Menurut WHO-ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma), rinitis alergi merupakan peradangan pada hidung yang menyebabkan bersin lebih dari lima kali, rinore (keluarnya cairan dari hidung), rasa gatal, serta hidung tersumbat yang melibatkan IgE pada lapisan mukosa hidung (Husni et al., 2024). Mahasiswa, khususnya yang berada di lingkungan pendidikan kedokteran, cenderung memiliki jadwal kegiatan yang padat. Tekanan akademik yang tinggi berisiko mengganggu ritme sirkadian mereka, sehingga meningkatkan kemungkinan mengalami gangguan tidur dan menurunnya kualitas tidur secara subjektif (Natasha et al., 2023). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan angka kejadian rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2021. Desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, dengan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Score For Allergic Rhinitis (SFAR) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian didapatkan 83,3% responden memiliki kualitas tidur yang buruk, dan 41,7% dari mereka mengalami rinitis alergi. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dan kejadian rinitis alergi (p-value = 0,046) OR 3.729. Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan angka kejadian rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2021.