Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN HADIS AHL AL-SUNNAH DI PESANTREN: Studi Kitab Hujjah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah Karya Kyai Ali Ma’sum Krapyak Muttaqin, Jamalul; Maulana, Moch. Dimas
RIWAYAH Vol 6, No 2 (2020): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v6i2.7541

Abstract

Kajian hadis tidak bisa dilepaskan dari amaliah kehidupan masyarakat sehari-hari. Tradisi keagamaan semuanya dibangun melalui fondasi sumber kedua dalam agama Islam yaitu hadis. Saat ini kajian-kajian hadis di pesantren nyaris mendapatkan perhatian yang kurang menarik untuk dibahas, bahkan kajian hadis di pesantren menempati posisi yang kesekian dibandingkan dengan kajian-kajian keilmuan lainnya, seperti fiqih, akhlaq, atau tafsir. Oleh karena itu, pelbagai karya ulama kontemporer Indonesia dalam bidang hadis yang lahir dari buah rahim pesantren sangat minim sekali. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, artikel ini secara khusus akan membahas tentang kitab Hujjah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah, karya ulama besar Kyai Ali Maksum, Krapyak Yogyakarta. Kitab ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Nahdliyyin dengan argumen-argumen yang menjadi landasan praktek keagamaan. Karya yang lahir dari pesantren ini sebagai bentuk komitmen untuk melawan wacana bid’ah dan pemahaman Islam yang sangat inklusif dan kaku menyikapi tradisi yang berkembang di masyarakat. Artikel ini juga mengkaji perdebatan hadis-hadis ahl al-sunnah wa al-jama’ah dalam kitab ini, terutama yang menjadi hujjah-hujjah kelompok ini yang kerap digunakan sebagai legitimasi atas amaliah kelompok sunni seperti ziarah kubur, tahlilan, dan penentuan awal bulan puasa antara ru’yah dan hisab. Penelitian ini menghasilkan penolakan dan pengokohan terhadap tuduhan bid’ah yang dinarasikan terhadap kelompok ahl al-sunnah wa al-jama’ah. [The Discourse of Ahl al-Sunnah’s Hadith in Pesantren: The Study of the Book Hujja Ahl al-Sunna wa al-Jama'a by Kyai Ali Ma'sum Krapyak. The discourse of hadith cannot be separated from the practice of everyday people's lives. All religious traditions are built on the foundation of the second source in Islam, hadith. At present, the studies of hadith in Islamic boarding schools almost get less interesting attention to discuss, even the study of hadith in pesantren occupies the umpteenth position compared to other scientific studies, such as Islamic law, ethics, or tafseer. Therefore, the various works of contemporary Indonesian scholars in the field of hadith that were born from the womb of pesantren are very minimal. This article will specifically discuss the book Hujja Ahl al-Sunna wa al-Jama'a, the work of the great scholar Kyai Ali Maksum, Krapyak Yogyakarta. This book existed to meet the needs of the Nahdliyyin community with arguments that form the basis of religious practice. One of them examines the debate about the traditions of ahl al-sunna wa al-jama'a, especially those that become the arguments of the ahl al-sunna wa al-jama'a group, which often lead to discourses on the practice of sunni groups such as the grave pilgrimage, tahlilan, and the determination of the beginning of the fasting month between ru’ya and hisab. The work that was born from pesantren is a form of commitment to fighting bid'a discourses and a very inclusive and rigid understanding of Islam in addressing the traditions that develop in society. This research resulted in rejection and confirmation of the allegations of heresy narrated against the ahl al-sunna wa al-jama'a group.]
Instrumentalisme Nilai-Nilai Spiritualitas, Kejujuran, dan Amanah dalam Pengembangan Pendidikan Muttaqin, Jamalul
Cakrawala: Jurnal Kajian Manajemen Pendidikan Islam dan studi sosial Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : LPPM IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/cakrawala.v7i2.1303

Abstract

Education is the heart of civilization that must have a spirit to stay alive to develop to contribute to the advancement of Indonesian education. This article tries to examine the instrumentalism of spirituality values that are integrated with honesty and trust in the development of education in Indonesia. This research uses a qualitative approach. Sources of data obtained from several books, journals, articles and other scientific works. Research findings illustrate that ma'rifatullah's spiritual values can be implemented in the world of education. Second, it embodies the values of honesty and trustworthiness as a pattern of educational management. This research found the development of ma'rifatullah's spiritual values, honesty, and trust as the key in developing the world of mtakahir education.
DISKURSUS KETIDAKADILAN GENDER; KRITIK TERHADAP PRAKTEK POLIGAMI Muttaqin, Jamalul; Syamsiyani, Syamsiyani
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5 No 02 (2023): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jsga.v5i02.7438

