Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Kompos Campuran Ampas Tebu dan Kotoran Ayam terhadap Kesuburan Ultisol dan Hasil Produksi Kedelai (Glycine max (L.) merril) Fuadi, Najla Anwar; Dewanti, Ayu
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i2.5426

Abstract

Ultisol is a soil that contains low nutrients N, P and K and has the potential for Al-poisoning. Ultisol also has a low Cation Exchange Capacity, acidic soil pH and is sensitive to erosion. Improvements need to be made to increase Ultisol productivity, one of which is by adding organic ingredients. In addition to sugarcane bagasse compost, chicken manure contains many benefits because it contains a lot of organic materials that are good for the soil and plants. Increasing soybean yield is one of the priorities and can be done by utilizing Ultisol land. The purpose of this study is to determine the effect of composting a mixture of bagasse and chicken manure on ultisol fertility and soybean crop production. The research method carried out is experimental by conducting initial analysis of soil samples, compost application, maintenance, harvesting, soil analysis after compost application, calculation of height and crop yield. The results obtained were that the application of mixed compost of bagasse and chicken manure did not have a real effect on soil pH, P-available and Aldd, but could increase soil pH and P-available and lower Aldd in the soil. The application of mixed compost of bagasse and chicken manure was significantly different from plant height and was very different for soybean yield with the highest crop P3 (average plant height of 84.678 cm) and the highest yield of P3 3.938 tons/ha. The recommended treatment for soybean plants is P3 treatment with a dose of 15 tons/ha.
Analisis Keterbatasan Pencatatan Laporan Keuangan UMKM dan Upaya Perbaikannya Manuji, Masyita Salshabilla; dewanti, Ayu; manuputty, Pierre B.A; Birahy, fioneti T; beda, La ode sukila la ode
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5594

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya penerapan pencatatan dan pelaporan keuangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meskipun UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Banyak pelaku UMKM belum melakukan pencatatan keuangan secara sistematis sesuai dengan prinsip akuntansi dan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Kondisi tersebut berpotensi menghambat pengambilan keputusan usaha dan keberlanjutan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbatasan pencatatan laporan keuangan pada UMKM serta mengidentifikasi upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi pada UMKM Jeruk Peras Daeng yang berlokasi di Kota Ambon. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan keuangan UMKM masih dilakukan secara sederhana dan informal, terbatas pada pencatatan kas masuk dan kas keluar, serta belum disusun dalam bentuk laporan keuangan yang lengkap seperti laporan laba rugi, laporan posisi keuangan, dan laporan arus kas. Keterbatasan tersebut disebabkan oleh rendahnya pemahaman akuntansi pemilik usaha, kurangnya kesadaran akan pentingnya pencatatan keuangan, keterbatasan waktu, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pencatatan dan pelaporan keuangan yang sederhana namun sistematis sesuai SAK EMKM sangat diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan usaha, evaluasi kinerja, serta keberlanjutan UMKM. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui peningkatan literasi akuntansi, pendampingan, dan pemanfaatan aplikasi pencatatan keuangan yang mudah digunakan oleh pelaku UMKM.