Komunikasi digital merupakan proses penyampaian pesan atau informasi melalui media berbasis teknologi digital, seperti internet, media sosial, aplikasi pesan instan, email, dan platform digital lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran komunikasi digital bagi individu introvert dalam membangun relasi sosial serta untuk mengetahui strategi dan tantangan individu introvert dalam menggunakan komunikasi digital dalam membangun relasi sosial. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi, dimana informan dalam penelitian ini terdiri dari dua mahasiswa introvert, satu karyawan individu introvert dan satu orang psikologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi digital memiliki peran yang signifikan dalam membantu individu dengan kepribadian introvert membangun dan mempertahankan relasi sosial. Komunikasi digital memberikan ruang yang lebih aman, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan psikologis introvert dalam mengekspresikan diri, terutama karena dapat mengurangi tekanan sosial yang biasanya muncul dalam komunikasi langsung. Dari sisi strategi, individu introvert cenderung menggunakan pendekatan tidak langsung, seperti membalas story, menyapa melalui teks, atau membahas topik yang ringan. Namun, mereka juga menyadari adanya tantangan, seperti risiko miskomunikasi, keterbatasan ekspresi non-verbal, kelelahan digital, hingga ketergantungan pada media sosial. Meski begitu, para informan menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dan mengembangkan strategi pengelolaan diri, seperti menggunakan emoji, melakukan klarifikasi, memilih platform yang nyaman, dan memberi jeda dalam penggunaan media sosial.