Articles
PERANAN ASET KOMUNITAS DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM PADA BANK SAMPAH SONGOLIKOER
Wahanani Mawasti;
Fasha Umh Rizky
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.375 KB)
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v2i1.83
Pengembangan masyarakat Islam merupakan salah satu bentuk dakwah bil hal melalui upaya membangun keinginan dan partisipasi masyarakat untuk memperbaiki kondisi yang ada. Salah satunya dengan pengembangan masyarakat lokal yang bersifat bottom-up, yang mensyaratkan peranan aset komunitas untuk menjamin keberlangsungan dan keberhasilan kegiatan pengembangan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya pengembangan masyarakat adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui bank sampah. Tulisan ini, mendeskripsikan peranan aset komunitas dalam konteks pengembangan masyarakat Islam, melalui bank sampah. Sejauh ini studi terdahulu tentang peranan aset lebih menguraikan tentang peranan aset sosial dalam pengentasan kemiskinan, namun tidak cukup banyak membahas peranan jenis aset komunitas yang selainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi. Dari studi ini menunjukkan bahwa masing-masing aset memiliki peranan yang berbeda-beda dalam proses pengembangan masyarakat. Aset yang sangat berperan dalam pengembangan Bank Sampah Songolikoer adalah aset manusia, social, dan spiritual. Peranan berbagai aset komunitas pada Bank Sampah Songolikoer membawa dampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik aspek ekonomi, lingkungan, sosial, dan budaya.
PERUMUSAN VISI OGANISASI IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA (IPNU) TAHUN 1954
Wahanani Mawasti;
Emha Nurul Adli
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (791.157 KB)
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.117
Organisasi dakwah merupakan organisasi nirlaba yang karakter karyawan/anggotanya banyak berorientasi pada nilai, cita-cita (ajaran) dan pengabdian. Adanya visi menjadi pengikat hubungan organisasi dakwah dengan anggota/karyawannya. Meskipun visi merupakan hal yang penting dalam eksistensi organisasi, namun tak jarang visi dalam organisasi nirlaba dirumuskan hanya bersifat formalistik tanpa perumusan visi yang baik. Tulisan ini mendeskripsikan perumusan visi organisasi dakwah IPNU 1954. Organisasi IPNU memiliki visi yang masih dipertahankan sejak 1954 hingga sekarang (2018) sebagai khitah organisasi. Visi tersebut dirumuskan dengan proses serta pertimbangan yang matang, sehingga memungkinkan dikaji sebagai pelajaran bagi organisasi dakwah lainnya. Teori yang digunakan milik Susanto dan Kuncoro sedangkan metode penelitiannya deskriptif kualitatif. Kesimpulan yang didapatkan, yaitu perumusan visi IPNU dilakukan melalui tahapan: (1) perumusan masalah yang melatarbelakangi visi, (2) perumusan gagasan cita-cita organisasi sebagai jawaban atas persoalan yang menggelisahkan pendiri, (3) konsolidasi gagasan visi, (4) pembentukan organisasi Untuk dapat memformalkan visi organisasi, (5) peresmian visi organisasi IPNU oleh struktur yang berwenang dalam organisasi, (6) perumusan redaksi visi. Perumusan visi organisasi IPNU mempertimbangkan: nilai–nilai pendiri organisasi IPNU, persoalan yang ada di masyarakat Islam pada tahun 1954, kondisi organisasi Islam lainnya (HMI&PII), serta kondisi organisasi induknya (organisasi NU).
PEMILIHAN MAD’UW DAKWAH SIRRI NABI PERSPEKTIF SEGMENTASI DAN TARGETING
Alan Surya;
Wahanani Mawasti
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (933.546 KB)
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.120
Strategi dakwah sirri yang dilakukan Nabi Muhammad selama 3 tahun di Mekkah merupakan sebuah langkah penting bagi dakwah Nabi selanjutnya. Dalam kondisi dakwah yang mula–mula, belum memiliki infrastruktur yang kuat serta tekanan dan penolakan, tetapi Nabi Muhammad sukses mendapatkan mad’uw kurang lebih 38-56 kader Islam. Kesuksesan dakwah sirri Nabi tidak lepas dari kejelihan dan kehati-hatian Nabi dalam memilih dan mengajak orang untuk masuk Islam. Kesuksesan pemilihan prioritas mad’uw pada fase dakwah sirri dapat menjadi inspirasi kita dalam mengembangkan dakwah Islam di masa awal. Untuk itu penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemilihan mad’uw dakwah sirri Nabi Muhammad Saw. menurut tinjauan teori segmentasi dan targeting Philip Kotler. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif, studi pustaka dan termasuk penelitian sejarah. Artinya, penelitian ini berorientasi mendeskripsikan (mengulas) segmentasi dan targeting pasar dakwah (mad’uw) Nabi pada masa dakwah sirri 3 tahun di Mekkah dengan sumber data berasal dari buku-buku sejarah yang mengulas dakwah sirri Nabi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa segmentasi yang ada berdasarkan segmentasi demografis, psikografis dan perilaku. Sedangkan, pemilihan mad’uw menggunakan jenis targeting spesialisasi selektif. Adapun pertimbangan dalam membidik mad’uw dakwah antara lain: ukuran pertumbuhan segmen, kapasitas internal Rasulullah, aspek moral serta kemenarikan struktural segmen bagi dakwah jangka panjang.
