Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keluhan Nyeri Telinga Pada Pemetik Daun Teh Di Perkebunan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah Setiorini, Anggi; Suprayitno, Bara Ade Wijaya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.23111

Abstract

Pekerja pemetik daun teh memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan lingkungan kerja. Salah satu keluhan yang ditemukan adalah nyeri telinga akibat faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan nyeri telinga pada pemetik daun teh di Perkebunan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif Cross Sectional pada 30 wanita pemetik daun teh dengan usia 30–60 tahun yang telah bekerja lebih dari 10 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan fisik sederhana terkait keluhan nyeri telinga. Sebanyak 18 dari 30 responden (60%) melaporkan nyeri telinga, terutama pada pekerja dengan masa kerja 15 tahun. Faktor risiko yang berkontribusi antara lain paparan udara dingin, kelembapan, ketinggian tempat bekerja serta posisi kerja yang memengaruhi telinga. Pemetik daun teh berisiko mengalami keluhan nyeri telinga akibat faktor lingkungan kerja.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Angka Kejadian Rinitis Alergi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2021 Martina, Feny Tri; Suprayitno, Bara Ade Wijaya; Detty, Ade Utia; Kasim, Muslim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20625

Abstract

Menurut WHO-ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma), rinitis alergi merupakan peradangan pada hidung yang menyebabkan bersin lebih dari lima kali, rinore (keluarnya cairan dari hidung), rasa gatal, serta hidung tersumbat yang melibatkan IgE pada lapisan mukosa hidung (Husni et al., 2024). Mahasiswa, khususnya yang berada di lingkungan pendidikan kedokteran, cenderung memiliki jadwal kegiatan yang padat. Tekanan akademik yang tinggi berisiko mengganggu ritme sirkadian mereka, sehingga meningkatkan kemungkinan mengalami gangguan tidur dan menurunnya kualitas tidur secara subjektif (Natasha et al., 2023). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan angka kejadian rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2021. Desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, dengan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Score For Allergic Rhinitis (SFAR) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian didapatkan 83,3% responden memiliki kualitas tidur yang buruk, dan 41,7% dari mereka mengalami rinitis alergi. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dan kejadian rinitis alergi (p-value = 0,046) OR 3.729. Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan angka kejadian rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2021.