Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Envirous

PENGOLAHAN LINDI (LEACHATE) MENGGUNAKAN MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) DENGAN PROSES OXIC-ANOXIC Rozika, Dwi Iswatul; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.86

Abstract

Lindi (leachate) merupakan salah satu limbah yang berbahaya apabila dibuang langsung ke badan air dan tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan biologis, seperti Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). MBBR merupakan pengolahan yang menggunakan media sebagai tempat melekatnya mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan reaktor MBBR dengan menggunakan proses oxic-anoxic dalam menurunkan parameter COD, BOD, NH3-N. Variasi yang digunakan pada penelitian ini ada tiga yaitu, variasi media, volume media, dan waktu tinggal. Media yang digunakan pada penelitian ini adalah kaldnes K5 dan spons (biocube) dengan volume 25%, 35%, dan 45%. Waktu tinggal yang digunakan pada penelitian ini yaitu 6 jam (oxic 4 jam – anoxic 2 jam), 8 jam (oxic 5 jam – anoxic 3 jam), 11 jam (oxic 7 jam – anoxic 4 jam), 17 jam (oxic 10 jam – anoxic 7 jam), dan 33 jam (oxic 20 jam – anoxic 13 jam). Hasil yang paling optimum pada waktu tinggal 33 jam (oxic 20 jam – anoxic 13 jam) menggunakan media spons (biocube) dengan volume 45% dengan hasil yang didapat untuk COD sebesar 85%, BOD sebesar 90%, dan NH3-N sebesar 84%.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BENGKEL DENGAN MENGGUNAKAN GREASE TRAP DAN FITOREMEDIASI Wijayanti, Fitria Dwi; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.87

Abstract

Limbah cair bengkel memiliki kandungan minyak lemak, COD dan BOD. Maka dari itu perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut agar limbah ini tidak berbahaya bagi lingkungan jika akan dibuang ke badan air. Salah satu pengolahan untuk mengolah minyak lemak adalah dengan menggunakan alat grease trap. Sedangkan untuk mengolah COD dan BOD dapat menggunakan fitoremediasi. Beberapa tanaman yang dinilai mampu untuk menurunkan kadar COD dan BOD adalah eceng gondok dan kayu apu. Pada penelitian kali ini digunakan pengolahan dengan grease trap dan dilanjutkan dengan fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok dan kayu apu. Dari penelitian ini didapatkan bahwa pada variasi waktu sampling 9 jam di grease trap dapat menurunkan minyak lemak sebesar 84,62%. Untuk pengolahan dengan fitoremediasi didapatkan bahwa tanaman eceng gondok lebih mampu menurunkan COD dan BOD daripada kayu apu. Pada penelitian ini didapatkan yang paling efektif adalah variasi waktu sampling 25 hari, pada reaktor dengan eceng gondok 10 batang mampu menurunkan COD sebesar 77,82% dan BOD sebesar 83,68% sedangkan pada reaktor dengan kayu apu 10 batang mampu menurunkan COD sebesar 74,48% dan BOD sebesar 67,22%.
PENURUNAN KADAR DETERGEN (LAS) DAN FOSFAT DENGAN METODE BIOFILTER AEROB-ANAEROB DAN ANAEROB-AEROB Mirandri, Syafiyyah Dzikra; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.39

Abstract

Limbah laundry identik dengan pencemar bahan organik berupa detergen (LAS) dan fosfat, apabila bahan tersebut dibuang langsung ke lingkungan dan terakumulasi akan menimbulkan fenomena eutrofikasi. Biofilter merupakan pengolahan biologis dengan bakteri biakan melekat, dalam prosesnya media adalah tempat melekat dan tumbuhnya bakteri. Biofilter kombinasi merupakan kombinasi proses pengolahan anaerob dengan aerob atau pun sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dan optimalisasi pengolahan limbah laundry dalam menurunkan kadar detergen (LAS), dan fosfat dengan metode Biofilter kombinasi. Variabel yang diperlakukan dalam penelitian ini yaitu kombinasi sistem biofilter aerob-anaerob dengan biofilter anaerob-aerob dan waktu sampling (2, 4, 6, 8, dan 10 jam). Variasi kombinasi sistem biofilter aerob-anaerob dapat menurunkan kadar detergen (LAS) sebesar 97,08% dan fosfat sebesar 85,39%, sistem biofilter anaerob-aerob dapat menurunkan kadar detergen (LAS) sebesar 97,19% dan fosfat sebesar 82,51%. Variabel waktu sampling menghasilkan efisiensi penurunan kadar detergen (LAS) sebesar 88,95 – 98,83%, dan fosfat sebesar 84,82 – 86,96% secara stabil.
PENURUNAN BOD, TSS DAN TOTAL-N MENGGUNAKAN MIKROORGANISME INDIGEN LIMBAH CAIR TAHU DENGAN PROSES MBBR Laksana, Dewa Gede Arya Sekar; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.41

