Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Sustainability Beton Metode Life Cycle Assessment Studi Kasus: Limbah Beton Laboratorium Bahan dan Konstruksi Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro Semarang Sapulete, Christhy Amalia; Lie, Han Ay; Priastiwi, Yulita Arni
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 24, Nomor 2, (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.701 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v24i2.18863

Abstract

Sustainability is an effort to build an infrastructure by considering the environmental impacts that occur. Concrete production as a construction material that commonly used in infrastructure development is one contributor to carbon dioxide (CO2) emissions. CO2 is produced from the calcination process in the manufacture of cement, burning of fossil fuels, and electrical energy used. More specifically by reviewing the calcination process on cement making, it has evaluated the consumption of cement in concrete production. The Life Cycle Assessment (LCA) is an environmental impact evaluation in terms of the life cycle of a product, wherein this paper, using the cradle-to-cradle scope, LCA is used as a method to evaluate cement consumption in concrete production to concrete waste management by taking concrete waste at Construction Laboratory and Materials Diponegoro University, Semarang for the case study. The results of the evaluation stated that the use of geopolymer concrete with fly ash as a substitute for cement could reduce up to 80% CO2 emissions with concrete strength 75% larger than conventional concrete. And for the concrete waste management, Construction Laboratory and Materials Diponegoro University reused concrete cylinder waste as a substitute material to build the retaining wall.
Pengaruh Substitusi Tanah Putih pada Mortar Geopolimer Berbahan Dasar Fly Ash dengan Aktifator Natrium Hidroksida Priastiwi, Yulita Arni; Hidayat, Arif; Daryanto, Dwi; Badru, Zidny Salamsyah
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 1 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.877 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i1.24715

Abstract

The presence of white soil in a geopolymer mortar affects the physical and mechanical properties of the mortar itself, especially in compressive strength, density and modulus of elasticity produced. Geopolymer mortar composed of fly ash, sand, water, and NaOH which acts as an alkaline activator compared to mortar from the same material, but white soil from Kupang is added as a substitution of fly ash. Specimens are made in six variations. Geopolymer mortar composers using a ratio of 1 binder: 3 sand with w/b of 0.5. Binder composed of fly ash with white soil substitution of 0; 5; 10; 15; 20 and 30% by weight of fly ash. An activator NaOH 8M solution was added to the mixture. Both white soil and fly ash pass of sieve no. 200 with a moisture content of 0%. Mortar made measuring 5x5x5 cm. The mortar was treated by the oven of method at 60 oC for 24 hours until the mortar does not change in weight. The test results show geopolymer mortar with 15% substitution of white soil to fly ash has the highest compressive strength, density and modulus of elasticity among other variations. In all mortar variations, compressive strength at 14 days has reached 75% of strength at 28 days.
Korelasi Nilai Tegangan Dan Sudut Trajektori Terhadap Rasio Dimensi Pada Balok Tinggi Adi Putra, Kukuh Cahya; Priastiwi, Yulita Arni; Sukamta, Sukamta
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 27, Nomor 1 (2021)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.944 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v27i1.30591

