Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Perkembangan Anak Remaja Di Tinjau Dari Aspek Hukum Dan Kesehatan Fadilah, Umi Nurul; Septiarini, Dina; Putri, Laveyzra Dyashafa Nasywa; Fansurna, Anderi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i2.262

Abstract

Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan dan metode kepustakaan (library research), Studi pustaka atau kepustakaan dapat diartikan menjadi serangkaian kegiatan yang berkenaan menggunakan metode pengumpulan data pustaka, membaca serta mencatat serta mengolah bahan penelitian. Adapun isi materi yang disajikan adalah bahwa penggunaan media sosial bagi anak remaja dapat menimbulkan dampak pada perkembangan anak tersebut. Dampak yang di timbulkan dapat berupa dampak baik, dan dampak buruk. Di tinjau dari aspek kesehatan, penggunaan media sosial memungkinkan anak remaja mendapatkan gangguan kesehatan mental serta gangguan sosial. Sedangkan, di tinjau dari aspek hukum pelaku kejahatan akibat dari media sosial akan dikenakan sanksi pidana.
Tambang dan Transformasi Agraria: Komparasi Perubahan Struktur Agraria antara Dua Dusun di Batujajar Fadilah, Umi Nurul; Purwandari, Heru
Tunas Agraria Vol. 8 No. 3 (2025): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v8i3.475

Abstract

Mining, as one of the major forms of large-scale land conversion, has significantly contributed to changes in agrarian structure, encompassing aspects of land ownership, control, and agricultural productivity. The presence of mining activities drives local communities to sell their dry agricultural land and overlook the potential negative impacts of mining on their wet agricultural land. This study aims to analyze the environmental transformation and the resulting changes in agrarian structure occurring in Batujajar Village. The research adopts an exploratory sequential mixed-method approach, beginning with a qualitative phase. In this phase, a comparison is made between two hamlets: Hamlet 3, which is located relatively far from mining sites, and Hamlet 5, which is closer to mining areas. The findings reveal that Hamlet 5 experiences more fluctuating changes in land ownership compared to Hamlet 3. Meanwhile, changes in land control and productivity display relatively similar patterns in both hamlets. These findings suggest that mining activities not only affect areas in close proximity to mining sites but may also influence the agrarian structure in more distant areas, albeit with varying degrees of intensity.   Pertambangan, sebagai salah satu bentuk konversi lahan berskala besar, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perubahan struktur agraria, yang mencakup aspek kepemilikan, penguasaan, hingga produktivitas lahan pertanian. Keberadaan aktivitas pertambangan mendorong sebagian masyarakat untuk menjual lahan pertanian kering dengan mengabaikan potensi dampak negatif yang ditimbulkan pertambangan terhadap lahan pertanian basah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi lingkungan serta perubahan struktur agraria yang terjadi di Desa Batujajar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah exploratory sequential mixed method, dengan mendahulukan fase kualitatif. Dalam tahap kualitatif dilakukan perbandingan antara dua dusun, yakni Dusun 3 yang relatif jauh dari lokasi pertambangan dan Dusun 5 yang berdekatan dengan areal pertambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dusun 5 mengalami perubahan kepemilikan lahan yang lebih fluktuatif dibandingkan Dusun 3. Sementara itu, perubahan dalam aspek penguasaan dan produktivitas lahan menunjukkan pola yang relatif serupa di kedua dusun. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas pertambangan tidak hanya berdampak pada wilayah yang secara langsung berdekatan dengan areal tambang, tetapi juga dapat memengaruhi struktur agraria di wilayah yang berada pada jarak yang lebih jauh, meskipun dengan intensitas yang berbeda.
Capacity Building Sebagai Upaya Pemberdayaan Kapasitas Ekonomi Lokal di KWT Sekar Asri Devanka, Khansa Auliyaa; Fadilah, Umi Nurul; Zefanya, Michelle Lola; Samudra, Lu’lu’ Hiswari Kinanti; Purwandari, Heru; Furoida, Dian Ashfi
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v5i1.5138