Abstract

Industri tahu merupakan usaha yang didirikan untuk pengembangan kegiatan di bidang bagian pangan yang menghasilkan limbah cair yang dapat menimbulkan pencemaran sehingga merusak lingkungan. Salah satu pengolahan biologis yang bisa digunakan yaitu Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dengan memanfaatkan mikroorganisme indigen pada limbah cair tahu. Proses MBBR pada prinsipnya adalah proses lumpur aktif yang di kembangakan dengan penambahan media yang bergerak dan aerasi pada reaktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja MBBR dalam menurunkan kandungan BOD, TSS dan Total N pada air limbah cair tahu. Media yang digunakan adalah media spoon. Variasi debit udara yang digunakan yaitu 3, 3.5, 6, 7 dan 9 L/min. Variasi selanjutnya adalah waktu sampling yang dimulai dari 0, 6, 8, 12 dan 16 jam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan MBBR dan mikroorganisme indigen paling optimum yaitu pada pada variasi debit udara 3.5 L/min pada waktu sampling 16 jam. Reaktor MBBR mampu menurunkan BOD sebesar 85%, TSS sebesar 91% dan Total N sebesar 83.2%.
PENURUNAN KADAR COD, TSS, DAN AMMONIA TOTAL (NH3-N) PADA AIR LIMBAH PEMOTONGAN PUYUH DENGAN MENGGUNAKAN BIOFILTER ANAEROB-AEROB Aristiana, Titin; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i1.14

Abstract

Pengolahan air limbah pemotongan unggas dilakukan secara biologis, karena pengolahan biologis mampu menurunkan beban organik dengan baik. Pengolahan biologis berbagai macam jenis, salah satunya yaitu Biofilter Anaerob-Aerob. Biofilter Anaerob-Aerob merupakan pengolahan kombinasi antara pengolahan anaerob dan pengolahan aerob. Biofilter Anaerob-Aerob pengolahan biologis dengan bakteri melekat, sehingga membutuhkan media sebagai tempat tumbuh dan berkembang mikroorganisme. Tujuan dari pengolahan ini yaitu mengetahui efektifitas penurunan COD, TSS, dan Ammonia Total (NH3-N) dalam meremoval beban organik pada air limbah pemotongan unggas. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini yaitu media, debit, dan waktu sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa jenis media sarang tawon merupakan media yang terbaik dalam menurunkan kadar COD, TSS dan Ammonia Total (NH3-N). Efisiensi penurunan kadar COD, TSS, dan Ammonia Total (NH3-N) pada media sarang tawon sebesar 90%; 82%; dan 65%.
PENURUNAN KANDUNGAN POLUTAN PADA AIR LIMBAH INDUSTRI TEMPE MENGGUNAKAN MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) Alisa, Nadhira; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i1.9

Abstract

Saat ini usaha home industry tempe sedang berkembang. Limbah yang dihasilkan dari industri tempe akan menjadi suatu permasalahan bagi lingkungan. Pengolahan air limbah industri tempe dapat dilakukan dengan cara pengolahan biologis karena dapat menurunkan kandungan organik pada air limbah. Salah satu pengolahan biologis yang dapat digunakan yaitu proses Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Proses MBBR pada prinsipnya adalah proses lumpur aktif yang ditingkatkan dengan adanya penambahan media yang bergerak dan aerasi pada reaktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja MBBR dalam menurunkan kandungan COD, BOD5, TSS, NH3, dan PO4 pada air limbah tempe. Media yang digunakan adalah Kaldnes K1 dengan variasi jumlah media yaitu tanpa media (0%), 20%, dan 40%. Variasi selanjutnya adalah aerator yaitu aerator gelembung kasar dan aerator gelembung halus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan MBBR paling optimum pada variasi media 40% dan aerator gelembung halus di waktu sampling 8 jam. Reaktor MBBR mampu menurunkan COD sebesar 87.89%, BOD5 sebesar 86.91%, TSS sebesar 85.63%, NH3 sebesar 87.98%, dan PO4 sebesar 82.93%.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KENTANG SEBAGAI PENGISI (FILLER) PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE Nurlaila, Fahmi; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i1.1

Abstract

Plastik konvensional yang sulit didegradasi karena mencemari lingkungan sehingga diperlukan plastik ramah lingkungan (biodegradable) dari bahan yang mengandung polimer alami (pati), seperti dari kulit kentang. Dengan penambahan kitosan sebagai penguat, gliserol sebagai plasticizer dan CMC sebagai stabilizer untuk meningkatkan kualitas. Hasil penelitian terbaik plastik biodegradable secara visual (warna dan tekstur) pada komposisi kitosan : pati kulit kentang ( 5 : 5) dan gliserol 5 mL, namun untuk elastisitas visual terbaik gliserol 6 mL dan CMC 2,5 gr. Untuk hasil uji biodegradasi komposisi optimum dengan pati 10 gr (kitosan 0 gr), gliserol 6 mL dan CMC 2,5 gr yaitu sebesar 29,23% selama 9 hari. Untuk hasil uji kelarutan air dengan pengadukkan komposisi optimum pati 7 gr, kitosan 3 gr dan gliserol 6 mL yaitu 12 detik. Dan untuk uji kelarutan air tanpa pengadukan lapisan plastik dapat terlarut pada komposisi optimum pati 7 gr, kitosan 3 gr, gliserol 6 mL dan CMC 2,5 gr hasil yaitu saat 1-2 jam setelah dimasukan dalam air. Kedua hasil uji tersebut dikarenakan semakin tinggi komposisi gliserol dan CMC maka plastik biodegradable akan semakin cepat terdegradasi dan semakin cepat waktu terlarutnya didalam air.
Analisa Perbandingan Kualitas Air Sungai Buntung dengan Metode Qual2Kw, STORET dan Indeks Pencemar (Studi Kasus : Air Limbah Domestik dan Industri PT. X Kabupaten Sidoarjo) Mutia_20034010081; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.157

