2) VARIETAS GRANOLA Nata, Hadi; Sugiarto, Sugiarto; Pirngadi, Kasdi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6245

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi jumlah tunas dan bobot umbi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum Tuberosum L.) generasi dua (G2) Varietas Granola. Percobaan dilakukan di lahan  Balai Pengembangan Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan diantaranya: A (tunas 1-2 dan bobot umbi 30 g), B (tunas 1-2 dan bobot umbi 30 - 60 g), C (tunas 1-2 dan bobot umbi 60 g), D (tunas 3-4 dan bobot umbi 30 g), E (tunas 3-4 dan bobot umbi 30 - 60 g), F (tunas 3-4 dan bobot umbi 60 g). Data analisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil Penelitian mensunjukkan terdapat pengaruh nyata perlakuan jumlah tunas dan bobot umbi terhadap jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, dan bobot umbi per petak, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, dan diameter kanopi. Jumlah umbi per tanaman tertinggi 11,63 pada perlakuan F. Bobot umbi per tanaman tertinggi 800,87 g pada perlakuan. Bobot umbi per petak tertinggi 7,62 kg (25,92 t/ha) pada perlakuan F.