Husbuyanti, Irma Elmira
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS URGENSI PENERAPAN COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN COVID-19 DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Mandini, Denda Devi Sarah; Husbuyanti, Irma Elmira
Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 7 No 2 (2023): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v7i2.1800

Abstract

Munculnya Covid-19 pada awal Mei 2020 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang menyebar di setiap kecamatan hingga pada Oktober 2020 telah menginfeksi 114 orang dengan jumlah korban meninggal 5 orang. namun Minimnya kemampuan pemerintah dalam penyelesaian pandemi covid-19 sehingga dalam hal ini perlunya keterlibatan berbagai pihak yang berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah pandemi dalam hal ini pemerintah perlu melibatkan elemen masyarakat sipil, tokoh masyarakat, LSM, Perguruan tinggi/ akademisi dan stakeholders lainnya dalam merumuskan, merencanakan, dan melaksanakan suatu kebijakan terkait penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara. Berdasarkan uraian diatas, dapat ditarik sebuah rumusan masalah yakni Analisis Urgensi Penerapan Collaborative Governance dalam Penanggulangan Covid-19 -19 di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan menggunakan teknik wawancara secara mendalam dengan pemerintah KLU yang menangani masalah Covid-19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah menerapkan Collaborative Governance dengan melibatkan tokoh masyarakat dan melibatkan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat secara maksimal dalam penanggulangan covid-19. Serta, tetap berkolaborasi dengan berikap kooperatif terhadap NGO yang berada diluar organisasi satgas yang dibentuk.
Proletariat Digital dalam Citizen Journalism: Kasus Kompasiana Husbuyanti, Irma Elmira
JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 11 No. 1 (2021): JISPO Vol 11 No 1 2021
Publisher : Faculty of SociaI and Political Sciences (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v11i1.12201

Abstract

The trend of citizen journalism in Indonesia has increased since the emergence of amateur videos of the Aceh tsunami in 2004. This is considered as a momentum of new democracy in media because it allows public to independently produce and disseminate information without being intervened by agendasetting of mainstream media. The power of publication was seen to shift from mainstream media to personal ones. However, this trend of citizen journalism changed as it begun to be co-opted by mainstream media in the form of a user-generated content platform in 2008. This paper examines changes in citizen journalism which is managed by mainstream media by focusing on Kompasiana of Kompas Gramedia Group as its unit of analysis. Using Van Djik’s Critical Discourse Analysis and Marxist political economy of media as theoretical approach, it shows that the involvement of mainstream media in citizen journalism is not only seen as a collaboration, but also construction of digital labor. This can be explained by looking at three aspects of Kompasiana commodification practices: regulations, wages, and working hours.