This Author published in this journals
All Journal Media Gizi Kesmas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mikrobiota Usus, Prebiotik, Probiotik, dan Sinbiotik pada Manajemen Obesitas Haliman, Chika Dewi; Alfinnia, Silvia
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.149-156

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Usus manusia merupakan tempat tinggal berbagai jenis mikroorganisme baik mikroorganisme menguntungkan maupun merugikan yang membentuk suatu mikrobiota. Mikrobiota usus mempunyai peranan penting terhadap kesehatan manusia, salah satunya menurunkan resiko obesitas.Tujuan: Tujuan penulisan kajian pustaka ini adalah untuk menjabarkan peran mikrobiota usus dalam menurunkan resiko obesitas baik melalui pemberian prebiotik, probiotik, maupun sinbiotik.Metode: Penelusuran literatur dilakukan melalui mesin pencari Google Scholar menggunakan kata kunci ‘obesity', ‘prebiotic', ‘probiotic', ‘synbiotic', dan ‘gut microbiota' pada jurnal nasional maupun internasional dengan kriteria inklusi yaitu penelitian dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT) dan dilakukan pada subjek kelompok usia dewasaDiskusi: Hasil literature review menunjukkan bukti bahwa mikrobiota usus yang seimbang memiliki peran dalam menjaga kesehatan serta menurunkan resiko obesitas dengan mempengaruhi metabolisme energi, absorbsi zat gizi, integritas dinding usus, dan adipogenesis. Probiotik dapat menghambat pertumbuhan patogen usus serta meningkatkan sistem imun. Prebiotik berperan dalam mencegah overexpression beberapa gen yang berhubungan dengan adiposa, menurunkan nafsu makan dan massa lemak tubuh. Sinbiotik merupakan gabungan antara probiotik dan prebiotik yang memiliki efek lebih baik karena dengan adanya prebiotik, mikroorganisme probiotik memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap kondisi lingkungan seperti oksigenasi, pH, dan suhu dalam usus. Beberapa penelitian selama minimal 12 minggu menggunakan dosis probiotik dibawah 108 cfu/hari mampu memunculkan efek penurunan lemak adipose. Sedangkan untuk dosis prebiotik antara 12-21 gr/hari mampu memperbaiki regulasi glukosa pada dewasa obesitas.Kesimpulan: Modifikasi menggunakan prebiotik dapat memicu produksi serta pelepasan bentuk aktif dari  GLP"‘1, penurunan ghrelin dan peningkatan PYY yang dapat menurunkan nafsu makan dan asupan energi. Modifikasi menggunakan probiotik dapat menurunkan absorbsi lemak, yang akan menyebabkan penurunan lemak abdomen. Sedangkan modifikasi menggunakan sinbiotik dapat menurunkan nafsu makan setelah peningkatan kadar GLP-1 dan PYY melalui mekanisme peningkatan produksi butirat (SCFA) oleh probiotik.Kata kunci: mikrobiota usus, prebiotik, probiotik, sinbiotik, obesitas AbstractBackground: Human intestine is the place of various types of microorganisms both beneficial and harmful microorganisms that form a microbiota. Intestinal microbiota has an important role in human health, one of which is reducing the risk of obesity.Objectives: The objective of this literature review is to describe the role of intestinal microbiota in reducing the risk of obesity through both prebiotics, probiotics, and synbiotics.Methods: Literature was conducted through the Google Scholar search engine using the keywords 'obesity', 'prebiotic', 'probiotic', 'synbiotic', and 'gut microbiota' in national and international journals with inclusion criteria, randomized controlled trial design ( RCT) and was carried out in adult age group subjects.Discussion: The results of this literature review show evidence that a balanced intestinal microbiota has a role in maintaining health and reducing the risk of obesity by affecting energy metabolism, nutrient absorption, the integrity of the gut barrier, and adipogenesis. Probiotics can inhibit the growth of intestinal pathogens and enhance the immune system. Prebiotics play a role in preventing overexpression of some genes associated with adipose, decreasing appetite and body fat mass. Synbiotics are a combination of probiotics and prebiotics which are believed to have a better effect than probiotics or prebiotics.Conclusions: Modifications using prebiotics can trigger the production and release of active forms of GLP 1, decreased ghrelin and increased PYY which can reduce appetite and energy intake. Modifications using probiotics can reduce fat absorption, which will cause a decrease in abdominal fat. While modification using synbiotics can reduce appetite after increasing GLP-1 and PYY levels through a mechanism of increasing butyrate production (SCFA) by probiotics.Keywords: gut microbiota, prebiotic, probiotic, synbiotic, obesity  
BUDIKDAMBER Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Ekowisata Bukit Pertapaan, Desa Bagelenan, Kabupaten Blitar Haliman, Chika Dewi
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.371-378

