Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL

Stres, Aktifitas Fisik dan Nyeri Haid pada Remaja Astriyana, Sevy; Prabandari, Fatchurrohmah Ines
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6532

Abstract

Dismenorea atau nyeri haid merupakan salah satu masalah yang sering dikeluhkan oleh lebih dari 54,89% remaja putri di Indonesia. Kurang olahraga serta faktor psikologis seperti stress juga dapat menjadi penyebab dismenorea dan gangguan siklus menstruasi. Aktifitas fisik berupa latihan seperti yoga, aerobic, peregangan mampu menurunkan nyeri, namun latihan yang berlebihan dapat mengganggu menstruasi. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan stress, aktivitas fisik dan kejadian nyeri haid pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan cross-sectional design dengan jumlah reponden 80 remaja putru di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner aktifitas fisik dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS) 42 berbahasa Indonesia. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman rho. Hasil penelitian menunjukan: 1)tidak ada hubungan antara aktifitas fisik dengan kejadian dismenorrea (p value 0,246); 2) Ada hubungan antara strees dengan kejadian dismenore pada remaja (p value 0,042). Kesimpulan dari penelitian ini adalah strees mempengaruhi kejadian dismenore pada remaja, sedangkan aktifitas fisik tidak memiliki hubungan dengan kejadian dismenorrea. Namun walaupun demikian, tingkat aktivitas fisik mampu memperngaruhi keparahan dismenore.
Systematic Review: Pengaruh Pemberian Cawthorne Cooksey Exercise dalam Meningkatkan Keseimbangan dan Mengurangi Dizziness pada Kasus Vestibular Disorder Angelina, Vania; Prabandari, Fatchurrohmah Ines; Astriyana, Sevy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6681

Abstract

Vestibular disorder merupakan gangguan yang mempengaruhi sistem vestibular yang bertanggung jawab dalam keseimbangan tubuh untuk dapat menyadari kedudukan terhadap ruangan sekitar. Keseimbangan tubuh manusia dicapai melalui informasi sensorik yang terintegrasi secara harmonis dari visual, propioseptif, dan vestibular. Jika terjadi gangguan pada sistem vestibular maka akan menimbulkan berbagai keluhan yang akan membatasi kemampuan seseorang dalam kehidupan sehari hari. Gangguan vestibular bermanifestasi berbagai gejala termasuk dizziness, vertigo, dan ketidakseimbangan. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian Cawthorne Cooksey Exercise untuk meningkatkan keseimbangan dan mengurangi dizziness pada kasus vestibular disorder. Metode: systematic review dari studi randomized controlled trial. Pencarian artikel jurnal menggunakan search engine google chrome dari bulan September 2024 – Oktober 2024 dengan kata kunci pada 6 database Pubmed, MEDLINE, Proquest, SAGE Journals, Science Direct, dan Google Scholar. Hasil: Tinjauan terhadap 6 jurnal menemukan bahwa Cawthorne Cooksey Exercise terbukti efektif meningkatkan keseimbangan dan mengurangi dizziness, dengan durasi 30-60 menit per sesi, 2-7 kali seminggu selama 2-6 bulan. Perbandingan antar intervensi yang diberikan menunjukkan bahwa efektivitas latihan dapat ditingkatkan melalui modifikasi dan pemantauan selama intervensi. Kesimpulan: Intervensi Cawthrone Cooksey Exercise efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan menurunkan keluhan dizziness yang dialami oleh pasien dengan gangguan vestibular.
Systematic Review: Pengaruh Pemberian Dual Task Training terhadap Keseimbangan dan Kognitif pada Lansia Rahmawati, Heni; Astriyana, Sevy; Prabandari, Fatchurrohmah Ines
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5495

Abstract

Lansia merupakan individu yang berada pada tahap akhir kehidupan, ditandai dengan adanya penurunan fisik yang memengaruhi gaya berjalan dan keseimbangan, sehingga meningkatkan risiko jatuh. Selain tantangan fisik ini, lansia juga dapat mengalami gangguan kognitif, yang ditandai dengan kesulitan dalam mengingat, berkonsentrasi, belajar dan mengambil keputusan. Untuk mengurangi risiko ini, dual task training dapat diterapkan. Dual task training adalah pendekatan latihan yang menargetkan keseimbangan dan fungsi kognitif, yang bertujuan untuk meningkatkan control keseimbangan dan kemampuan kognitif pada lansia. Tujuan: untuk menilai efektivitas dual task training terhadap keseimbangan dan fungsi kognitif pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis, dengan memanfaatkan basis data seperti PubMed, Medline, Proquest, SAGE, Google Scholar, dan Scopus pencarian jurnal dilakukan antara bulan September dan Oktober 2024. Jurnal yang digunakan yaitu terbitan tahun 2014-2024. Data di telaah menggunakan teknik PICO, dilanjutkan dengan seleksi jurnal menggunakan Diagram Prisma, dari pencarian didapatkan 10.037 jurnal setelah ditelaah mendapatkan 6 jurnal. Hasil: Tinjauan terhadap 5 jurnal menemukan bahwa dual task training terbukti efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan kognitif pada lansia. Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan dual task training terhadap keseimbangan dan kognitif pada lansia.