STRATEGI PENYADARAN BERZAKAT KELAS MENENGAH MUSLIM: STUDI PADA LAZIS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Wahanani Mawasti
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1188.574 KB)
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v7i2.158
Potensi dana zakat, infak, dan sadaqah di Indonesia sangat besar, hal tersebut didorong oleh pertumbuhan jumlah masyarakat muslim kelas menengah di Indonesia. Meskipun potensi dana zakat di Indonesia sangat besar, tetapi masih terdapat beberapa masalah berzakat, yaitu terkait rendahnya kesadaran berzakat. Maka LAZIS Muhammadiyah Surabaya, sebagai salah satu lembaga amil zakat berperan dalam mengedukasi dan mengelola zakat di Indonesia agar lebih optimal. LAZIS Muhammadiyah Surabaya melaksanakan berbagai strategi penyadaran berzakat kepada masyarakat muslim kelas menengah di kota Surabaya melalui berbagai jenis media komunikasi secara terencana. Studi ini menjelaskan proses LAZIZ Muhammadiyah Surabaya dalam merumuskan strategi penyadaran berzakat dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat muslim menengah di kota Surabaya pada tahun 2016. Menggunakan teori perencanaan dakwah, melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Kesimpulan yang diperoleh bahwa LAZIS Muhammadiyah menggunakan berbagai jenis strategi penyadaran berzakat antara lain melalui : media sosial, sosialisasi zakat, program event, hubungan masyarakat, majalah, brosur dan lain sebagainya. LAZIS Muhammadiyah Surabaya menyusun strategi penyadaran berzakat dengan menerapkan langkah-langkah perencanaan dakwah secara sistematis dengan mempertimbangkan ciri khas karakter masyarakat kelas menengah sebagai sasaran (mitra) dakwah yang dituju dan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dakwah yang selainnya.
MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT ISLAM MELALUI BANK SAMPAH: STRATEGI KOMUNIKASI STAKEHOLDER BANK SAMPAH SONGOLIKOER
Wahanani Mawasti;
Tri Djoyo Budiono
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.608 KB)
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v1i2.54
Pemberdayaan masyarakat Islam mutlak membutuhkan partisipasi dariberbagai stakeholder. Untuk membangun partisipasi dan dukungan dari berbagaistakeholder diperlukan strategi komunikasi stakeholder yang tepat. Sejauh ini studi-studi bertemakan stakeholder dalam pemberdayaan masyarakat, lebih banyakmendeskripsikan peranan stakeholder dalam keberhasilan pemberdayaanmasyarakat dan langkah mapping/pemetaan stakeholder. Namun, belum banyakmenguraikan tentang strategi komunikasi yang relevan dalam membangunhubungan yang harmonis pada stakeholder-stakeholder dalam kontekspengembangan masyarakat Islam. Studi ini berorientasi memaparkan strategikomunikasi stakeholder dalam pemberdayaan masyarakat Islam pada fenomenapendirian Bank Sampah Songolikoer Surabaya. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif-lapangan, melalui wawancara semi terstruktur dengan informan yangditetapkan secara purposive. Hasil studi ini adalah strategi komunikasi stakeholderyang digunakan cenderung mengolaborasikan antara strategi komunikasistakeholder jenis responsif dan asertif. Strategi tersebut cukup relevan dalampendirian Bank Sampah mengingat karakteristiknya tidak memaksa, membukadialog kepentingan di antara kedua belah pihak, ada penyesuaian kepentingan-kepentingan yang dilakukan oleh masing-masing stakeholder sehingga menciptakanhubungan harmonis, berkurangnya konflik-konflik dalam pelaksanaan kegiatanpengembangan masyarakat sekaligus tetap memastikan tercapainya tujuankomunikasi yang diharapkan.
Integrasi Pendekatan Masalah Sosial dan Aset Komunitas Dalam Memberdayakan Masyarakat Desa di Era 4.0
Wahanani Mawasti;
Reva Rizki Amalia
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 3 (2022): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), February
Publisher : Mahesa Research Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1026.888 KB)
|
DOI: 10.34007/jehss.v4i3.946
This study describes the stages of empowerment carried out by the Marketer Village Community (Komerce) in empowering rural communities in Purbalingga. The empowerment of the Marketer Village is based on technological developments in the 4.0 era. The research method used is qualitatively descriptive by using purposive interviews, documentation and online data searches. This study concludes that the stages of empowerment carried out by Kampung Marketer integrate social problem mapping and asset based community development (ABCD) approaches. In carrying out the empowerment stages, the role of the empowering subject is dominant in the process of mapping social problems, exploring community assets to planning actions. However, at other stages, empowerment is carried out by involving the participation of village communities as organizers and implementers of empowerment programs in the village in a sustainable manner. In addition, the success of the empowerment carried out is also due to efforts to build positive collaboration with parties outside the village, such as city businessmen as partners. With systematic stages, based on social problems and the potential assets of the village community, Kampung Marketer succeeded in increasing the capacity of the village community, including: knowledge, mindset, skills, a positive climate in the village, as well as increasing economic welfare and community independence.
