Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Potensi Calotropis gigantea dalam Fitoremediasi Logam Berat Timbal (Pb) Yulianti, Indah Murwani
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.2985

Abstract

Timbal (Pb), sering disebut timah hitam, merupakan salah satu logam berat yang cukup berbahaya bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Upaya pemulihan tanah yang tercemar logam berat perlu dilakukan salah satunya dengan fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tanaman Calotropis giganteapotensi dalam meremediasi tanah tercemar logam beratPb serta melihat efektivitasnya.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan penambahan logam berat Pb sebanyak 0 ppm, 250 ppm, 500 ppm dan 750 ppm. Tanaman yang digunakan adalah biduri (Calotropis gigantea) yang telah dilakukan aklimasi selama 1 bulan dan perlakuan fitoremediasi selama 28 hari. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa: tanaman Calotropis giganteamemiliki potensi dalam meremediasi tanah tercemar logam beratPb dengan kemampuan menyerap sampai 93% pada kadar Pb yang rendah namun semakin kecil pada kadar yang tinggi; besarnya faktor transfer Pb Calotropis gigantea masih di bawah 1 sehingga kurang baik sebagai tanaman fitoremediator. Semakin besar logam berat Pb yang terserap semakin meningkatkan berat kering pada tanaman Calotropis gigantea.
Pendampingan Peningkatan Produk Teh Penunjang Ekowisata di Turgo, Purwobinangun, Taman Nasional Gunung Merapi Yulianti, Indah Murwani; Nugroho Jati, Wibowo; Pepayosa Ginting, Elisabeth; Fallovi, Etheldreda; Ruskim, Richardo; Prameswari, Yermia; Meriana Karonanta, Dia; Tri Setyobudi, Vincensius
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i1.10255

Abstract

Dusun Turgo adalah salah wilayah Kalurahan Purwobinangun yang menetapkan empat isu strategis dan dua diantaranya adalah penguatan potensi ekonomi kerakyatan berbasis kekuatan lokal, salah satunya adalah sektor wisata. Sektor wisata akan berkembang pesat jika didukung oleh potensi lokal yang ada. Salah satu potensi local di Turgo adalah produk teh yang dikenal dengan nama teh sangit. Proses produksi masih dilakukan secara tradisional, kemasan sangat sedernaha dan pemasaran sangat terbatas. Oleh karena itu diperlukan pendampingan kepada masyarakat untuk budi daya dan panen teh, peningkatan proses produksi, pengemasan yang tepat dan pemasaran yang lebih luas. Kegiatan pengabdian ini telah membantu kesenjangan tersebut, dan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat. Selain itu tercapainya kegiatan mahasiswa dan dosen di luar kampus dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kata kunci: budidaya, pemasaran, pengemasan, proses produksi, teh Turgo
Pendampingan Peningkatan Produk Teh Penunjang Ekowisata di Turgo, Purwobinangun, Taman Nasional Gunung Merapi Yulianti, Indah Murwani; Nugroho Jati, Wibowo; Pepayosa Ginting, Elisabeth; Fallovi, Etheldreda; Ruskim, Richardo; Prameswari, Yermia; Meriana Karonanta, Dia; Tri Setyobudi, Vincensius
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i1.10255

Abstract

Dusun Turgo adalah salah wilayah Kalurahan Purwobinangun yang menetapkan empat isu strategis dan dua diantaranya adalah penguatan potensi ekonomi kerakyatan berbasis kekuatan lokal, salah satunya adalah sektor wisata. Sektor wisata akan berkembang pesat jika didukung oleh potensi lokal yang ada. Salah satu potensi local di Turgo adalah produk teh yang dikenal dengan nama teh sangit. Proses produksi masih dilakukan secara tradisional, kemasan sangat sedernaha dan pemasaran sangat terbatas. Oleh karena itu diperlukan pendampingan kepada masyarakat untuk budi daya dan panen teh, peningkatan proses produksi, pengemasan yang tepat dan pemasaran yang lebih luas. Kegiatan pengabdian ini telah membantu kesenjangan tersebut, dan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat. Selain itu tercapainya kegiatan mahasiswa dan dosen di luar kampus dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kata kunci: budidaya, pemasaran, pengemasan, proses produksi, teh Turgo
AI-Assisted NDVI Monitoring of Vegetation Change in Merapi National Park Using Google Earth Engine Ruwaimana, Monika; Pradopo, Subyantoro Tri; Umaya, Ruky; Arianti, Diah; Setyobudi, Vincentius Tri; Yulianti, Indah Murwani; Jati, Wibowo Nugroho; Yuda, Pramana
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v11i1.12898

Abstract

Vegetation mapping is essential for monitoring conservation efforts in national parks and can be performed remotely using remote sensing and GIS technologies. However, the process is often complex and requires technical expertise. This study explores the use of AI, specifically ChatGPT, to simplify and support vegetation mapping workflows. We monitored monthly vegetation changes in Merapi Mountain National Park (TNGM) from 2017 to 2023 using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) derived from Sentinel-2 satellite data. The workflow combined Google Earth Engine (GEE) for satellite image processing and Python in Jupyter Notebook for time series analysis, with ChatGPT assisting in code editing. Our results show NDVI patterns are significantly influenced by volcanic activity, particularly eruptions and pyroclastic clouds, and about one-third of images were affected by cloud cover, especially during the rainy season. ChatGPT performed well in non-coding queries with a 79% satisfaction rate, but only 53% of generated code prompts were correct without modification. We conclude that while AI tools like ChatGPT have strong potential to enhance accessibility and efficiency in remote vegetation mapping, human oversight and foundational knowledge in geospatial analysis remain essential for accurate results.