Abstract

Menurut SNI 2847-2019 pengertian balok tinggi adalah komponen struktur yang dibebani satu sisi dan ditopang pada muka yang berlawanan sedemikian hingga komponen tekan sepert  strat dapat terbentuk diantara beban dan tumpuan. Dijabarkan pula rasio bentang bersih balok dibandingkan tinggi balok harus memenuhi persyaratan (l/h) < 4. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari nilai korelasi tegangan dan sudut trajektori terhadap rasio l/h balok dengan bentang 4 meter ketika diberikan beban terpusat, P = 2000 kN. Dalam proses analisanya menggunakan software SAP v.14 untuk mencari nilai tegangan dan sudut trajektori berbagai variasi l/h.  Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu : (1) Rasio l/h balok tinggi mempengaruhi besarnya tegangan dan sudut trajektori, dimana semakin kecil rasio l/h balok semakin kecil pula tegangan dan semakin besar sudut trajektori yang dihasilkan, (2) Variasi lebar balok mempengaruhi besarnya tegangan tetapi tidak dengan sudut trajektorinya. Semakin bertambah lebar balok, semakin kecil tegangan tarik dan tekan maksimumnya. Semakin bertambah lebar balok ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap sudut trajektori yang dihasilkan.
STUDI KELAYAKAN PEMANFAATAN CAMPURAN FLY ASH DAN TANAH PUTIH SEBAGAI SEMEN ALTERNATIF Samuel Parluhutan; Gilbert Fernando; Purwanto Purwanto; Yulita arni priastiwi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMortar merupakan campuran semen, pasir, dan air dengan proporsi tertentu. Pada umumnya bahan ikat campuran yang digunakan adalah semen. Unsur utama pembentuk semen itu sendiri adalah silika, alumina, dan kalsium. Kandungan silika dan alumina pada semen dapat pula diperoleh dari fly ash sedangkan kandungan kalsium dapat diperoleh dari tanah putih. Dalam penelitian ini akan dibuat mortar yang menggunakan campuran fly ash, tanah putih, dan pasir yang akan diteliti mengenai kuat tekan mortar tersebut. Variasi perbandingan fly ash dan tanah putih dengan persentase masing - masing sebesar 0%-100%, 25%-75%, 50%-50%, 75%-25%, dan 100%-0% dalam campuran mortar. Bentuk benda uji yang digunakan berbentuk kubus berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm. Mortar dibuat dengan metode adukan manual. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh persentase tanah putih dan fly ash terhadap kuat tekan mortar. Kuat tekan tertinggi pada umur 28 hari ditunjukkan oleh varian mortar dengan persentase fly ash dan tanah putih 50%-50%, yaitu sebesar 2,218 kg/cm2. Nilai kuat tekan mortar yang menggunakan fly ash dan tanah putih tersebut masih sangat rendah, sehingga campuran fly ash dan tanah putih tidak dapat digunakan sebagai pengganti semen bahan konstruksi.
PENGARUH GRADASI PASIR DAN FAKTOR AIR SEMEN PADA MORTAR TERHADAP KEKUATAN BETON PREPACKED M. Lutfi; Dina Daniaty; Nuroji Nuroji; Yulita Arni Priastiwi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.655 KB)

Abstract

Beberapa waktu belakangan ini, dikembangkan suatu metoda baru dalam pembuatan beton yang berbeda dari beton konvensional, dimana agregat kasar dalam beton diharapkan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap mutu beton. Metoda ini disebut metoda prepacked. Dengan metoda ini, agregat kasar yang ditempatkan terlebih dahulu di dalam bekisting akan saling mengunci satu sama lain (interlocking) dan menimbulkan gaya saling aksi (interaction). Perlu diperhatikan mortar yang akan digunakan dalam beton prepacked haruslah mortar yang mampu mengisi celah kecil yang ada di antara partikel agregat kasar tanpa mengganggu susunan agregat kasar yang sudah ditempatkan di dalam bekisting. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan penelitian terhadap mortar mengenai pengaruh faktor air semen serta gradasi pasir terhadap flowability dan sifat fisik dan mekanik mortar dan juga bagaimana pengaruh interlocking dan interaction terhadap karakteristik beton prepacked. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai faktor air semen dan gradasi pasir sangat berpengaruh terhadap flowability dan sifat fisik dan mekanik mortar. Pengaruh interlocking dan interaction juga sangat berpengaruh terhadap kuat tarik belah beton, namun dalam kapasitas kuat tekan beton masih kurang maksimal karena lemahnya interface antara agregat kasar dengan mortar sehingga harus diteliti lebih lanjut untuk meningkatkan mutu lekatan antara agregat kasar dan mortar.  
KAJIAN SUSUT BETON PADA STRUKTUR BETON BERTULANG YANG CEPAT BONGKAR PERANCAH STUDI KASUS GEDUNG ICT CENTER UNIVERSITAS DIPONEGORO Gardha Satria Fadillah; Rizki Amalia Putri; Sri Tudjono; Yulita Arni Priastiwi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.386 KB)

