Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Keamanan Server GraphQL Terhadap Serangan DDOS Dengan Tipe Batch Attack Menggunakan Metode Rate Limiting Diash Firdaus; Sumardi, Idi; Nugraha, Ginanjar
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 7 No. 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2024.7.2.4718

Abstract

GraphQL telah memperkenalkan pergeseran paradigma tentang bagaimana aplikasi berkomunikasi dengan data, menawarkan opsi yang lebih efisien dan ampuh dibandingkan dengan RESTful API tradisional. Namun, atribut yang membuat GraphQL fleksibel dan efisien juga dapat membuatnya rentan terhadap ancaman siber yang ditargetkan, termasuk serangan batch. Eksploitasi ini memanfaatkan kemampuan untuk menggabungkan beberapa kueri atau mutasi ke dalam satu permintaan HTTP, yang dapat menyebabkan server kelebihan beban. Di berbagai industri, termasuk di Facebook, tempat kelahiran GraphQL, teknologi ini digunakan untuk menangani pertukaran data yang rumit antara aplikasi dan basis pengguna yang luas di seluruh dunia. Pembatasan kecepatan muncul sebagai penanggulangan yang tangguh terhadap ancaman serangan batch. Dengan membatasi frekuensi permintaan yang dapat dilakukan pengguna dalam interval waktu tertentu, pembatasan laju melindungi kinerja dan waktu aktif server sekaligus menggagalkan penyalahgunaan. Pendekatan ini tidak hanya membantu dalam manajemen sumber daya server yang bijaksana tetapi juga bertindak sebagai pencegah terhadap aktor jahat yang ingin memanfaatkan sistem. Data empiris mengungkapkan bahwa pembatasan laju efektif dalam mengurangi beban CPU dan Memori secara substansial, mengurangi penggunaan CPU rata-rata dari 4,8% menjadi 0,86% dan penggunaan Memori dari 87MB menjadi 49,6MB selama serangan. Sebaliknya, server tanpa pembatasan kecepatan mengalami lonjakan konsumsi CPU dan Memori setiap beberapa detik, sedangkan dengan pembatasan kecepatan, lonjakan seperti itu terbatas pada 5 detik awal. Bukti ini menggarisbawahi bahwa pembatasan kecepatan memungkinkan server untuk mempertahankan kinerja dan ketersediaan dalam menghadapi potensi serangan. Kata kunci: DdoS, GraphQL, Batch Attack ------------------------------------------------------- Abstract GraphQL has introduced a paradigm shift in how applications communicate with data, offering a more streamlined and potent option compared to traditional RESTful APIs. However, the very attributes that make GraphQL flexible and efficient can also render it vulnerable to targeted cyber threats, including batch attacks. These exploits leverage the capability to bundle multiple queries or mutations into a single HTTP request, which can lead to server overload. Across various industries, including at Facebook, the birthplace of GraphQL, this technology is employed to handle intricate data exchanges between applications and a vast user base worldwide. Rate limiting emerges as a formidable countermeasure to the threat of batch attacks. By capping the frequency of requests a user can initiate within a specified time interval, rate limiting safeguards server performance and uptime while thwarting misuse. This approach not only aids in the judicious management of server resources but also acts as a deterrent against malicious actors seeking to take advantage of the system. The empirical data reveals that rate limiting is effective in substantially reducing the strain on CPU and Memory, decreasing average CPU usage from 4.8% to 0.86% and Memory usage from 87MB to 49.6MB during an attack. In contrast, servers without rate limiting experience a surge in CPU and Memory consumption every few seconds, whereas with rate limiting, such a spike is confined to the initial 5 seconds. This evidence underscores that rate limiting enables servers to sustain performance and availability in the face of potential attacks. Keywords: DdoS, GraphQL, Batch Attack
Preparation of Information Security Risk Management Based on Iso / IEC 27001: 2022 at Diskominfo West Java Province Nugraha, Ginanjar; Nurhasanah, Ina Siti; Sumardi, Idi; Nugraha, Yuda Prasetia
International Journal of Marketing & Human Resource Research Vol. 6 No. 1 (2025): International Journal of Marketing and Human Resource Research
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/ijmhrr.v6i1.2596

