Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi Siswa “Extrovert” dalam Mempelajari Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Arif, Ummi Qalsum
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2020): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v6i2.1013

Abstract

Berbicara adalah salah satu keterampilan yang paling diprioritaskan untuk dikuasai oleh siswa karena mereka akan lebih mudah memahami materi dan mereka akan lebih mudah untuk menanyakan sesuatu dalam bahasa Inggris ketika merasa bingung. Faktanya, para guru dan siswa perlu lebih berhati-hati dalam beberapa faktor internal yang mungkin mempengaruhi siswa dalam menguasai bahasa Inggris. Keberhasilan pembelajaran berbicara tidak selalu bergantung pada strategi yang diterapkan oleh guru di kelas, Namun keberhasilannya juga berpengaruh besar dari strategi yang digunakan siswa dalam pembelajaran berbicara. Salah satu faktor internal yang dapat mengganggu penguasaan berbicara siswa adalah kepribadian. Ekstrovert memiliki pengaruh terbesar dalam pembelajaran bahasa terutama dalam meningkatkan keterampilan berbicara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh siswa ekstrovert dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah lima siswa ekstrovert di International Class Program (ICP) kelas XI SMA Laboratorium UM. Alat tes kepribadian, catatan observasi lapangan, dan wawancara tidak terstruktur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa ekstrovert menggunakan strategi Kognitif, Meta kognitif dan Sosial dalam mempelajari kemampuan berbicara. Selain itu, dalam strategi kognitif dan sosial, siswa ekstrovert selalu berbicara bahasa Inggris dengan orang yang mereka temui dan mereka merasa nyaman untuk berbicara bahasa Inggris dengan banyak orang di sekitar mereka. Kata Kunci: strategi, berbicara, kepribadian, ekstrovert
Peningkatan Kemampuan Membaca Teks Bahasa Inggris Melalui Pembelajaran Phonemic Awarennes Mare, Fransiska Jone; Arif, Ummi Qalsum
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i2.740

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca teks bahasa inggris peserta didik kelas VII SMPN Satap Riangpuho. Peningkatan kemampuan membaca ini dilakukan dengan pengenalan bunyi fonem Phonemic Awareness masing-masing huruf sehingga siswa dapat membaca banyak kata dalam bahasa inggris. Kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan metode ceramah, lagu dan demonstrasi. Luaran dari kegiatan ini adalah adanya sebuah lagu yang berkaitan dengan bunyi fonem masing-masing huruf dalam bahasa inggris. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa ada beberapa siswa masih lamban membaca sehingga dibutuhkan perhatian khusus oleh tim pengabdian.
Analisis Wacana Kritis Tentang Perempuan Dalam Stiker Angkutan Kota di Kota Larantuka Mare, Fransiska Jone; Arif, Ummi Qalsum
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11120

Abstract

Bahasa stiker akan menjadi sebuah wacana apa bila adanya konteks yang menyertainya. Wacana dalam stiker pada penelitian ini dikhususkan pada perempuan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena gejala sosial yang terjadi pada perempuan dalam kehidupan di masa dulu hingga masa sekarang. Analisis wacana kritis yang dipakai dalam artikel ini menggunakan model Norman Fairchlough. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stiker pada angkutan kota Larantuka menunjukkan adanya perubahan cara memperlakukan perempuan sebagai bentuk kekuasaan laki-laki atas perempuan. Pada praktek sosiokultural terdapat tiga tingkatan yakni, Pertama, Tingkat situasional menekankan pada gaya hidup, tuntutan ekonomi, seksualitas dan pola pikir. Kedua Tingkat Institusional, pada tingkat ini subjek-subjek yang terlibat menunjukkan kekuasaannya atas perempuan melalui bahasa kritik yang vulgar dan terbuka. Ketiga, Tingkat sosial, pada Tingkat ini melihat pada situasi-situasi makro dalam masyarakat dimana pada bidang budaya terlah mengalami pergeseran cara memperlakukan perempuan, serta dari bidang ekonomi, tuntutan hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA MELALUI PELATIHAN INTERAKTIF BERBASIS PRAKTIK Arif, Ummi Qalsum
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.4695

