Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Penggunaan Internet dalam Membangun Sociopreneur pada Remaja Desa Kedungrejo Bojonegoro Fakhri, Syaiful; Fitriana, Yeny Famila Fasca
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1222

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kedungrejo, Kedungadem, Bojonegoro, dengan subjek para remaja desa berusia antara 16 - 22 Tahun. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan arahan dan optimalisasi dalam penggunaan internet oleh para remaja, agar dapat membangun jiwa sociopreneur dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh desa melalui kewirausahaan. Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode quisiooner dan pemaparan materi terkait optimalisasi internet dalam memanfaatkan potensi desa. Quisioner diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi dengan jumlah peserta sebanyak 60 remaja. Hasil yang diperoleh dari quisioner diketahui bahwa sebanyak  97%  remaja merasa terbantu dengan kehadiran internet masuk desa, dan 100% telah mengetahui bahwa internet dapat dijadikan sebagai media usaha. Namun sebanyak 62% remaja belum mengetahui potensi desa yang dapat dijadikan sebagai upaya untuk membangun usaha. Setelah diberikan pemaparan materi para remaja diajak untuk mencoba menggali ide atau gagasan mengenai potensi desa melalaui quisioner dengan diberikan 3 pilihan bidang usaha dan hasil yang diperoleh adalah sebanyak 45% remaja ingin mengembangkan desa wisata, 35% sector pertanian, dan 20% sector peternakan. Desa Wisata memiliki daya Tarik tertinggi karena Desa Kedungrejo memiliki beberapa event karnaval tahunan yang dapat menjadi daya tarik orang luar dan dapat dikembangkan melalui promosi media social. Sehingga harapannya adalah dapat menjadikan sebuah pemasukan tambahan bagi UMKM sekitar. Selanjutnya dalam penelitian ini masih terdapat kekurangan yaitu belum dilaksanakannya evaluasi dan monitoring berkelanjutan agar masyarakat desa memang benar-benar merasakan manfaat dengan kehadiaran remaja penggerak dalam membangun socipreneur
Fear of Failure pada Mahasiswa Lulusan Fresh Graduate Ditinjau dari Dukungan Keluarga Oktarinanda, Aviara Noor; Fakhri, Syaiful
Psyche 165 Journal Vol. 18 (2025) No. 1
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v18i1.463

Abstract

Mahasiswa yang telah menyelesaikan masa studi atau fresh graduate kemudian selanjutnya akan memasuki dalam dunia karirnya. Namun, keraguan dan ketidakpastian akan peluang karir menimbulkan sebuah rasa takut akan kegagalan (fear of failure). Berkaitan dengan adanya sebuah perasaan fear of failure pada mahasiswa lulusan baru, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap fear of failure yang dialami oleh fresh graduate UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian ini adalah fresh graduate yang lulus ≤ 1 tahun terakhir, dengan total sampel sejumlah 358 responden yang terdiri dari delapan Fakultas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala yaitu skala dukungan keluarga dan fear of failure (PFAI) yang dikembangkan dari aspek fear of experiencing shame and embarrassment, fear of devaluing one’s self-estimate, fear of having an uncertain future, fear of important others losing interest, dan fear of upsetting important others. Sementara teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif antara dukungan keluarga dengan fear of failure pada fresh graduate UIN Sunan Kalijaga (p<.001). Artinya dukungan keluarga yang semakin tinggi akan menurunkan fear of failure yang dialami para mahasiswa fresh graduate, dan sebaliknya. Sementara sumbangan efektif dukungan keluarga dalam mempengaruhi fear of failure ditunjukkan sebesar 21.9%. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa dukungan perlu diberikan dari keluarga kepada fresh graduate agar dapat mengurangi fear of failure yang dialami setelah kelulusan sebagai mahasiswa.
Changing Paths and Surviving as an Entrepreneur: Psychological Resilience in Layoff Victims Fakhri, Syaiful
Jurnal Humanitaria Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hum.v2i2.3050