Abstract

Information security and awareness of the dangers of information leakage are the most important things in information technology, especially information that is classified and has strategic value. Information security risk management is an approach organizations use to identify, distribute, measure, and manage risks related to information security, which, if left unchecked, can paralyze existing business process activities in the organization. In carrying out its business processes, the West Java Province Diskominfo still has risk problems, namely that information security incidents often disrupt institutional business processes, where some incidents can be handled directly (reactively) in the field. However, several other incidents require planning and time. There are quite a few solutions, and there is no proper supervision and planning in managing data and information security, so Information Security Risk Management based on ISO/IEC 27001:2022 is needed. The results of this research show that there are forty-one information security risks in the West Java Province Diskominfo, and recommendations have been given for each risk in accordance with the ISO/IEC 27001:2022 standard.
Implementasi Metode Rapid Application Development (Rad) Dalam Pengembangan Aplikasi Sistem Manajemen Keuangan Digital Umkm Menggunakan Framework Laravel Kosidin, Kosidin; Nugraha, Ginanjar; Affandi, Adityo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64142

Abstract

Latar belakang: UMKM berkontribusi sebesar 61,07% terhadap PDB Indonesia, namun sekitar 87% masih menggunakan pencatatan keuangan secara manual. Kondisi ini menyebabkan proses pengambilan keputusan bisnis kurang efektif dan berisiko terjadi kesalahan pencatatan. Oleh karena itu, digitalisasi sistem manajemen keuangan menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM di era ekonomi digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi sistem manajemen keuangan digital untuk UMKM menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) berbasis framework Laravel serta menganalisis tingkat penerimaan pengguna menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Metode: Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan metode RAD yang meliputi tahap Requirements Planning, User Design, Construction, dan Cutover. Subjek penelitian melibatkan 40 UMKM di Kota Bandung dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan User Acceptance Testing (UAT), serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan TAM. Hasil: Sistem berhasil dikembangkan dalam 6 bulan dengan 8 modul dan 34 fitur menggunakan arsitektur Laravel-MySQL. Pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan 98,7% dengan waktu respons 1,84 detik. Nilai System Usability Scale (SUS) mencapai 78,4 (kategori baik), dan analisis TAM menunjukkan tingkat penerimaan pengguna tinggi dengan 87,3% responden berniat menggunakan sistem secara berkelanjutan. Kesimpulan: Pengembangan sistem manajemen keuangan digital berbasis RAD dan Laravel terbukti efektif, menghasilkan sistem yang mudah digunakan dan memiliki tingkat penerimaan pengguna yang tinggi sehingga dapat mendukung transformasi digital UMKM.
From Convenience To Risk: Spreadsheet Characteristics And Shadow IT In E-Government Implementation In Indonesia Nugraha, Ginanjar; Munir; Dirgantari, Puspo Dewi
Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 6 No. 1: MARET 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Infromasi UMK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/decode.v6i1.1599

Abstract

This study investigates how specific spreadsheet characteristics influence Shadow IT emergence in e-government implementations, examining the digital literacy and organizational context in rural and urban government settings. Employing a mixed-methods approach, this research surveyed 285 government employees across 45 government offices implementing e-government systems in Indonesia. Structural Equation Modeling analyzed relationships between spreadsheet characteristics and Shadow IT adoption. Qualitative interviews with 32 participants provided contextual insights through thematic analysis.Results reveal that spreadsheet flexibility (β = 0.42, p < 0.001) and user autonomy (β = 0.38, p < 0.001) significantly predict Shadow IT adoption. Digital literacy negatively moderates these relationships (β = -0.23, p < 0.01), with lower literacy strengthening the spreadsheet-Shadow IT link. Rural contexts show 34% higher Shadow IT prevalence compared to urban settings.