Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Balaghatul Qur’an Sebagai Alternatif Pembelajaran Ilmu Balaghah Ummah, Siti Rohmatul
Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2021): Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/fikroh.v14i2.221

Abstract

Al-Qur'an is a reference for studying Arabic literature. Unfortunately, most of the examples of lafaz that contain Arabic rules, including balaghah in language code books, are more often taken from Arabic poetry. Balaghah science itself is an advanced level of Arabic language rules after nahwu and shorof so that automatically the level of difficulty is also higher. To facilitate learning balaghah, there are several solutions, including taking a contrastive approach. This paper also aims to find alternative solutions to make learning balaghah easier for students. This article is a description of the results of classroom action research which is structured following the rules of qualitative applied research. The conclusions of this paper are 1) Balaghatul Qur'an here is defined as a discussion of lafaz-lafaz in the Qur'an that is fluent and contains the rules of balaghah science. 2) Learning balaghah science is the process of guiding students of balaghah science by the teacher so that students are able to understand, and apply the rules in balaghah science. 3) Balaghatul Qur'an can be applied as a component of learning balaghah science.
Sistem Manajemen Pendidikan Modern Guna Pengembangan Pendidikan Di Sekolah Hartono, Dodik; Akhmadi, Wakhid; Jalali, Jalali; Supiyati, Rahayu; Ummah, Siti Rohmatul
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i6.286

Abstract

Sistem Manajemen Pendidikan Moderen sangat penting dalam sebuah pendidikan, dimana pada zaman globalisasi ini semua hal dapat berkembang secara pesat, sehingga semua hal yang terkait dalam dunia pendidikan haruslah menyeimbangi keadaan pada masa kini. Dimana pendidikan pada saat ini harus mengejar Sistem Manajemen Pendidikan pada masa ini, yang di mana sistem ini berkaitan dengan segala media elektronik berupa Komputer dan Gadget. Namun dalam hal ini terdapat dampak yang mengakibatkan adanya sisi positif dan negatif, di mana contoh sisi positifnya ialah, dapat membantu mempermudah segala hal, baik itu tugas maupun pertemuan yang di lakukan secara Virtual, lain pula dengan sisi negatifnya, dalam dampak ini memang sangat berpengaruh tidak baik kepada diri seseorang karna hal ini juga bisa mengakibatkan seseorang tersebut menjadi ketergantungan, sehingga mereka tidak bisa mengontrol kegunaan dari media tersebut. Jadi dalam Sistem Manajemen Pendidikan Moderen haruslah ada kesinambungan antar para pengguna agar hal-hal yang telah di rencanakan dalam pendidikan ini akan berjalan dengan baik tanpa adanya perubahan dari diri seseorang.
Exploring the Author’s Worldview on Social Inequality in Lan Fang’s Lelakon Hamidah, Husnul; Ummah, Siti Rohmatul
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 4 (2025): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17596829

Abstract

This study aims to reveal the author's worldview in Lan Fang's novel Lelakon using Lucien Goldmann's genetic-structuralism theory, which views literary works as expressions of collective worldview. This research employs a qualitative approach with genetic-structuralism dialectical method. Data were collected through reading and note-taking techniques, then analyzed using content analysis focusing on novel structure, social environment, and author's worldview. The study reveals that Lan Fang expresses a worldview on social inequality in two main dimensions: first, economic inequality between the wealthy (bourgeoisie) and the poor (proletariat); second, gender inequality between male dominance and female subordination. The novel's structure demonstrates cultural oppositions between elite-marginal housing, employer-servant, and fantasy-reality that frame the central theme of social inequality. The novel Lelakon represents the worldview of lower social classes experiencing oppression from the bourgeois class. Lan Fang, as a Chinese-Indonesian novelist in Surabaya, expresses social criticism of economic hegemony and patriarchy through characters who undergo moral transformation in facing unbalanced social reality.