Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVIEW FOOD ENGINEERING HEALTHY FOOD Centella asiatica TO PREVENT STUNTING IN TODDLERS Annisa Ridlayanti; Yuliani, Anita; Masdinarsyah, Imas; Suryadi, Astuti; Stefany T, Gabriel; Asqalani, M Syakieb
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 9 No. 1 (2025): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, January 2025
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v9i1.2025.98-106

Abstract

Background: WHO ranked Indonesia as the third country with the highest prevalence of stunting in Asia. In Indonesia, 1 in 3 children under five is potentially stunted (26.6%) (Prendergast & Humphrey, 2014). Stunting is a chronic nutritional problem caused by a long lack of nutritional intake. (Eka Kusuma & Nuryanto, 2013). In Indonesia, Centella is easy to get because it grows in the tropics. Benefits of Centella in addition to being a source of vegetable protein as well as antioxidants, anti-inflammatory, nerve protectors, strengthening the brain nerves, making concentration and memory higher, and can prevent stunting. Preliminary studies show that 8 out of 10 children like processed healthy foods in the form of brownies, nuggets, crackers, and seaweed candies that Centella has added. Accounting nutritional facts from the healthy food Centella is the purpose study. Method: This research is an advanced study of exploratory study with a pre-experimental approach model one shoot case study. At this stage, this study used a laboratory test in the form of nutritional facts tests. Some of these tests will be conducted at the food engineering laboratory of Pasundan University Bandung. Result: The results show that the nutritional content in 1 cupcake brownie with 5 variants of toppings (choco chips, almonds, cheese, nuts, white chips) shows the content of Kkal/ 100 grams range from 319.97-322.44 Kcal, and the percentage of Calories Nutritional Rate Adequacy is 100 grams range from 16.00 - 16.19%. Conclusion : Therefore, Centella’s innovation as a healthy snack to overcome stunting growth in toddlers can be developed as a healthy natural product as one of the characteristics of Indonesian food.
Pemberdayaan Kelompok Remaja Santriwati untuk Pencegahan Stunting dan Anemia di 'Aisyiyah Boarding School Ridlayanti, Annisa; Nurhayati, Nurhayati; Masdinarsyah, Imas; Mulyanti, Mulyanti; Suryadi, Astuti; Indo, Selsie Putri; Indahwati, Dian; Wardani, Rachma; Indriana, Susi
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i1.103

Abstract

Remaja merupakan salah satu kunci dalam pencegahan stunting. Salah satu masalah yang dihadapi remaja perempuan (23%) adalah anemia defisiensi besi dan angka kejadiannya lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki. Tujuan program ini memiliki beberapa tujuan, antara lain menindaklanjuti dan mengevaluasi hasil pengukuran kadar Hb pada skrining pertama, mengukur IMT, membentuk kelompok remaja sebagai kader peduli stunting. Metode program ini menggunakan pendekatan kuantitatif, observasional analitik dan pra eksperimental. Peserta program adalah seluruh santriwati di 'Aisyiyah Boarding School yang hadir berjumlah 62 orang. Pelaksana memberikan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang pos pelayanan terpadu remaja, stunting dan anemia. Pelaksana juga melakukan pengukuran kadar Hb, tinggi badan, dan berat badan serta riwayat konsumsi Fe. Hasil program didapatkan IMT remaja normal sebesar 69,4%, IMT remaja kurus ringan 9,7%, kelebihan berat badan 3,2%, obesitas ringan 8,1%, sedangkan obesitas berat 9,7%. Kadar Hb remaja normal sebesar 85,5% dan remaja dengan anemia ringan sebesar 14,5%. Hasil pengukuran pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi remaja, posyandu remaja, dan peran kader sebesar 5,8%. Program menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman pada kelompok remaja sebelum dan sesudah intervensi. Terdapat 6 orang kader remaja yang memiliki pemahaman yang baik mengenai stunting dan anemia di Aisyiyah Boarding School.