Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS ALTERNATIF DALAM MERANCANG BALOK TINGGI MENGGUNAKAN STRUT AND TIE MODEL Luthfiana, Nisa; Priastiwi, Yulita Arni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.393

Abstract

Abstrak Perencanaan struktur beton biasanya dilakukan dengan berdasarkan asumsi dari Bernoulli dan Navier untuk menganalisis penampang akibat momen lentur. Distribusi regangan dianggap linier dan ini dianggap masih berlaku meskipun penampang telah retak. Balok tinggi merupakan salah satu contoh kasus pada suatu elemen struktur yang dapat mengakibatkan terjadinya distribusi tegangan non linier, sehingga asumsi diatas tidak berlaku. Balok dikatakan balok tinggi apabila rasio bentang terhadap tingginya lebih kecil dari lima. Salah satu alternatif pendekatan untuk mengatasi elemen struktur seperti balok tinggi adalah menggunakan pendekatan Strut and Tie Model, yaitu dengan membagi struktur dalam daerah B (Bernoulli) dan D (Disturb) dan menggambarkan alur gaya (load path) sebagai transfer gaya yang terjadi pada struktur beton bertulang pada kondisi retak akibat pembebanannya. Parameter-parameter dari Strut and Tie Model yaitu batang tekan (strut), batang tarik (tie) dan titik nodal (nodal zone) sebagai daerah pertemuan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis alternatif perencanaan/desain tulangan struktur balok tinggi beton bertulang diatas dua tumpuan sederhana akibat beban merata yang dikonversi menggunakan beban terpusat 2 titik pembebanan.Metode yang digunakan adalah Strut and Tie Model yang akan menghasilkan luas tulangan longitudinal yang lebih kecil dengan selisih 25%, di mana dengan luas tulangan yang lebih kecil dari segi kekuatan masih memenuhi syarat. Hal ini menunjukkan bahwa perhitungan perencanaan balok tinggi tanpa bearing plate dengan menggunakan metode Strut and Tie Model pun dapat lebih optimum/efisien. Kata kunci: Prinsip Bernoulli, Strut and Tie Model, D - Region, B - Region   Abstract Concrete structure planning is usually carried out based on the assumptions of Bernoulli and Navier to analyze the section due to bending moments. The strain distribution is considered linear and it is considered still valid even after the section has cracked.  The deep beam is one example of a structural element that can result in a non-linear stress distribution, so the above assumption does not apply. A beam is said to be a deep beam if the span to height ratio is less than five. One alternative approach to dealing with structural elements such as deep beams is to use the Strut and Tie Model approach, namely by dividing the structure into areas B (Bernoulli) and D (Disturb) and describing the load path as a force transfer that occurs in the concrete structure. Reinforced in cracked conditions due to loading. The parameters of the Strut and Tie Model are the strut, tie, and nodal zone as the meeting area. The purpose of this paper is to analyze the alternative planning/design of reinforced concrete beams structure on two simple supports due to evenlydistributed loads that are converted using the two-point load centered load. The method used is the Strut and Tie Model which will produce a smaller area of longitudinal reinforcement with a difference of 25%, where the area of reinforcement is smaller in terms of strength still meets the requirements. This shows that the calculation of deep beam planning without bearing plate using the strut and tie model method can be more optimal/efficient. Keywords: Bernoullis Principle, Strut and Tie Model, D - Region, B - Region
Training Keterampilan Desain dan Analisis Struktur Gedung Bertingkat Dengan SAP 2000 Kepada Siswa SMK N 1 Adiwerna Luthfiana, Nisa; Fatah, M Nadhorudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.834

Abstract

Pada era digitalisasi ini, didalam industri konstruksi mengharuskan penyelesaian pekerjaan dengan menggunakan komputer. Salah satunya dalam hal perancangan dan perencanaan struktur. Dimana perangkat lunak yang digunakan adalah SAP 2000, yang berfungsi untuk merancang dan menganalisis struktur bangunan. Untuk menghadapi era konstruksi digital, maka kemampuan tersebut harus dimiliki semua individu yang berkecimpung didalamnya agar tidak tertinggal dalam kemajuan teknologi. Dengan kesadaran akan pentingnya kemampuan menganalisis struktur bangunan dengan program SAP 2000. Penulis ingin belajar bersama – sama dalam praktik pemodelan struktur bangunan hingga menghasilkan sebuah analisis. Kegiatan ini menggunakan metode pre – test dengan mensurvey keterampilan yang sudah dikuasai dan metode post – test dengan melakukan test setelah adanya kegiatan training SAP 2000. Tujuan dari kegiatan ini supaya para siswa tidak kaget ketika mulai memasuki dunia pekerjaan dalam industri konstruksi. Hasil dari kegiatan ini bahwa 80% peserta training dapat melakukan pemodelan hingga analisis struktur. Hal ini sangat bermanfaat, apalagi menyadari bahwa banyak terjadi kegagalan struktur sehingga diperlukan untuk mengevaluasi dengan perangkat lunak tersebut.
KAJIAN MUTU BETON DENGAN VARIASI USIA PADA GEDUNG SMKN 1 BUMIJAWA Luthfiana, Nisa; KRT, Rosa Mulya Aji
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 4 (2025): Paulus Civil Engineering Journal, Vol.7, No.4
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/2g0ybx27

Abstract

Sekolah SMK N 1 Bumijawa merupakan sekolah kejuruan yang terletak di Kabupaten Kota Tegal. Gedung sekolah ini merupakan gedung 1 lantai yang dirancang dengan luasan bangunan sebesar dengan 2 tingkat. Dalam perancangan mutu beton yang digunakan beton ready mix pada kolom, balok, dan pelat yaitu dengan mutu K – 250. Pekerjaan beton di lapangan tentu saja melewati banyak tahapan, termasuk pengujian sample untuk mengetahui kuat tekan. Sample untuk beton ready mix diambil dari PT. Nisajana Hasna Rizqy dan PT. Buana Beton Srikandi.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan korelasi antara mutu beton dengan variasi usia beton yang semakin hari semakin bertambah. Hal ini disebabkan oleh korelasi usia beton dengan kuat tekan akan selalu berjalan beriringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang menggunakan benda uji kubus dengan ukuran sisi 15 cm x 15 cm x 15 cm. Pada penelitian ini didapatkan bahwa kuat tekan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan usia beton. Peningkatan kuat tekan beton readymix dari PT. Nisajana Hasna Rizky usia 7 hari pada elemen struktur kolom 63%, balok 76%, dan pelat 67%, sedangkan peningkatan dari PT. Buana Beton Srikandi pada kolom 66%, balok 76%, dan pelat 69%.  Hal ini terbukti bahwa usia beton sangat mempengaruhi dan berbanding lurus dengan peningkatan kuat tekan beton.