wati, ni nyoman kurnia
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran IPAS Wati, Ni Nyoman Kurnia
Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/edukasi.v4i2.3598

Abstract

The gap between expectations and implementation of the curriculum, especially in science subjects, causes the need for a study of its implementation. IPAs in the Merdeka curriculum are expected to be carried out in an integrated manner, integrated between the content of science and social studies. This research is a mixed methods research or a mixture of quantitative and descriptive. The sample of this study were teachers in class IV cluster III, Buleleng District. Data was collected using interview sheets and direct observation of teachers in cluster III, Buleleng District. Data analysis uses descriptive, namely presenting research results based on qualitative data. Based on the literature review, interviews, and also observations that have been made, it can be concluded that the implementation of the independent learning curriculum, especially the science subject in elementary school cluster III, Buleleng sub-district, has been carried out well. It's just that the teacher must further develop his abilities so that he can create innovations in learning. It is hoped that the curriculum teachers will not be replaced continuously, but rather refinement of what already exists. In addition to being equipped with training, teachers should not be burdened with a lot of teaching administration.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS SD Wati, Ni Nyoman Kurnia; Suastra, I Wayan; Arnyana, Ida Bagus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i3.1363

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan dengan model discovery learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa SD. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah non equivalent post-test only control group design. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Metode analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah uji-t sampel independent (tidak berkorelasi) dengan rumus polled varians. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model model discovery learning dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata pada kelompok eksperimen 27,18 dan pada kelompok kontrol 21,65. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t diperoleh thit sebesar 8,14 sedangkan, ttab adalah 1,9852. Hal ini berarti, thit lebih besar daripada ttab (thit > ttab), sehingga H0 ditolak dan H­1 diterima. Jadi dapat diinterpretasikan model discovery learning berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM BERBANTUAN QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SD DI KABUPATEN BULELENG Jaya, Kadek Agus Sumerta; Wati, Ni Nyoman Kurnia
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 2 (2025): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i2.877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran mendalam berbantuan aplikasi Quizizz dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar di Kabupaten Buleleng. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa tetapi juga memperkuat pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Fitur gamifikasi dalam aplikasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa, menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif, dan mendorong partisipasi aktif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa teknologi digital dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memanfaatkan Quizizz sebagai media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan lebih lanjut dengan memperluas cakupan subjek dan variabel penelitian.
EFEKTIVITAS ICE BREAKING DALAM MENINGKATKAN KONSEN TRASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Setyawan, Made Angga Puja; Wati, Ni Nyoman Kurnia
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 2 (2025): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i2.878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kegiatan ice breaking dalam meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar siswa sekolah dasar melalui pendekatan kajian pustaka sistematis terhadap penelitian-penelitian terkini periode 2020–2025. Kajian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya tingkat fokus dan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas yang berdampak pada keterlibatan belajar dan hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan menelusuri artikel terindeks SINTA dan Google Scholar yang membahas pengaruh ice breaking terhadap aspek psikologis dan kognitif peserta didik sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan ice breaking secara terstruktur dan kontekstual terbukti mampu meningkatkan atensi, interaksi sosial positif, serta semangat belajar siswa. Kegiatan ini berfungsi sebagai media transisi emosional dan kognitif yang membantu siswa memusatkan perhatian setelah kegiatan pembelajaran yang monoton. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa ice breaking tidak hanya berdampak positif terhadap konsentrasi, tetapi juga memperkuat motivasi intrinsik siswa dalam pembelajaran aktif dan menyenangkan. Temuan ini menegaskan bahwa ice breaking dapat dijadikan strategi pedagogis penting dalam pembelajaran di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM ERA DIGITAL DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Prawira, Kadek Adi; Wati, Ni Nyoman Kurnia
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 2 (2025): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i2.881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila di era digital terhadap pembentukan karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berlandaskan pada penelitian pustaka, yaitu pendekatan sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi berbagai sumber informasi tertulis. Hasil penelitian mengungkapkan Pancasila memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa, terutama di era digital dan globalisasi yang terus berkembang. Melalui integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan, peserta didik dapat mengembangkan sikap, perilaku, dan moral yang mencerminkan gotong royong, keadilan, serta persatuan. Pendidikan ini juga menjadi pedoman dalam berinteraksi secara etis dan bertanggung jawab di dunia maya. Melalui integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan, peserta didik dapat mengembangkan sikap, perilaku, dan moral yang mencerminkan gotong royong, keadilan, serta persatuan. Selain itu, pendidikan Pancasila juga menjadi pedoman bagi masyarakat digital untuk bersikap etis dan bertanggung jawab dalam interaksi global. Selain itu, penanaman nilai nasionalisme dapat diperkuat melalui momentum momentum bersejarah, apresiasi terhadap produk dalam negeri, serta ekspresi seni yang mencerminkan semangat kebangsaan. Pemerintah, sekolah, guru, dan siswa memiliki peran penting dalam menjaga serta memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila.