Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MENENTUKAN VOLUME BANGUN RUANG SEDERHANA MELALUI MODEL THINK-PAIR-SHARE (TPS) DI KELAS V-A SDN WANAREJA 02 Indarto, Heri
Jurnal Insan Cendekia Vol. 1 No. 1 (2020): April
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.102 KB) | DOI: 10.54012/jurnalinsancendekia.v1i1.17

Abstract

Manusia memiliki derajat potensi, latar belakang historis, serta harapan masa depan yang berbeda-beda. Karena adanya perbedaan, manusia dapat silih asah (saling mencerdaskan). Pembelajaran kooperatif secara sadar menciptakan interaksi yang silih asah, sehingga sumber belajar bagi siswa bukan hanya guru dan buku ajar tetapi juga sesama siswa. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model Think-Pair-Share berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Matematika dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Think-Pair-Share? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model Think-Pair-Share terhadap hasil belajar Matematika. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Matematika setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Think-Pair-Share Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas V-A SD Negeri Wanareja 02 Tahun Pelajaran 2018/2019. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (57,69%), siklus II (76,92%), siklus III (92,31%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Think-Pair-Share dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas V-A SD Negeri Wanareja 02 Tahun Pelajaran 2018/2019, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dan Hasil Belajar IPA Materi Konsep Daur Air Pada Siswa Kelas VA Semester I Sekolah Dasar Negeri Wanareja 02 Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020 Indarto, Heri
Jurnal Insan Cendekia Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.438 KB) | DOI: 10.54012/jurnalinsancendekia.v1i2.19

Abstract

Penelitian berjudul Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa dan Hasil Belajar IPA Materi Konsep Daur Air pada Siswa Kelas VA Semester I Sekolah Dasar Negeri Wanareja 02 Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020. Dengan subjek penelitian berjumlah 29 anak terdiri dari 15 laki-laki dan 14 perempuan. Penelitian ini dilakukan karena hasil belajar siswa rendah pada kondisi pra siklus dengan nilai rata-rata 65,69. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, tiap-tiap siklus menggunakan model pembelajaran Inkuiri. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes, dan observasi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini jika 85% dari siswa tuntas belajar serta menunjukan peningkatan keaktifan belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan belajar siswa dari pra siklus, siklus I dan siklus II yaitu pada pra siklus mencapai 53,85% masuk pada ketegori cukup (kriteria agak aktif) meningkat pada siklus I mencapai 62,07% masuk pada ketegori tinggi (kriteria terkeaktifan) meningkat lagi menjadi 93,10% masuk pada kategori sangat tinggi (kriteria sangat terkeaktifan) pada siklus II. Hasil prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa pada pra siklus mencapai rata-rata 65,69 meningkat pada siklus I mencapai rata –rata 78,62 dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 85,86. Dari hasil penelitian, ketuntasan belajar mengalami peningkatan pada siklus I (68,97%) dan pada siklus II (96,55%), terjadi peningkatan ketuntasan belajar sebesar (27,58%). Penerapan model pembelajaran Inkuiri dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa.
Language Acquisition of Declarative and Imperative Sentences in five-year-old Children Budi, Wahyu; Halimah, Nur; Indarto, Heri
Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Vol. 3 No. 3 (2024): February
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/jcell.v3i3.275

Abstract

This study aims to describe the language acquisition of a five-year-old child. This research focuses on declarative and imperative sentence forms, using a descriptive qualitative approach with recording techniques. The analysis results show that the syntactic acquisition in declarative sentences has four forms, and imperative has five. The category of language acquisition at the syntactic level is good enough because there is minimal deviation from the form of speech produced. In summary, five-year-old children will likely use declarative and imperative sentences as they develop their language skills. They may start to use declarative sentences more naturally to convey information and use imperative sentences to express commands or requests, although their usage of these sentence types may vary in complexity and grammatical accuracy. Shortly, the results showed that children's utterances dominate in imperative sentences.
PENGETAHUAN DAN PSIKOLOGI ANAK SD KELAS ATAS SAAT MENGHADAPI MENSTRUASI PERTAMA KALI Nurlaeli, Hesti; Herman, Maman; Indarto, Heri
Inspiratif Pendidikan Vol 10 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ip.v10i1.16654

Abstract

Mentruasi adalah salah satu bentuk perkembangan yang muncul pada anak perempuan, selain tumbuhnya payudara, panggul mulai membesar. Anak usia SD kelas atas umumnya usia 10-12 tahun jika saat kelas satu masuk usia 7 tahun. Menstruasi terjadi karena adanya pengaruh hormone reproduksi wanita yaitu estrogen dan progesterone. Menstruasi umumnya terjadi selama 7 hari. Menstruasi merupakan salah stau proses terjadinya kematangan seksual, menandakan anak sudah mengalami pubertas. Anak usia SD kelas atas termasuk dalam kateogi praremaja dan remaja awal, yang banyak mengalami perubahan selain tadi perubahan hormonal (salah satunya terjadi menstruasi), juga terjadi perubahan sosial emosi. Menstruasi sudah dialami pada anak usia 9-12 tahun atau usia 10-12 tahun di Sekolah Dasar, namun belum diketahui pengetahuan dan psikologi sosial anak dalam menghadapi menstruasi pertama kali. Dengan dmeikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan dan psikologi anak SD kelas atas (kelas IV-VI) saat menghadapi menstruasi untuk pertama kalinya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dengan peserta didik. Penelitian dilakukan di SD N Tayem 01 dengan jumlah subjek yaitu 28 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik analisis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat bahwa ada 14,3% kelas IV yang mengalami menstruasi; sebanyak 9,1% kelas V yang mengalami menstruasi dan sebanyak 60% kelas VI yang mengalami menstruasi. Kemudian secara keseluruhan jumlah sampel ada 71,4% yang telah mengalami menstruasi dan 28,6% yang belum mengalami menstruasi. Selanjutnya yang belum mengalami psikologi sosial emosi yaitu 25% dan yang mengalami psikologi sosial emosi adalah 75%. Anak kelas atas (kelas IV-VI) SD N Tayem 01 telah mempunyai cukup pengetahuan tentang menstruasi dan telah siap menghadapi datangnya menstruasi sehingga telah mengalami psikologi sosial emosi yang baik.