Social Enterprise Dalam Perspektif Maqashid Syariah: Studi Pada PT Kampung Marketerindo Berdaya
Reva Rizki Amalia;
Wahanani Mawasti
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 19 No. 2 (2021): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (281.448 KB)
|
DOI: 10.30762/realita.v19i2.3516
This study aims to reveal the social enterprise innovation implemented by PT Kampung Marketerindo Berdaya to empower rural communities with a maqashid al-syariah perspective. So far, quite a number of previous studies have discussed the theme of maqashid al-syariah. However, mostly in the perspective of Islamic law and its application in banking. This study contributes to outlining the suitability of social enterprise practices and community empowerment when viewed from the maqashid sharia principles. The research method used in 2 stages, namely online data search and in-depth interviews. Marketer village empowerment innovations are in the form of: 1) training village youth with online business technology skills, 2) building empowerment in the form of social enterprise, 3) connecting village skilled workers to urban businessmen who need their services. The results of the study show that the empowerment of the Marketer Village with the profit for benefit social enterprise model is in line with the principles of Maqashid Syariah, both in terms of orientation, implementation and the resulting benefit.
Social Enterprise Dalam Perspektif Maqashid Syariah: Studi Pada PT Kampung Marketerindo Berdaya
Reva Rizki Amalia;
Wahanani Mawasti
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 19 No. 2 (2021): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (281.448 KB)
|
DOI: 10.30762/realita.v19i2.3516
This study aims to reveal the social enterprise innovation implemented by PT Kampung Marketerindo Berdaya to empower rural communities with a maqashid al-syariah perspective. So far, quite a number of previous studies have discussed the theme of maqashid al-syariah. However, mostly in the perspective of Islamic law and its application in banking. This study contributes to outlining the suitability of social enterprise practices and community empowerment when viewed from the maqashid sharia principles. The research method used in 2 stages, namely online data search and in-depth interviews. Marketer village empowerment innovations are in the form of: 1) training village youth with online business technology skills, 2) building empowerment in the form of social enterprise, 3) connecting village skilled workers to urban businessmen who need their services. The results of the study show that the empowerment of the Marketer Village with the profit for benefit social enterprise model is in line with the principles of Maqashid Syariah, both in terms of orientation, implementation and the resulting benefit.
Assistance in Establishing a Garbage Bank for Urban Communities Based on Community Assets, in Wonokusumo Kidul Surabaya
Wahanani Mawasti
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29062/engagement.v6i2.949
This study aims to describe the stages of assisting the establishment of waste banks in urban areas. This is based on the existence of problems in urban areas, especially in the field of environment (settlements) and economy. The approach used in the implementation of mentoring is community asset-based community development. The role of the companion as a facilitator in the process of social change in the community. The results showed the success of community empowerment in urban areas by utilizing community assets. This success took the form of the establishment of the "Songolikoer" Waste Bank. The establishment of a Waste Bank is a form of optimizing tangible and intangible community assets. Support for community participation in the implementation of the community asset-based empowerment phase has an important role to bring about change in society. The community asset-based community development approach can be integrated with other approaches such as SWOT analysis or partnerships..
Strategi Nabi Muhammad Membangun Komitmen Organisasional Kaum Anshar
Mawasti, Wahanani
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v4i1.210
Artikel ini bertujuan mengeksplorasi strategi nabi Muhammad dalam membangun komitmen organisasi pada anggota, khususnya, pada kaum Anshar. Hal ini berguna bagi organisasi dakwah dalam membangun komitmen anggotanya. Kaum Anshar adalah pengikut nabi di Madinah, yang dikenal memiliki komitmen tinggi dalam Islam. Nabi Muhammad memiliki serangkaian upaya dalam membangun komitmen kaum Anshar sehingga bisa memiliki komitmen yang tinggi untuk mengikatkan diri pada jama’ah atau persaudaraan Islam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori membangun komitmen organisasi karya Dessler serta karya McShane dan Von Glinow. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Hasil studi ini menunjukan bahwa strategi utama nabi dalam membangun komitmen organisasi adalah dengan menginternalisasi visi organisasi. Sedangkan pada lapisan berikutnya strategi yang dilaksanakan meliputi: kepemimpinan keteladanan, komunikasi 2 arah, budaya persaudaraan, keterlibatan anggota serta memberikan keadilan dan jaminan keamanan pada anggota organisasi. Strategi ini memungkinkan diadopsi bagi organisasi dakwah dalam membangun komitmen organisasi pada anggota.