Abstract

Pembongkaran bekisting biasanya dilakukan setelah beton berumur 14 hingga 28 hari, namun pada Gedung ICT Center Universitas Diponegoro bekisting sudah dibongkar pada saat beton berumur 7 hari. Pada saat pembongkaran tidak terjadi keretakan, tetapi setelah beberapa waktu balok tersebut mengalami keretakan. Keretakan terjadi ketika hanya ada berat sendiri dan beban hidup belum bekerja. Belum diketahui penyebab keretakan yang terjadi sehingga dilakukan kajian apakah rangkak atau susut yang menjadi faktor penyebab timbulnya retakan yang terjadi. Kajian susut beton bertulang ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah penyebab keretakan pada balok beton diakibatkan oleh susut beton atau faktor penyebab keretakan lainnya.Metode kajian dilakukan dengan menganalisis keadaan serta kondisi balok dan pelat pada gedung ICT Center dengan pembebanan berupa beban mati yang bekerja seperti beton cair yang belum mengeras, bekisting, dan perancah yang dimodelkan dalam 2 kondisi. Analisis dengan menggunakan program SAP2000 digunakan untuk menghitung regangan tarik akibat momen dan regangan susut yang tidak memperhitungkan pengaruh pengekangan tulangan akibat bongkar perancah pada usia beton baru mencapai 7 hari. Beton yang ditinjau adalah beton yang berumur 7, 14, 21, dan 28 hari pada daerah balok induk, balok anak, dan pelat lantai.Hasil analisis menunjukkan bahwa regangan saat bekisting dilepas yaitu umur 7 hari sampai dengan 28 hari, nilai dari regangan tarik di tepi semakin mengecil untuk umur beton yang bertambah. Hasil perhitungan regangan akibat susut menunjukan bahwa beton mengalami regangan susut pada saat 1 hingga 3 minggu setelah bekisting dilepas dan nilai regangan susut semakin kecil pada saat ditinjau terhadap beton umur 28 hari. Penjumlahan aljabar regangan tarik akibat momen dengan regangan akibat susut yang menghasilkan regangan total dibandingkan dengan batas crack. Didapatkan bahwa regangan total dari balok induk, balok anak 1, balok anak 2, dan pelat yang ditinjau pada kondisi 1 maupun kondisi 2 bernilai kurang dari batas crack, sehingga dapat disimpulkan bahwa beton tidak mengalami keretakan yang disebabkan oleh faktor susut pada beton
KAJIAN BALOK TERKEKANG ZONA TEKAN DENGAN PROGRAM ABAQUS Kenny Ghalib; Yulita Arni Priastiwi; Rudi Yuniarto Adi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.559 KB)

