Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bil Hikmah

Makna Tawakal Menghadapi Pandemi dalam Lagu ‘Tanpamu’ Karya Opick : (Kajian Hermeneutik Schleiermacher) Surya, Alan
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/hikmah.v1i01.5

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengungkap makna didalam teks lirik lagu berjudul ‘TanpaMu’ karya Opick dengan menggunakan pendekatan Hermeneutik Schleiermacher. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis hermenutik Schleiermacher yang berfokus pada analisis gramatis teks dan psikologis pembuat teks. Hasil yang didapatkan bahwa dalam lirik lagu TanpaMu mengandung makna perlunya bertawakal kepada Allah Swt dalam menghadapi pandemi Covid-19, sebab manusia tidak memiliki daya kuasa sehingga bertawakal akan memberikan kekuatan, kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi pandemic. Hasil ini diperoleh dari tanda gramatis berupa teks tanpaMu, lelah, bersujud, lemah, rapuh, jatuh, cinta, kasih dan rahmat. Serta data psikologis dibuatnya lagu ini saat pandemi Covid-19 tahun 2020-2021.   Abstract: This paper aims to reveal the meaning in the lyrics of the song entitled ‘TanpaMu' by Opick using the Hermeneutic Schleiermacher approach. The method used is descriptive qualitative with Schleiermacher's hermeneutic analysis technique which emphasizes the grammatical and psychological analysis of the creator of the text. The results obtained are that the lyrics of the song Tanpamu contain the meaning of the need to rely on Allah SWT in dealing with the Covid-19 pandemic, because humans are weak, so tawakkal will give strength, patience and calm in life and in facing a pandemic. This result is obtained from grammatical signs in the form of text without You, tired, prostrate, weak, fragile, falling, love, compassion and grace. Also with the psychological data for making this song during the Covid-19 pandemic in 2020-2021. Keywords: Tawakkal, TanpaMu Opick, Hermeneutik Schleiermacher.
Peta Teori Hermeneutik dan Implikasinya dalam Komunikasi Dakwah Surya, Alan; Mahdaniar, Fenny
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v2i1.23

Abstract

Kajian hermeneutik yang ada saat ini telah terfragmentasi pada teori hermeneutik berdasarkan ilmuwan-ilmuwan hermeneutik tertentu, dengan paradigma dan corak metodologi yang tersendiri. Penelitian hermeneutik yang ada selama ini pun, banyak mengkaji pada aspek metodologis dan implementasi teori hermeneutik tertentu dalam konteks pemaknaan teks tertentu. Namun, sejauh ini belum ada penelitian hermeneutik yang berfokus pada upaya memetakan teori-teori hermeneutik, terlebih, ketika teori hermeneutik tersebut hendak diimplementasikan dalam memaknai teks-teks komunikasi dakwah. Tujuan penelitian ini hendak memahami peta posisi atas beberapa teori hermeneutik, serta implikasi posisi teori-teori tersebut pada komunikasi dakwah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademisi maupun praktisi komunikasi dakwah dalam menentukan teori hermeneutik yang lebih relevan untuk digunakan dalam memaknai teks-teks komunikasi dakwah. Penelitian ini memfokuskan kajian teori hermeneutik mulai paradigma objektif teks hingga dekonstruksi teks. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan deductive-interpretive. Hasil temuan menunjukkan bahwa teori hermeneutik yang relevan digunakan untuk memaknai teks komunikasi dakwah adalah yang merujuk pada komunikator (pembuat teks) sebab komunikatorlah yang paling memahami maksud dari apa yang ingin ia sampaikan  
Peta Teori Semiotika Serta Aplikasi Dalam Penelitian Komunikasi Dakwah Surya, Alan
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.53

Abstract

Pesan dakwah terkadang disampaikan secara implisit melalui simbol tertentu sehingga perlu semiotik sebagai salah satu alat untuk menggali makna simbol. Teori semiotik yang sering digunakan mengacu pada Ferdinand de Saussure, Charles Sanders Peirce dan Roland Barthes. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan peta teori semiotik serta aplikasi dalam penelitian semiotika pada berbagai media komunikasi dakwah. Metode penelitian yang digunakan adalah deductive-interpretive mencoba menelaah pustaka secara lebih kompleks dengan melihat perkembangan intelektual lapangan termasuk kompleksitas prespektif teori dalam penerapanya. Teori semiotika yang dikaji adalah Ferdinand de Saussure, Charles Sanders Peirce dan Roland Barthes. Hasil penelitian ditemukan bahwa tiap teori semiotik memiliki perbedaan terkait masalah objek kajian yang diteliti. Semiotik Ferdinand de Saussure berkaitan dengan bahasa struktural menghasilkan makna denotatif. Semiotik Charles Sanders Peirce berkaitan dengan memaknai tanda alam dan sosial. Semiotik Roland Barthes berkaitan dengan analisis simbol atau tanda budaya serta menghasilkan makna berupa konotasi yang terkait hegemoni maupun konteks budaya yang melingkupi. Selain itu tiap teori semiotik memiliki framework yang berbeda terkait data yang dibutuhkan, serta metode analisis data untuk menghasilkan maknanya.