Penelitian ini menguraikan tentang bentuk perencanaan karir siswa dalammenanggulangi fenomena putus sekolah di Kabupaten Sumenep. Diantaraproblem pendidikan yang menjadi perhatian stakeholders pendidikan adalahmasih tingginya angka putus sekolah, khususnya di Kabupaten Sumenep. Banyakfaktor yang menjadi penyebab anak putus sekolah, diantaranya ialah kurangmampu secara ekonomi, maraknya tradisi pernikahan dini, dan tradisi merantauke Jakarta. Selain itu kurangnya pemahaman yang komprehenshif tentang karirjuga turut menjadi penyebab anak putus sekolah, sehingga dibutuhkanperencanaan dan perancangan keputusan pemilihan pekerjaan dan jabatan yangsesuai dengan passion dan kemampuan yang dimiliki, Oleh karena itu fokuskajian dalam penelitian ini yaitu faktor-faktor dominan penyebab anak putussekolah, bentuk-bentuk perencanaan karir siswa, dan keterlibatan pihakpemerintah dan lembaga pendidikan dalam menanggulangi fenomena putussekolah di Kabupaten Sumenep. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode kualitatif fenomenologis, Studi fenomenologis dalam penelitian inimenggali informasi berkenaan dengan pengalaman, perasaan dan sikap yangmuncul atas perasaan tersebut dari beberapa informan yang di antaranya adalahpeserta didik di Kabupaten Sumenep, pemangku kebijakan di sekolah, instansiyang membawahi atau berhubungan dan pemerintah kota KabupatenSumenepdengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan FGD. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor dominan yang menjadi pemicutimbulnya fenomena putus sekolah yang ada di Kabupaten Sumenep yaitu faktorperantauan, faktor pernikahan dini, faktor perhatian & pengawasan orang tua,faktor budaya & lingkungan, faktor kurangnya kesadaran tentang pendidikan,dan faktor seni tradisional. Adapun bentuk-bentuk perencanaan karir siswadilakukan melalui tiga langkah, yaitu penilaian diri, eksplorasi karir, identifikasikarir dan penetapan tujuan karir. Sedangkan bentuk keterlibatan pihakpemerintah dan lembaga pendidikan dalam menanggulangi fenomena putussekolah di Kabupaten Sumenep berupa bantuan biaya pendidikan, bantuandermawan, program penyuluhan, dan family coaching.