Abstract

Pembangunan pertanian harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan. Perempuan dapat melakukan banyak hal jika mereka diorganisir dan dilatih dengan baik. Salah satu program pemerintah untuk mensejahterakan petani adalah program Kelompok Wanita Tani (KWT). Aksi pengembangan masyarakat dilakukan di KWT Sekar Asri yang terletak di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Pengembangan ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2024. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengidentifikasi potensi dan permasalahan, aktor yang terlibat, jaringan mitra serta merancang upaya pengembangan (kapasitas, jaringan, komunikasi, informasi, dan edukasi dengan pelibatan teknologi). Metode yang digunakan pada program ini yaitu penyampaian materi dan demonstrasi langsung. Program ini terdiri dari kunjungan perkenalan dengan mitra dan mengidentifikasi masalah yang dihadapi mitra, penyusunan program berdasarkan masalah bersama mitra, pelatihan pembukuan dan pengenalan sosial media sebagai media pemasaran, penentuan packaging bersama mitra, serta pelatihan pembuatan konten.
Pengembangan Ekosistem Pertanian Berkelanjutan Melalui Literasi Keuangan dan Pelatihan Pupuk Organik Cair pada Komunitas Petani Kawasan Transmigrasi Selaparang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Pranata, Rici Tri Harpin; Fadilah, Umi Nurul; Al-Azhari, Lalu Muh Fathul Aziz; Silalahi, Yolanda Anggraini; Hutahaean, Bima Yeremia
Abdimas Mandalika Vol 5, No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.37189

Abstract

Abstract:  The paradigm of transmigration area development has shifted from a population relocation approach to an effort to empower communities by strengthening their socio-economic capacities. In this context, this activity focuses on enhancing the economic institutional capacity of farmers through two main types of training: financial literacy training and liquid organic fertilizer (LOF) production training. The activity was conducted in the Selaparang Transmigration Area, East Lombok, which covers three sub-districts and 23 villages. Training needs were formulated based on data gathered through focus group discussions (FGD), in-depth interviews, and field observations, which revealed that farmers still face challenges in recording farm finances and have a high dependence on chemical fertilizers. The training methods were designed to improve farmers’ abilities in financial record-keeping, farm business planning, and local-material-based LOF production as a more environmentally friendly and economical alternative. The results of the activity showed an increase in farmers’ understanding and skills in managing institutional finances more accountably, as well as the ability to independently produce LOF. Both trainings contributed to strengthening farmers’ institutions and served as an initial step in supporting the independence and sustainability of farming businesses in the transmigration area.Abstrak: Paradigma pembangunan kawasan transmigrasi mengalami perubahan dari pendekatan pemindahan penduduk menjadi upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas sosial-ekonomi. Dalam konteks tersebut, kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas kelembagaan ekonomi petani melalui dua bentuk pelatihan utama, yaitu pelatihan literasi keuangan dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC). Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan Transmigrasi Selaparang, Lombok Timur, yang mencakup tiga kecamatan dan 23 desa. Kebutuhan pelatihan dirumuskan berdasarkan hasil penggalian data melalui focus group discussion (FGD), wawancara mendalam, dan observasi lapangan yang mengungkap bahwa petani masih menghadapi permasalahan dalam pencatatan keuangan usaha tani serta tingginya ketergantungan pada pupuk kimia. Metode pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan petani dalam pencatatan keuangan, perencanaan usaha tani, serta produksi POC berbahan baku lokal sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengelola keuangan kelembagaan secara lebih akuntabel, serta kemampuan untuk memproduksi POC secara mandiri. Kedua pelatihan ini berkontribusi pada penguatan kelembagaan petani dan menjadi langkah awal dalam mendukung kemandirian serta keberlanjutan usaha tani di kawasan transmigrasi.