Gatot Wibowo
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jawa Dwipa

STRATEGI DAN MANAJEMEN KINERJA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA ORGANISASI Gatot Wibowo
Jawa Dwipa Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v5i1.86

Abstract

Ciri kas keanekaragaman perbedaan dan permasalahan eksternal dalam usaha integrasibudaya organisasi sebagai suatu sistem nilai, kepercayaan dan kebiasaan yang salingberinteraksi dengan struktur sistem formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku yangdigambarkan dalam bentuk pola dari kepercayaan, simbol, ritual dan mitos, berkembang dalamwaktu yang berfungsi sebagai perekat komunikatif, melibatkan : Pengalaman, filosofi,ekspektasi dan nilai sehingga penerapan strategi dan manajemen kinerja dalam budayaorganisasi terefleksikan dalam kegiatan mereka, mulai dari interaksinya dengan orang lain,caranya bekerja dan ekspektasi di masa depan. Power budaya organisasi dalam penyusunan strateginya menggunakan planing mode dan evolutionary mode, statmen analisisnya terletakpada perubahan rasional yang dikembangkan para pemikir perspektif modern dengan modelanalisis SWOT : analisis, formulasi, implementasi. Eksinternalisasi analisnya digunakanmenawan : ancaman, peluang, kekuatan dan kelemahan dengan 4 dimensi strateginya : Inovasi,Diferensiasi Pasar, Jangkauan, Pengendalian biaya dan terprogramnya perencanaan,pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dengan didukung teori RBV yangmempengaruhi kinerja dalam budaya berorganisasi. Tipe budaya organisasi yang kuat dan yanglemah akan berbeda, karena sistem nilai dan statmen kebijakan yang direalisasikan olehpraktisinya, karakteristiknya terdapat pada : Inovasi dan keberanian mengambil risiko,Perhatian terhadap detail, Orientasi hasil, Orientasi orang, Orientasi tim, dan Agresivitasdengan stabilitas toleransi konflik yang mempertahankan status quo menghadapi limitets lawandari perkembangannya, mencakup : Kerapian Administrasi, Kedisiplinan, Inovasi, danPembagian wewenang yang diterapkannya.