Cucu Gunarsih
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Jl. Raya 9 Sukamandi Subang Jawa Barat

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PENAMPILAN MORFOLOGI DAN AGRONOMI GALUR-GALUR PADI ZINC TINGGI BERDASARKAN METODE RAISED BED SYSTEM Aradia Widiantari; Elia Azizah; Pirngadi, Kasdi; Gunarsih, Cucu; Rohaeni, Wage Ratna
Jurnal Agrotech Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.150

Abstract

Perakitan varietas padi (Oryza sativa L.) tinggi zinc memerlukan evaluasi pada beberapa sifat pertumbuhan dan hasil sebelum akhirnya diseleksi dan dilepas sebagai varietas baru. Metode raised bed system (RBS) merupakan salah satu metode dalam skrining toleransi kekeringan pada tanaman padi yang lebih mudah diatur dan cepat untuk memberikan cekaman kekeringan yang homogen. Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSIP), Subang dari bulan Oktober 2022 sampai Maret 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebanyak 24 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 72 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai, persentase gabah isi dan gabah kering giling per rumpun. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata dalam berbagai galur dan varietas tanaman padi pada cekaman kekeringan metode raised bed system terhadap tinggi tanaman. Galur dengan tinggi tanaman terbaik yaitu galur UDH 13. Sementara pada parameter jumlah anakan produktif dan persentase gabah isi memiliki hasil yang tidak berbeda nyata.
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PENAMPILAN MORFOLOGI DAN AGRONOMI GALUR-GALUR PADI ZINC TINGGI BERDASARKAN METODE RAISED BED SYSTEM Aradia Widiantari; Elia Azizah; Pirngadi, Kasdi; Gunarsih, Cucu; Rohaeni, Wage Ratna
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.150

Abstract

Perakitan varietas padi (Oryza sativa L.) tinggi zinc memerlukan evaluasi pada beberapa sifat pertumbuhan dan hasil sebelum akhirnya diseleksi dan dilepas sebagai varietas baru. Metode raised bed system (RBS) merupakan salah satu metode dalam skrining toleransi kekeringan pada tanaman padi yang lebih mudah diatur dan cepat untuk memberikan cekaman kekeringan yang homogen. Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSIP), Subang dari bulan Oktober 2022 sampai Maret 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebanyak 24 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 72 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai, persentase gabah isi dan gabah kering giling per rumpun. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata dalam berbagai galur dan varietas tanaman padi pada cekaman kekeringan metode raised bed system terhadap tinggi tanaman. Galur dengan tinggi tanaman terbaik yaitu galur UDH 13. Sementara pada parameter jumlah anakan produktif dan persentase gabah isi memiliki hasil yang tidak berbeda nyata.
Regenerasi dan Aklimatisasi Kultur Antera Enam Persilangan F1 Padi Sawah Gunarsih, Cucu; Purwoko, Bambang Sapta; Dewi, Iswari Saraswati; Syukur, dan Muhamad
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 44 No. 2 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.596 KB) | DOI: 10.24831/jai.v44i2.13479

Abstract

ABSTRACTThe breeding of rainfed rice tolerant to drought can be accomplished using anther culture. The objectives of this research were to determine regeneration abilities of six F1 anther culture and its acclimatization ability. The experiment was arranged in completely randomized design with 14 replications. The treatments consisted of six F1 derived from crossing:  INPARI 18 x IR83140-B-11-B (G1), INPARI 18 x B12825E-TB-1-25 (G2), INPARI 18 x IR87705-14-11-B-SKI-12 (G3), INPARI 22 x IR83140-B-11-B (G4), Bio-R81 x O18b-1 (G5), Bio-R82-2 x O18b-1 (G6). Media for callus induction was based on N6 medium + 2.0 mg L-1 NAA + 0.5 mg L-1 kinetin + 1.0 mM putresin + 60 g L-1 sucrosa, media for regeneration was based on MS + 0.5 mg L-1 NAA + 2.0 mg L-1 kinetin + 1.0 mM  putresin, and media for rooting was based on  MS + 0.5 mg L-1 IBA + 30 g L-1 sucrosa. The result indicated that all six F1 had different ability in anther culture. Bio-R82-2 x O18-b1 (G6) and  Bio-R81 x O18-b1 (G5) F1 genotype had good response both of callus induction and plant regeneration. These two F1 genotypes also gave the highest ratio of green planlet production to number of anther inoculated (GP:AI) were 5.50% and 4.65%,  respectively. In this research, there were identified doubled haploid plants were developed from 4 F1 derived cross namely G2 (2 plants), G3 (4 plants),  G5 (21 plants), and G6 (26 plants).Keywords: Callus induction, doubled haploid, rice
Yield Trial of Doubled-Haploid Rice Lines with Multiple Abiotic Stress Tolerance Yuana, Hayu Widi; Purwoko, Bambang Sapta; Suwarno, Willy Bayuardi; Dewi, Iswari Saraswati; Gunarsih, Cucu
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 40, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v40i3.94856

Abstract

Rice production is facing a decline due to climate change and land conversion. The development of high-yielding and multi-tolerant abiotic stress rice varieties (such as drought, salinity, and flooding) is needed for adaptation to a changing climate. This research aimed to identify potential doubled-haploid (DH) rice lines with good agronomic performance and high yield through index selection. The study was conducted in the rainy season of 2024, and used a randomized complete block design with a single genotype factor and three replications. The genetic material evaluated consisted of 56 DH rice lines and 5 check varieties, i.e., Inpari 18, Inpari 30, Inpari 34, Inpari 35, and Ciherang. Observation was conducted on plant height (PH), number of vegetative tillers (NVT), number of productive tillers (NPT), days to 50% flowering (DF), days to harvesting (DTH), number of filled grains (NFG), total grains per panicle (TG), panicle length (PL), and productivity. The results showed high heritability in all observed variables, indicating that the variables could be used as selection criteria. The weighted index selection involving PH, NPT, DTH, and productivity resulted in 30 DH rice lines with good agronomic traits such as medium PH, medium NPT, medium maturity, and productivity above the check varieties. Those selected DH lines can be evaluated further in more diverse environments to study the effects of genotype, environment, and G×E interactions.