Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Implementation of Cake English Learning Appplication in Teaching Pronunciation for EFL Secondary School Graders Arif, Ummi Qalsum; Kleden, Emilia Triaryeti
English Learning Innovation (englie) Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/englie.v6i1.37524

Abstract

This study explores the implementation of the Cake English Learning App as a tool to enhance pronunciation skills among eighth-grade students at SMPN 1 Larantuka. Employing a qualitative approach, data were gathered through classroom observations and interviews with students and teachers to assess the app’s effectiveness and identify its strengths and weaknesses. The results show that the app’s interactive features, such as gamified quizzes, video lessons, and speech recognition, significantly improved student engagement, motivation, and pronunciation accuracy. Students particularly appreciated activities like quizzes and short educational films, which provided an immersive and enjoyable learning experience. However, several challenges emerged, including the app’s reliance on a stable internet connection, the need for adequate device storage, and access to premium features requiring additional payments. Furthermore, some students noted limitations, such as a lack of translations in certain video tutorials and interruptions caused by advertisements. Despite these drawbacks, students expressed positive reactions, citing the app’s user-friendly interface and the ability to practice independently at their own pace as key benefits. To address these issues, solutions such as expanding offline access, offering more instructional videos, and reducing dependency on ads were proposed. This study underscores the potential of mobile-assisted language learning tools, particularly in rural or resource-limited settings, as an effective supplement to traditional teaching methods. By integrating technology like the Cake App, educators can enhance pronunciation instruction, foster student confidence, and create a more engaging classroom environment. The findings contribute to the growing discourse on leveraging digital tools in language education, offering practical recommendations for their integration into curricula to support learners’ linguistic development and address contextual challenges.
Strategi Siswa “Extrovert” dalam Mempelajari Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Arif, Ummi Qalsum
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2020): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v6i2.1013

Abstract

Berbicara adalah salah satu keterampilan yang paling diprioritaskan untuk dikuasai oleh siswa karena mereka akan lebih mudah memahami materi dan mereka akan lebih mudah untuk menanyakan sesuatu dalam bahasa Inggris ketika merasa bingung. Faktanya, para guru dan siswa perlu lebih berhati-hati dalam beberapa faktor internal yang mungkin mempengaruhi siswa dalam menguasai bahasa Inggris. Keberhasilan pembelajaran berbicara tidak selalu bergantung pada strategi yang diterapkan oleh guru di kelas, Namun keberhasilannya juga berpengaruh besar dari strategi yang digunakan siswa dalam pembelajaran berbicara. Salah satu faktor internal yang dapat mengganggu penguasaan berbicara siswa adalah kepribadian. Ekstrovert memiliki pengaruh terbesar dalam pembelajaran bahasa terutama dalam meningkatkan keterampilan berbicara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh siswa ekstrovert dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah lima siswa ekstrovert di International Class Program (ICP) kelas XI SMA Laboratorium UM. Alat tes kepribadian, catatan observasi lapangan, dan wawancara tidak terstruktur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa ekstrovert menggunakan strategi Kognitif, Meta kognitif dan Sosial dalam mempelajari kemampuan berbicara. Selain itu, dalam strategi kognitif dan sosial, siswa ekstrovert selalu berbicara bahasa Inggris dengan orang yang mereka temui dan mereka merasa nyaman untuk berbicara bahasa Inggris dengan banyak orang di sekitar mereka. Kata Kunci: strategi, berbicara, kepribadian, ekstrovert
Peningkatan Kemampuan Membaca Teks Bahasa Inggris Melalui Pembelajaran Phonemic Awarennes Mare, Fransiska Jone; Arif, Ummi Qalsum
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i2.740

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca teks bahasa inggris peserta didik kelas VII SMPN Satap Riangpuho. Peningkatan kemampuan membaca ini dilakukan dengan pengenalan bunyi fonem Phonemic Awareness masing-masing huruf sehingga siswa dapat membaca banyak kata dalam bahasa inggris. Kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan metode ceramah, lagu dan demonstrasi. Luaran dari kegiatan ini adalah adanya sebuah lagu yang berkaitan dengan bunyi fonem masing-masing huruf dalam bahasa inggris. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa ada beberapa siswa masih lamban membaca sehingga dibutuhkan perhatian khusus oleh tim pengabdian.
Analisis Wacana Kritis Tentang Perempuan Dalam Stiker Angkutan Kota di Kota Larantuka Mare, Fransiska Jone; Arif, Ummi Qalsum
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11120

Abstract

Bahasa stiker akan menjadi sebuah wacana apa bila adanya konteks yang menyertainya. Wacana dalam stiker pada penelitian ini dikhususkan pada perempuan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena gejala sosial yang terjadi pada perempuan dalam kehidupan di masa dulu hingga masa sekarang. Analisis wacana kritis yang dipakai dalam artikel ini menggunakan model Norman Fairchlough. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stiker pada angkutan kota Larantuka menunjukkan adanya perubahan cara memperlakukan perempuan sebagai bentuk kekuasaan laki-laki atas perempuan. Pada praktek sosiokultural terdapat tiga tingkatan yakni, Pertama, Tingkat situasional menekankan pada gaya hidup, tuntutan ekonomi, seksualitas dan pola pikir. Kedua Tingkat Institusional, pada tingkat ini subjek-subjek yang terlibat menunjukkan kekuasaannya atas perempuan melalui bahasa kritik yang vulgar dan terbuka. Ketiga, Tingkat sosial, pada Tingkat ini melihat pada situasi-situasi makro dalam masyarakat dimana pada bidang budaya terlah mengalami pergeseran cara memperlakukan perempuan, serta dari bidang ekonomi, tuntutan hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA MELALUI PELATIHAN INTERAKTIF BERBASIS PRAKTIK Arif, Ummi Qalsum
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.4695

Abstract

Public speaking is an essential skill for university students as future professionals across various fields. However, many students still face difficulties in expressing ideas clearly and convincingly, mainly due to a lack of confidence, experience, and understanding of effective communication techniques. This community service program aimed to provide structured training that not only introduced theoretical concepts but also offered hands-on practice through interactive activities. The methods included lectures, workshops, presentation simulations, and final evaluations to assess participants’ progress. Results showed that around 90 % of participants experienced significant improvement in confidence, content mastery, presentation structure, and appropriate use of body language. Participants also reported that the training helped them manage nervousness and enhance adaptability in diverse speaking situations. Overall, the program proved effective in equipping students with relevant and applicable public speaking skills suited to both academic and professional environments. Additionally, the program encouraged students to continue practicing independently, broaden their understanding of modern communication strategies, and build collaborative networks with peers who share similar interests in self-development and professional competence. This initiative is expected to create a supportive and sustainable learning environment for the future development of students’ speaking abilities.