Abstract

Sungai Buntung merupakan sungai yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo yang melewati 3 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Krian, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Waru. Ketiga wilayah tersebut membawa aliran sungai yang mengandung air limbah dengan beban pencemar tinggi sehingga mengakibatkan penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Adapun metode yang digunakan dalam peneitian ini yakni dengan menggunakan Metode Qual2Kw, Metode Storet, dan Indeks Pencemaran. Metode tersebut digunakan untuk mempermudah melakukan simulasi adanya perubahan kualitas air yang berada di bagian hulu hingga bagian hilir sungai. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisis terhadap daya dukung dan daya tampung beban pencemar parameter Temperatur, TSS, pH, DO, BOD, Phytoplankton, dan NH3-N. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air, rata-rata yang didapatkan yakni untuk temperatur sebesar 29,5°C, TSS sebesar 20,88 mg/L, DO sebesar 6,5 mg/L, BOD sebesar 25 mg/L, pH sebesar 7,9, dan untuk NH3 sebesar 420 mg/L. Berdasarkan metode STORET diperoleh bahwa parameter TSS, BOD5, DO, NH3-N berturut-turut mempunyai skor 0; -6; 0; dan -6 sehingga kualifikasi mutu airnya dinyatakan untuk parameter TSS dan DO tergolong kelas I adalah memenuhi baku mutu, sedangkan untuk parameter BOD5 dan NH3-N tergolong kelas II adalah tercemar ringan.
Analisis Hubungan Kualitas Udara Ambien antar Tiga Area di PT. X menggunakan Perangkat Lunak IBM SPSS 23 Adinda Rahmatanti; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.165

Abstract

PT. X merupakan suatu industri yang menghasilkan limbah gas dalam kegiatan operasionalnya. Limbah gas yang dihasilkan PT. X mempengaruhi kualitas udara ambien area PT. X. Kualitas udara ambien perlu diketahui agar dapat disesuaikan dengan baku mutu. Pengujian kualitas udara ambien dilakukan agar parameter pencemar yang terkandung dapat diketahui. Pengujian dilakukan dengan menggunakan sampel dari tiga area di PT. X, antara lain area depan main office, area depan gudang sparepart, dan area depan office powder. Penelitian ini bertujuan untuk mengethaui hubungan kualitas udara ambien antar ketiga area dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 23 untuk mengolah dan menganalisis data. Dari analisis yang dilakukan, dapat diketahui bahwa hubungan antara kualitas udara ambien area depan main offcie dan area depan gudang sparepart dengan area depan office powder memiliki korelasi yang kuat dan regresi yang saling mempengaruhi.
Rencana Pengelolaan Limbah B3 Pada Industri Makanan Laut Nurhayati, Radityazty Dahayu; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.178

Abstract

Industri makanan laut mengalami peningkatan pesat dalam laju produksi menngingat negara Indonesia adalah negara maritim. Dengan pesatnya laju produksi dampak yang dihasilkan dari produksi tersebut juga kian meningkat. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah semakin banyaknya limbah yang dihasilkan. Salah satu limbah yang dihasilkan adalah Limbah B3 (Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun). Limbah B3 yang dihasilkan oleh industri makanan laut dimulai dari proses produksi hingga pengoperasian mesin dengan jenis dan karakteristik limbah yang berbeda-beda. Dengan kondisi yang seperti itu maka penelitian kali ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Limbah B3 secara deskriptif berdasarkan data timbulan Limbah B3 yang dihasilkan. Data timbulan Limbah B3 ini nantinya akan digunakan untuk mecari solusi dari semakin meningkatnya hasil Limbah B3 yang dihasilkan. Data timbulan Limbah B3 yang dihasilkan yaitu oli bekas (26,7 kg/hari), aki kering bekas (2 kg/hari), filter bekas (0,33 kg/hari), lampu bekas (0,033 kg/hari), kemasan bekas (2,07 kg.hari). Hasil penelitian ini juga akan menghasilkan rekomendasi dimensi serta volume TPS Limbah B3 yang nantinya akan diproyeksikan dalam gambar 2D melalui software Autocad.