Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Disiplin Dalam Meningkatkan Kinerja Aparatur Pemerintah Kecamatan (Studi di Kantor Kecamatan Ilir Timur Satu Kota Palembang) Suandi, Suandi; Fatimah, Siti; Indarsih, Indarsih; Hendrarto, Hendrarto; Alam, Kamsir
Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) مجلد 6 عدد 2 (2024): Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) (Maret 2024)
Publisher : MAP Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jiask.v6i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan disiplin kerja terhadap peningkatan kinerja pegawai pada Kantor Camat Ilir Timur Satu Kota Palembang serta untuk mengetahui kinerja pegawai pada Kantor Camat Ilir Timur Satu Kota Palembang ditetapkan informan penelitian yaitu Camat Ilir Timur Satu Kota Palembang, Sekretaris, dan 1 orang pegawai Kantor Camat Ilir Timur Satu Kota Palembang yang ditarik secara analisis kualitatif dengan maksud menggambarkan permasalahan yang diteliti, data dikumpulkan dengan cara wawancara dan mengedarkan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Camat Ilir Timur Satu Kota Palembang dengan pertimbangan ingin mengetahui penerapan disiplin kerja dalammeningkatkan kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan disiplin kerja terhadap peningkatan kinerja pegawai pada Kantor Camat Ilir Timur Satu Kota Palembang telah berlangsung dengan baik. Berdasarkan pembahasan dari penerapan disiplin dan kinerja pegawai yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan yang berkembang dari masalah penelitian yaitu : Tingkat kedisiplinan pagawai dan Kinerja pegawai pada Kantor Camat Ilir Timur Satu Kota Palembang. Adapun saran-saran yang diberikan pada penelitian ini adalah terus meningkatkan kedisiplinan pegawai Kantor Camat Ilir Timur Satu Kota Palembang dapat dikategorikan sangat disiplin dan lebih optimal untuk menciptakan kinerja yang sehat sehingga diharapkan tercapainya efisiensi, efektivitas dan produktivitas yang tinggi.
Description Of The Characteristics Of Patients With Presbycusis At Tangerang City Hospital For The Period 2014-October 2023 Syukrinto, Gustav; Lucyana Achwas; Hendrarto, Hendrarto; Aris Mahfuzhi
Al Makki Health Informatics Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Al Makki Health Informatics Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/hij.v1i2.8

Abstract

Presbycusis has a prevalence of 30-45% in the elderly aged older than 65 years, especially in men. In Indonesia, 30-35% of the elderly aged 65-75 years experience presbycusis. This study aims to determine the prevalence of presbycusis cases in the ENT-BKL Poly of Tangerang City Hospital for the period 2014-October 2023. This study is a crossectional descriptive study conducted from November to December 2023 at RSUD Kota Tangerang, with inclusion criteria for age ≥ 65 years old from down slooping audiometry. The results of this study data found 48 cases of presbycusis obtained by 35 patients (72.92%), women as many as 13 patients (27.08%). Based on the guarantee, it was found that BPJS users were 43 patients (89.58%), general financing was 5 (10.42%) patients. Of the total 48 cases of presbycusis 10 (20.83%) patients received hearing aid therapy and 38 (79.17%) other patients were non-hearing aids.
Desa Borobudur sebagai Pendukung Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Candi Borobudur: Sebuah Analisis Komponen Wisata Wismaningtyas, Tri Asih; Sinuraya, Suci Iriani; Nugraha, Joko Tri; Mahendradi, R M; Orbawati, Eny Boedi; Hendrarto, Hendrarto
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 7, No 1 (2024): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v7i1.67817

Abstract

ABSTRACTOne of the policies taken by the Indonesian government to encourage tourism is to establish Super Priority Tourism Destinations, of which Borobudur Temple is one of them. To support this, villages around Borobudur Temple are also encouraged to develop their respective tourism potential, especially Borobudur Village. This is because administratively Borobudur Temple is in the administrative area of Borobudur Village. The aim of this research is to analyze the components of tourist destinations in Borobudur Village. This research uses qualitative methods by collecting data through focus group discussions, in-depth interviews, observation and literature study. The research results show that the attraction components are complete from natural, cultural and artificial attractions. Accessibility is still constrained by the width of the entrance roads to several tourist attractions, the availability of parking spaces and the optimization of directions to the Tourism Village. In the amenities component, supporting facilities are available ranging from accommodation, shopping, health services, banking, but the quantity and quality still need to be improved. In the ansillery component, the parties involved in tourism activities in Borobudur Village are quite diverse, both at the central and village levels. BUMDes Graha Mandala and the Borobudur Tourism Village Team have shown positive contributions in developing tourism in Borobudur Village. It's just that communication between tourism actors at all levels needs to be improved so that stakeholder aspirations can be accommodated optimally.ABSTRAKSalah satu kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia untuk mendorong pariwisata adalah menetapkan Destinasi Pariwisata Super Prioritas dimana Candi Borobudur menjadi salah satunya. Untuk mendukung hal tersebut, desa-desa yang berada di sekitar Candi Borobudur pun didorong untuk mengembangkan potensi wisatanya masing-masing terutama Desa Borobudur. Hal ini dikarenakan secara administratif Candi Borobudur berada dalam kawasan administratif Desa Borobudur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komponen destinasi wisata yang ada di Desa Borobudur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui focus group discussion, wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan komponen atraksi sudah lengkap dari atraksi alam, budaya dan buatan. Untuk aksesibilitas masih terkendala pada lebar jalan masuk ke beberapa tempat wisata, ketersediaan lahan parkir serta optimalisasi penunjuk arah ke Kampung Wisata. Pada komponen amenitas, fasilitas pendukung sudah tersedia dari mulai penginapan, tempat belanja, layanan kesehatan, perbankan namun secara kuantitas dan kualitas masih perlu ditingkatkan. Dalam komponen ansileri, pihak yang terlibat dalam kegiatan wisata di Desa Borobudur cukup beragam baik level pusat maupun desa. BUMDes Graha Mandala dan Tim Desa Wisata Borobudur telah menunjukkan kontribusi positif dalam pengembangan wisata di Desa Borobudur. Hanya saja komunikasi antarpelaku wisata di semua level perlu ditingkatkan sehingga aspirasi stakeholders dapat diakomodir dengan maksimal.