Abstract

Pengekangan pada beton bertulang yang diakibatkan adanya confinement berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan tekan beton pada daerah terkekang dalam menerima kuat tekan. Perbandingan jarak antar confinement dan sengkang merupakan salah satu variabel yang berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan beton. Penelitian ini menyajikan studi mengenai pengaruh dari penggunaan confinement pada jarak yang berbeda dan mengevaluasi hasil dari 12 konfigurasi jarak sengkang dan confinement dengan menggunakan program Abaqus. Benda uji yang yang digunakan menggunakan 3 jarak sengkang masing-masing berjarak 70, 125 dan 200, sedangkan confinement berjarak, 70, 125, 200 untuk masing-masing jarak sengkang. Hasil analisis menunjukan bahwa pemasangan jarak sengkang semakin besar untuk jarak confinement yang sama, akan menurunkan daktilitas balok dan jarak confinement 70 mm dalam penelitian merupakan nilai optimal sebagai jarak antar confinement. Hasil analisis untuk model S7C70 memperoleh nilai daktilitas sebesar 4.65, untuk model S125C70 memperoleh nilai daktilitas sebesar 4.59, dan untuk model S200C70 memperoleh nilai daktilitas sebesar 4.58.
DESAIN STRUKTUR GEDUNG HOTEL THE GREEN SURABAYA Enda Suranta Sitepu; Yohanes Agung Nugroho; Himawan Indarto; Yulita arni priastiwi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hotel The Green terletak di kota terbesar kedua di Indonesia yaitu Surabaya. Dikarenakan wilayah ini masuk ke dalam wilayah rawan gempa, maka gedung dirancang untuk dapat menahan gempa.  Metode perencanaan gedung mengacu pada Standar Nasional Indonesia, yaitu SNI 1726:2012. Dari segi desain gedung digunakan SNI 2847:2013 dan SNI 1727:2013 untuk pembebanannya. Analisis gempa secara dinamis, menggunakan respon spektrum. Gaya gempa dihitung berdasarkan kriteria desain seismik (KDS) masuk dalam  tipe D, sehingga  gedung direncanakan dengan konfigurasi Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Dengan sistem rangka tersebut, dapat direncanakan terjadinya sendi plastis pada tumpuan balok, sehingga bila terjadi gempa, struktur gedung mampu berperilaku runtuh pada balok terlebih dahulu yang akan meminimalkan risiko kerusakan bangunan dan jatuhnya korban jiwa. Analisa struktur menggunakan program analisa struktur. Material yang digunakan yaitu beton f’c 30 MPa dan baja tulangan ulir fy 420 MPa.
PENGEMBANGAN MUSHOLA BUSTANUL QUR’AN DESA TURITEMPEL, KECAMATAN GUNTUR, KABUPATEN DEMAK Muhrozi Muhrozi; Yulita Arni Priastiwi; Windu Partono; Sri Prabandiyani Retno Wardani; Undayani Cita Sari
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mushola merupakan salah satu tempat kegiatan masyarakat khususnya untuk umat islam. Tempat beribadah yang layak, representative dan memadai sangatlah dibutuhkan. Demikian juga yang terjadi di Mushola Bustanul Qur’an di Desa Turitempel Kecamatan Guntur Demak. Jumlah penduduk khususnya di daerah pemukiman Desa Turitempel yang semakin bertambah menyebabkan daya tampung Mushola Bustanul Qur’an menjadi kurang memadai sehingga perlu dilakukan pengembangan bangunan Mushola. Bangunan existing Mushola Bustanul Qur’an merupakan bangunan satu lantai dengan luasan yang terbatas dimana kemudian dikembangkan menjadi bangunan dua lantai dengan luasan yang lebih besar. Diharapkan dengan fisik bangunan Mushola yang lebih besar dapat lebih menampung jamaah dan dapat melakukan kegiatan keagamaan dengan lebih nyaman. Berdasarkan hal tersebut maka, Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Sipil mendampingi kegiatan pengembangan Mushola tersebut. Pengembangan bangunan Mushola Bustanul Qur’an dilakukan dengan menggunakan konstruksi beton bertulang, mulai dari struktur bawah, struktur atas, hingga arsitektur Mushola. Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Sipil UNDIP terlibat langsung dengan memberikan arahan teknis kepada Pengurus Mushola maupun pelaksana pekerjaan sehingga diperoleh hasil pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi standar bangunan. Pendampingan kegiatan pengembangan Mushola Bustanul Qur’an yang dilakukan secara riil di lapangan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Teknik Sipil UNDIP dan masyarakat berjalan dengan baik walaupun di tengah kondisi pandemi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini selain sebagai sarana transfer ilmu kepada masyarakat juga menjadi sinergi yang baik antara Lembaga Pendidikan, dalam hal ini Departemen Tekik Sipil UNDIP dan masyarakat Desa Turitempel, Kecamatan Guntur Demak.Kata kunci : Mushola, pengembangan bangunan, masyarakat, bangunan eksisting
PERBAIKAN SALURAN DRAINASE SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN BANJIR DI KELURAHAN TLOGOSARI WETAN SEMARANG Undayani Cita Sari; Sri Prabandiyani Retno Wardani; Windu Partono; Muhrozi Muhrozi; Yulita Arni Priastiwi; Andi Retno Ari Setiaji; Muhammad Rizkivano Akbar; Ifan Hasnan Taufiqur Rohman
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran drainase yang ada di lingkungan perumahan padat penduduk digunakan untuk mengalirkan air menuju pembuangan akhir baik air dari limbah rumah tangga maupun aliran hujan. Saluran drainase dapat dalam bentuk saluran terbuka dan saluran tertutup. Pemilihan material konstruksi yang digunakan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pada beberapa perumahan, umumnya merupakan saluran drainase terbuka. Pada saluran drainase di lingkungan RT 4 RW 1 Kelurahan Tlogosari Wetan memiliki saluran drainase lingkungan dari tanah asli dengan talud yang belum baik dan banyaknya tanaman dan rumput liar disekitarnya sehingga dapat mengurangi fungsi dari saluran drainase itu sendiri. Selain itu, dengan kondisi talud pada saluran yang kurang baik tersebut maka dikhawatirkan dapat menimbulkan longsor dan erosi. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro melakukan perbaikan talud pada saluran drainase di lingkungan RT 4 RW 1 Kelurahan Tlogosari Wetan. Perbaikan saluran dilakukan dengan menempatkan buis beton pada saluran dan perkuatan berupa bata yang diplester sebagai talud. Perbaikan ini diharapkan dapat merehabilitasi saluran sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga mampu mengalirkan laju air yang ada. Hal ini juga sebagai upaya pengendalian banjir terutama di musim hujan.
Co-Authors . Widayat Abi Nabil Hanif Adi Noor Fakhriyan Adi Putra, Kukuh Cahya Akhmad Firdos Khoiril Khitam Andi Retno Ari Setiaji Andreanto, Stefanus Kristian Anik Sarminingsih Anik Sarminingsih, Anik Ardidawa, Variandi Arif Hidayat Arif Hidayat Badru, Zidny Salamsyah Bambang Pardoyo Bima Bima Blinka Hernawan Prasetya Cahyo, Bagas Indra Carita, Nensi Christhy Amalia Sapulete, Christhy Amalia Daryanto, Dwi Dina Daniaty Dyah Pratiwi Kusumastuti Edo Antonio Enda Suranta Sitepu Fatchur Roehman Gardha Satria Fadillah Gilbert Fernando Han Ay Lie Hardi Wibowo Himawan Indarto Himawan Indarto Husna, Khotimatul Ifan Hasnan Taufiqur Rohman Ilham Nurhuda Ilham Nurhuda Iswandi Imran Kenny Ghalib Luthfiana, Nisa M. Lutfi Moh Nur Sholeh Mona Dwi Anggraeni Muhammad Rizkivano Akbar Muhrozi Muhrozi Muhrozi Muhrozi Nasyiin Faqih Nauval Rabbani Nazila, Kamila Shaomi Nizami, Chazaidhan AlFahd Nurhuda, S.T., M.T., Ph.D., Ilham Nuroji Nuroji Nuroji Nuroji Pratomo, Shendy Eko Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putriagsari, Farah Naurah Qomaruddin, Mochammad Ratna Purwaningsih Rizki Amalia Putri Rudi Yuniarto Adi Samuel Parluhutan Saputra, Nugraha Eka Sekarningtyas, Nazifa Sendrika, Difa Bagus Setiadi, Muhammad Irfan Silviana Silviana Sri Prabandiyani Retno Wardani Sri Prabandiyani Retno Wardani Sri Prabandiyani Retno Wardani Sri Tudjono Sukamta Sukamta Tamrin, Rinaldo Thoyfurrohman, Muhammad Akhis Ulayya, Inandhiya Ayu Undayani Cita Sari Undayani Cita Sari Vicky Ramadhani, Vicky Windu Partono Windu Partono Yayan Adi Saputro Yohanes Agung Nugroho Yulianti, Erika Zainuddin, Zainuddin