Abstract

Persoalan gender di Indonesia menjadi diskursus panjang sepanjang manusia ada. Gender yang seringkali dianggap mendiskriminasikan seorang perempuan menjadi perbincangan hangat dalam ranah keluarga saat ini yakni poligami. Praktek poligami dalam ketidak adilan gender menjadi isu terhangat untuk selalu diperbincangkan. Kerap kali poligami disalahartikan dengan argumen bahwa Nabi menganjurkan poligami. Tidak, Nabi Muhammad SAW. berpoligami bukan karena libido seksual yang saat ini dijadikan sebagai alasan agar tidak terjatuh zina. Sehingga adanya poligami yang disalahpahami menciptakan ketidakadilan terhadap perempuan atau kesalahan yang sangat fatal utamanya gangguan psikologi sang anak yang sangat terganggu, selain itu dampak sosial yang sangat merusak citra orang berpoligami. Tujuan tulisan ini untuk membongkar eksistensi praktek poligami dari sejak pra Islam hingga saat ini. Adapun metode penulisan ini dengan menggunakan metode analisis deskriptif. yaitu penulis berusaha menganalisis makna penting dari poligami dengan pendekatan historis dalam rangka menjelaskan praktek poligami pra Islam hingga saat ini.
KAJIAN HADIS AHL AL-SUNNAH DI PESANTREN: Studi Kitab Hujjah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah Karya Kyai Ali Ma’sum Krapyak Muttaqin, Jamalul; Maulana, Moch. Dimas
RIWAYAH Vol 6, No 2 (2020): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v6i2.7541

Abstract

Kajian hadis tidak bisa dilepaskan dari amaliah kehidupan masyarakat sehari-hari. Tradisi keagamaan semuanya dibangun melalui fondasi sumber kedua dalam agama Islam yaitu hadis. Saat ini kajian-kajian hadis di pesantren nyaris mendapatkan perhatian yang kurang menarik untuk dibahas, bahkan kajian hadis di pesantren menempati posisi yang kesekian dibandingkan dengan kajian-kajian keilmuan lainnya, seperti fiqih, akhlaq, atau tafsir. Oleh karena itu, pelbagai karya ulama kontemporer Indonesia dalam bidang hadis yang lahir dari buah rahim pesantren sangat minim sekali. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, artikel ini secara khusus akan membahas tentang kitab Hujjah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah, karya ulama besar Kyai Ali Maksum, Krapyak Yogyakarta. Kitab ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Nahdliyyin dengan argumen-argumen yang menjadi landasan praktek keagamaan. Karya yang lahir dari pesantren ini sebagai bentuk komitmen untuk melawan wacana bid’ah dan pemahaman Islam yang sangat inklusif dan kaku menyikapi tradisi yang berkembang di masyarakat. Artikel ini juga mengkaji perdebatan hadis-hadis ahl al-sunnah wa al-jama’ah dalam kitab ini, terutama yang menjadi hujjah-hujjah kelompok ini yang kerap digunakan sebagai legitimasi atas amaliah kelompok sunni seperti ziarah kubur, tahlilan, dan penentuan awal bulan puasa antara ru’yah dan hisab. Penelitian ini menghasilkan penolakan dan pengokohan terhadap tuduhan bid’ah yang dinarasikan terhadap kelompok ahl al-sunnah wa al-jama’ah. [The Discourse of Ahl al-Sunnah’s Hadith in Pesantren: The Study of the Book Hujja Ahl al-Sunna wa al-Jama'a by Kyai Ali Ma'sum Krapyak. The discourse of hadith cannot be separated from the practice of everyday people's lives. All religious traditions are built on the foundation of the second source in Islam, hadith. At present, the studies of hadith in Islamic boarding schools almost get less interesting attention to discuss, even the study of hadith in pesantren occupies the umpteenth position compared to other scientific studies, such as Islamic law, ethics, or tafseer. Therefore, the various works of contemporary Indonesian scholars in the field of hadith that were born from the womb of pesantren are very minimal. This article will specifically discuss the book Hujja Ahl al-Sunna wa al-Jama'a, the work of the great scholar Kyai Ali Maksum, Krapyak Yogyakarta. This book existed to meet the needs of the Nahdliyyin community with arguments that form the basis of religious practice. One of them examines the debate about the traditions of ahl al-sunna wa al-jama'a, especially those that become the arguments of the ahl al-sunna wa al-jama'a group, which often lead to discourses on the practice of sunni groups such as the grave pilgrimage, tahlilan, and the determination of the beginning of the fasting month between ru’ya and hisab. The work that was born from pesantren is a form of commitment to fighting bid'a discourses and a very inclusive and rigid understanding of Islam in addressing the traditions that develop in society. This research resulted in rejection and confirmation of the allegations of heresy narrated against the ahl al-sunna wa al-jama'a group.]