Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pemberlakuan Standard Operating Procedure terhadap Keberlangsungan Usaha Mikro Kecil Menengah “Windu Sari Putri” Gunawan, Esther Carissa; Permana, Lucky; Sukma Dewi, Ni Putu Ratna; Arthaprasasta, Rivel Andreas; Adisantika, Satiananda; Ariyan, Glisera Agri
Journal Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPKM) Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1326.29 KB) | DOI: 10.21632/jpmi.2.1.39-57

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh observasi penulis terhadap usaha mikro “Windu Sari Putri” yang memproduksi cistik dan jinten, dan kondisi dimana volume produksinya yang besar namun kurang terorganisir dengan baik di berbagai aspek terutama produksi. Artikel penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi setelah pemberlakuan standard operating procedure (SOP) sebagai sarana pengatur proses produksi, selain SOP beberapa program kerja untuk menata ulang tata letak, prosedur kebersihan, dan mengganti peralatan juga dilaksanakan untuk memaksimalkan pengaplikasian SOP. SOP yang dirumuskan akan mengatur proses produksi dari penyiapan produksi, pembuatan adonan, penggilingan dan pengirisan adonan, pembakaran kayu, penggorengan adonan, dan pengemasan. Penelitian ini hanya akan fokus kepada pemberlakuan SOP dalam mengatur proses produksi internal dalam usaha dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan usaha. Capaian dari penelitian ini adalah penurunan durasi produksi dan peningkatan produktivitas dalam proses produksi serta kesadaran yang meningkat terhadap kebersihan produksi.
MEMBACA AL-QUR’AN DAN PROPORSI MENGKHATAMKANNYA Perspektif H.R. Ibnu Majah, No.: 1.363 Shodiq Ahmad, Mohammad; Permana, Lucky
Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Tafsir dan Hadits Vol 6 No 2 (2020): Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Hadits dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.714 KB)

Abstract

Fenomena semakin meningkatnya animo masyarakat terhadap Al-Qur’an dalam beberapa waktu belakangan ini merupakan hal yang sangat menggembirakan. Meskipun demikian halitu masih menyisakan pertanyaan, apakah fenomena tersebut yang ditandai dengan menjamurnya lembaga-lembaga ataupun munculnya konten-konten media sosial (semisal Youtube) tentangtahsin, tahfizh, dan program One Day One Juz, sudah serta merta menjadikan masyarakatmenjadi berperilaku (berakhlak) Qur’ani? Tulisan ini disiapkan dengan melakukan pengamatan terhadap contoh terbaik generasi Qur’ani yaitu generasi Sahabat di masa Rasulullah SAW, melalui tinjauan hadits Nabi SAW yang terkait dengan antusiasnya Sahabat dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Tinjauan hadits dalam Sunan Ibnu Majah menunjukkan, bahwa dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an para Sahabat sudah terbiasa menyelesaikan bacaan Al-Qur’an seluruhnya (mengkhatamkan) dalam waktu sebulan, sepuluh hari, tujuh hari, atau tidak kurang dari tiga hari. Bahkan interaksi para Sahabat dengan Al-Qur’an tersebut lebih dari sekedar “membaca” dan mengkhatamkannya. Para Sahabat menghafalkan Al-Qur’an dan membacanya dengan disertai pemahaman, kemudian mengamalkannya. Masyarakat saat ini, hendaknya tidak cukup berpuas diri hanya dengan membaca dan membaguskan bacaan Al-Qur’an saja (tahsin), atau menghafalkannya saja (tahfizh). Melainkan membacanya disertai juga dengan mentadabburi maknanya sehingga diperoleh pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur’an, lalu mengamalkannya. Sehingga terbentuk generasi Qur’ani, yaitu generasi yang menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, serta beriman kepada Allah SWT.
Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty: A Systematic Review Permana, Lucky; Bangun, Kristaninta; Menna, Clara; Amaliah, Rizky
Jurnal Plastik Rekonstruksi Vol. 11 No. 2 (2024): (2024) Jurnal Plastik Rekonstruksi
Publisher : The Lingkar Studi Bedah Plastik Foundation and is affiliated with the Department of Plastic Surgery, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14228/jprjournal.v11i2.369

Abstract

Introduction : Postoperative feeding after palatoplasty should be initiated immediately to maintain nutritional intake while preserving the palatal sutures to avoid trauma or tension that can lead to wound rupture. Currently, there is no consensus on post-palatoplasty preferred feeding method. This study aims to compare bottle versus syringe feeding in post-palatoplasty patients.Method : A systematic search was conducted in five databases namely PubMed, Embase, Scopus, ProQuest, and CINAHL, with the following keywords; palatoplasty, cleft palate repair, bottle feeding, syringe feeding, outcome, complication, growth, and nutrition. The selected studies were critically appraised using the Oxford CEBM (Centre for Evidence-Based Medicine) critical appraisal tools.Results: Two studies were included, with a total of 162 subjects. Both studies found that the formation of postoperative wound dehiscence and weight gain did not significantly differ between bottle and syringe groups. However, faster weight gain was observed in the bottle group. Habits and cultural factors could influence the outcomes of these studies.Conclusion: Bottle feeding is not significantly inferior to using syringe in terms of short-term postoperative complications, and can be used as an alternative feeding method for post-palatoplasty patients.