HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok berisiko. Edukasi pencegahan HIV/AIDS merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif terhadap pencegahan penularan HIV. Pendekatan komunitas seropositif resilien dipandang mampu memperkuat efektivitas edukasi melalui dukungan sosial dan pengurangan stigma dalam komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pencegahan HIV/AIDS terhadap pengetahuan dan sikap kelompok berisiko berbasis pendekatan komunitas seropositif resilien. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden kelompok berisiko yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 26,7% pada pretest menjadi 66,7% pada posttest. Selain itu, sikap positif terhadap pencegahan HIV/AIDS meningkat dari 36,7% sebelum edukasi menjadi 73,3% setelah edukasi. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai pretest dan posttest pengetahuan dan sikap responden (p 0,05). Dapat disimpulkan bahwa edukasi pencegahan HIV/AIDS berbasis pendekatan komunitas seropositif resilien berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap kelompok berisiko. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan HIV/AIDS