Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TOKEN EKONOMI UNTUK MENGURANGI AGRESIVITAS PADA ANAK Novy Fitria; Tatik Meiyuntariningsih
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku agresivitas terjadi pada masa perkembangan karena pada masa inilah seorang anak sudah mulai merasa ingin mengetahui dan ingin melakukan sesuatu yang dia inginkan walaupun tanpa dia sadari sesuatu yang dia lakukan itu dapat berdampak negatif pada dirinya sendiri ataupun pada orang lain. Oleh karena itu, Token Ekonomi diterapkan pada penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruhnya dalam mengurangi gejala agresivitas pada anak. Token ekonomi adalah tanda/alat yang digunakan untuk memperkuat perilaku yang diinginkan dan pada jumlah tertentu kemudian dapat ditukarkan dengan reward konkret. Subyek dalam penelitian ini adalah seorang anak kelas 2 SD, berjenis kelamin laki-laki dan berusia 7 tahun 6 bulan dan memiliki riwayat terlambat bicara. Subyek suka melempar dan mendorong benda yang ada disekitarnya bila keadaan tidak seperti yang Subyek harapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Prosedur penelitian menggunakan 5 sesi dalam waktu 5 minggu, 2 kali asesment dan 3 kali pemberian intervensi dengan tingkat penurunan agresivitas sebelum diberi perlakuan setiap minggu menunjukkan perilaku agresivitas 3-4 kali menjadi 2 kali selama 3 minggu pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa token ekonomi efektif digunakan untuk mengurangi agresivitas pada anak, khususnya perilaku melempar dan mendorong benda. Kata Kunci : Agresivitas, token ekonomi
Expressive Writing Therapy dan Kemampuan Pengungkapan Emosi Pasien Skizofrenia Hebefrenik Risna Amalia; Tatik Meiyuntariningsih
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v11i2.378

Abstract

Skizofrenia hebefrenik menekan fungsi normal seperti apatis dan aktivitas sosial yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas intervensi expressive writing therapy untuk meningkatkan kemampuan pengungkapan emosi kepada klien skizofrenia hebefrenik. Subjek berjenis kelamin laki-laki yang berusia 45 tahun dan mengalami skizofrenia hebrefenik selama satu tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa expressive writing therapy efektif digunakan sebagai media mengungkapkan perasaan atau emosi subjek, serta pelepasan emosi negatif yang dimiliki. Rencana tindak lanjut setelah intervensi tetap diberikan, subjek diarahkan agar mampu menyalurkan emosinya dan mengungkapkan perasaannya. Selain itu keluarga diharapkan untuk terus memberikan dukungan sosial yang dibutuhkan oleh subjek dengan terus memotivasinya.
Kasus Persaingan Antar Saudara Pada Remaja Latar Layanan Kesehatan Di Puskesmas S Stevia Vebianti Nuryono; Tatik Meiyuntariningsih
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis remaja awal yang mengalami ketidaknyamanan emosional dalam konteks relasi keluarga serta mengevaluasi efektivitas intervensi regulasi emosi berbasis sistem keluarga. Subjek penelitian adalah seorang remaja perempuan berusia 13 tahun yang menunjukkan sensitivitas emosional, kecenderungan membandingkan diri dengan saudara kandung, serta persepsi ketidaksetaraan afeksi orang tua. Metode yang digunakan adalah asesmen psikologis deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara klinis, wawancara significant other, Forer Sentence Completion Test (FSCT), dan skrining sibling rivalry. Intervensi dilakukan dalam tiga sesi konseling individual yang berfokus pada peningkatan kesadaran emosi, regulasi emosi, restrukturisasi kognitif sederhana, dan penguatan relasi keluarga, serta dilengkapi dengan psikoedukasi kepada orang tua. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran emosi, pemahaman hubungan pikiran–emosi–perilaku, serta kemampuan awal klien dalam mengelola emosi secara lebih adaptif. Secara keseluruhan, intervensi memberikan dampak positif awal dan mendukung prognosis dubia ad bonam.