Abstract

The Covid-19 pandemic that has passed has brought about changes in the economic life of the community, including in livelihoods. Not a few people had to change professions due to layoffs from their companies during the pandemic, and now they are turning into entrepreneurs or opening businesses to meet their daily needs. This study aims to provide an overview of the dynamics of psychological resilience in business actors affected by layoffs from the co-19 pandemic with a qualitative phenomenological approach. Informants in this study involved 2 people who are entrepreneurs. The informant criteria are workers who have been affected by layoffs during the pandemic, have a business, and are currently not returning to formal employment. The data collection methods used were interviews and observations. The results showed that psychological resilience in the two informants was described by Tenacity, Strength, and Optimism. Tenacity can be seen from the determination to run a business after being laid off, believing that fortune has been arranged by God and the informant's gratitude brings a path to entrepreneurship. Strenght is seen from the attitude of willingness to sacrifice, a strong intention to run, and from the family who helped strengthen what the informant is currently living. Optimism in informants, namely informants believe in what is currently being lived as a life choice, and persistence to see the prospects of the business being undertaken for their future lives.Keywords: Entrepreneur, Layoff Victims, Resilience.
The Protective Role of Emotional Regulation and Family Support Against Burnout in Sandwich Generation Workers Fakhri, Syaiful; Fitriana, Yeny Famila Fasca
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/njbss.2025127-44

Abstract

Abstract. Burnout is a long-term reaction to emotional stress and stress resulting from friction between workers and their jobs. The purpose of this study was to determine the complex relationship between emotional regulation and family support with burnout problems in the sandwich generation. This study used a quantitative correlational method with burnout as the dependent variable and emotional regulation and family support as independent variables. The measurement of these variables used 3 scales, namely the Burnout scale measured by the Maslach Burnout Inventory-General Survey scale based on aspects of exhaustion, cynicism and professional efficacy. Emotional regulation was measured using the Emotion Regulation Questionnaire scale by Gross & John ERQ measuring aspects of cognitive reappraisal strategies and aspects of expressive suppression strategies. While family support was measured using a scale  adaptation and translation of the Perceived Social Support Family and Friend (PSS-Fa and PSS-Fr) scale by Procidano & Heller based on aspects of emotional support, information, and feedback. The subjects were N=120 sandwich generation workers. The results of this study are that there is a significant relationship between emotional regulation and family support with burnout in sandwich generation workers, where emotional regulation provides an effective contribution of 50.2% while family support is 41.4%.This suggests that workplace and family interventions aimed at enhancing coping strategies and support systems are critical for mitigating burnout in this sandwich generation   Abstrak. Burnout merupakan reaksi jangka panjang terhadap stres secara emosional dan stres akibat dari pergesekan antara pekerja dan pekerjaannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kompleks antara regulasi emosi dan dukungan keluarga dengan masalah burnout pada generasi sandwich. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan burnout sebagai varibel tergantung dan regulasi emosi serta dukungan keluarga sebagai variable bebas. Adapun pengukuran varibel tersebut menggunakan 3 skala yaitu skala Burnout diukur skala Maslach Burnout Inventory-General Survey berdasarkan aspek exhaustion, cynicism dan professional efficacy. Pada regulasi emosi diukur menggunakan skala Emotion Regulation Questionnaire oleh Gross & John ERQ yang mengukur aspek strategi cognitive reappraissal dan aspek strategi expressive suppression. Sedangkan dukungan keluarga diukur menggunakan skala yang diadaptasi dan translasi dari skala Perceived Social Support Family dan Friend (PSS-Fa dan PSS-Fr) oleh Procidano & Heller berdasarkan aspek dukungan emosional, informasi, dan umpan balik. Subjek merupakan pekerja generasi sandwich dengan jumlah N=120 subjek. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dan dukungan keluarga dengan burnout pada pekerja generasi sandwich, dimana regulasi emosi memberikan sumbangan efektif sebesar 50,2% sedangkan dukungan keluarga sebesar 41,4%. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi di tempat kerja dan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan strategi koping stress dan sistem pendukung sangat penting untuk mengurangi kelelahan pada generasi sandwich ini.