Abstract

Public speaking is an essential skill for university students as future professionals across various fields. However, many students still face difficulties in expressing ideas clearly and convincingly, mainly due to a lack of confidence, experience, and understanding of effective communication techniques. This community service program aimed to provide structured training that not only introduced theoretical concepts but also offered hands-on practice through interactive activities. The methods included lectures, workshops, presentation simulations, and final evaluations to assess participants’ progress. Results showed that around 90 % of participants experienced significant improvement in confidence, content mastery, presentation structure, and appropriate use of body language. Participants also reported that the training helped them manage nervousness and enhance adaptability in diverse speaking situations. Overall, the program proved effective in equipping students with relevant and applicable public speaking skills suited to both academic and professional environments. Additionally, the program encouraged students to continue practicing independently, broaden their understanding of modern communication strategies, and build collaborative networks with peers who share similar interests in self-development and professional competence. This initiative is expected to create a supportive and sustainable learning environment for the future development of students’ speaking abilities.
Supporting English Public Speaking Development: A Community Service Activity in Speech Judging Arif, Ummi Qalsum
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): May 2026 In Press
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/wnwa1w85

Abstract

Public speaking is a crucial skill in English language learning, particularly in English as a Foreign Language (EFL) contexts. However, many learners face challenges such as anxiety, limited exposure, and lack of structured practice. This study reports a community service activity aimed at improving English public speaking skills through speech judging training for Senior High School level. The program involves workshops, simulations, and evaluative practices. Using a mixed methods approach, data were collected through observation, performance assessment, and participant feedback. The findings reveal that integrating speech judging into training significantly enhances learners’ fluency, confidence, and critical thinking. The study suggests that community based programs can provide effective platforms for developing communicative competence in EFL
THE IMPLEMENTATION OF HOT CHAIR GAME IN TEACHING SPEAKING SKILL AT THE SECOND SEMESTER OF ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS Arif, Ummi Qalsum
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10187

Abstract

ABSTRACT Speaking is a crucial component of English language learning in EFL contexts, yet many university students encounter difficulties in expressing their ideas orally due to limited vocabulary, low confidence, and speaking anxiety. This study focuses on the use of the Hot Chair Game as an interactive learning strategy to enhance the speaking skills of second-semester students in the English Education Study Program at IKTL. The research employed a descriptive qualitative design. Data were collected through classroom observations, field notes, and students’ reflective written responses over four instructional meetings. Data were analyzed through descriptive qualitative analysis focusing on patterns of speaking performance, classroom interaction, and learning engagement. The findings reveal that the Hot Chair Game resulted in observable improvements in students’ vocabulary recall, speaking fluency, and willingness to participate in oral activities. In addition, students demonstrated increased confidence and reduced speaking anxiety, as indicated by more frequent voluntary responses and sustained oral interaction during classroom activities. Although some challenges remained, such as limited vocabulary mastery and occasional reliance on their native language, students gradually adapted to English-speaking situations. Overall, the results indicate that the Hot Chair Game is an effective and engaging alternative strategy for improving speaking skills in higher education, as it fosters active participation, reduces anxiety, and enhances communicative competence in EFL classrooms. ABSTRAK Speaking merupakan komponen penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris dalam konteks EFL, namun banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengekspresikan ide secara lisan akibat keterbatasan kosakata, rendahnya rasa percaya diri, dan kecemasan berbicara. Penelitian ini berfokus pada penggunaan Hot Chair Game sebagai strategi pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa semester dua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di IKTL. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, catatan lapangan, dan respon reflektif tertulis mahasiswa selama empat kali pertemuan pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan fokus pada pola kemampuan berbicara mahasiswa, interaksi kelas, dan keterlibatan belajar selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Hot Chair Game menghasilkan peningkatan dalam kemampuan mengingat kosakata, kelancaran berbicara, serta kemauan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam aktivitas lisan. Selain itu, mahasiswa menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan penurunan kecemasan berbicara, yang ditandai dengan meningkatnya respon sukarela serta interaksi lisan yang lebih berkelanjutan di kelas. Meskipun masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan kosakata dan penggunaan bahasa ibu secara sesekali, mahasiswa secara bertahap mampu beradaptasi dalam situasi berbahasa Inggris. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Hot Chair Game merupakan strategi alternatif yang efektif dan menarik dalam meningkatkan keterampilan berbicara di perguruan tinggi karena mampu mendorong partisipasi aktif, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kompetensi komunikatif dalam konteks EFL.