Remaja merupakan salah satu kunci dalam pencegahan stunting. Salah satu masalah yang dihadapi remaja perempuan (23%) adalah anemia defisiensi besi dan angka kejadiannya lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki. Tujuan program ini memiliki beberapa tujuan, antara lain menindaklanjuti dan mengevaluasi hasil pengukuran kadar Hb pada skrining pertama, mengukur IMT, membentuk kelompok remaja sebagai kader peduli stunting. Metode program ini menggunakan pendekatan kuantitatif, observasional analitik dan pra eksperimental. Peserta program adalah seluruh santriwati di 'Aisyiyah Boarding School yang hadir berjumlah 62 orang. Pelaksana memberikan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang pos pelayanan terpadu remaja, stunting dan anemia. Pelaksana juga melakukan pengukuran kadar Hb, tinggi badan, dan berat badan serta riwayat konsumsi Fe. Hasil program didapatkan IMT remaja normal sebesar 69,4%, IMT remaja kurus ringan 9,7%, kelebihan berat badan 3,2%, obesitas ringan 8,1%, sedangkan obesitas berat 9,7%. Kadar Hb remaja normal sebesar 85,5% dan remaja dengan anemia ringan sebesar 14,5%. Hasil pengukuran pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi remaja, posyandu remaja, dan peran kader sebesar 5,8%. Program menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman pada kelompok remaja sebelum dan sesudah intervensi. Terdapat 6 orang kader remaja yang memiliki pemahaman yang baik mengenai stunting dan anemia di Aisyiyah Boarding School.
Copyrights © 2026