Abstract

Latar Belakang: Kearifan dan kekayaan kawasan wisata sejarah Bukit Pertapaan menjadikan tempat wisata tersebut sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi berbasis ekowisata. Namun, diperlukan adanya terobosan baru yaitu dengan memadukan wisata sejarah dengan agrowisata, mengingat kurang optimalnya pemanfaatan dan pengelolaan potensi yang ada di kawasan wisata tersebut. Konsep BUDIKDAMBER (Budidaya Akuaponik dalam Ember) menjadi salah satu alternatif dalam upaya pengembangan Bukit Pertapaan menjadi kawasan ekowisata. Dimana BUDIKDAMBER memiliki keunggulan diantaranya adalah tidak diperlukan adanya aliran listrik dan lahan yang luas, serta proses budidaya yang sederhana. Dengan demikian BUDIKDAMBER ini sangat cocok untuk diterapkan di kawasan tempat wisata Bukit Pertapaan yang memiliki topografi perbukitan dan tidak rata.Tujuan: Edukasi polikultur BUDIKDAMBER bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kepedulian pengelola dan warga sekitar terkait pentingnya pengembangan potensi ekowisata di kawasan wisata sejarah Bukit Pertapaan.Metode: Dalam pelaksanaannya, edukasi dan sosialisasi terkait pengembangan kawasan wisata Bukit Pertapaan melalui konsep BUDIKDAMBER dilaksanakan melalui seminar online. Metode pendekatan yang digunakan berupa penyerahan prototype BUDIKDAMBER kepada ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Bukit Pertapaan untuk selanjutnya dapat dikelola dan dikembangkan pada kawasan Bukit Pertapaan maupun  setiap rumah warga setempat.Hasil: Pengembangan ekowisata di Wisata Bukit Pertapaan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar adalah dengan memberikan edukasi mengenai pengembangan potensi desa ekowisata melalui seminar online dengan mengusung tema "Planting Habits, Many Benefits” yang membahas mengenai pembuatan BUDIKDAMBER (Budidaya Akuaponik dalam Ember), yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan prototype dari konsep BUDIKDAMBER tersebut kepada ketua POKDARWIS.Kesimpulan: Kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait BUDIKDAMBER disampaikan melalui seminar online dan publikasi melalui Youtube, serta penyerahan prototype media BUDIKDAMBER. Melalui upaya ini, diharapkan warga sekitar Wisata Sejarah Bukit Pertapaan dan pengelola khususnya dapat menambah pengetahuan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian dalam upaya mewujudkan Bukit Peretapaan sebagai destinasi Ekowisata yang nantinya akan sekain membawa dampak positif bagi Bukit Pertapaan maupun masyarakat sekitarnya.
Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Pengetahuan Hipertensi Peserta Prolanis Perempuan Di Puskesmas Brambang, Kabupaten Jombang Istiqomah, Finda; Tawakal, Ali Iqbal; Haliman, Chika Dewi; Atmaka, Dominikus Raditya
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.159-165

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan gangguan kronis yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit berbahaya lainnya. Prevalensi hipertensi di Indonesia termasuk tinggi, Angka hipertensi di Kabupaten Jombang hampir mendekati angka hipertensi nasional. Prolanis merupakan program pengelolaan penyakit kronis di puskesmas yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup peserta.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan mengenai hipertensi pada peserta Prolanis perempuan di Puskesmas Brambang Kabupaten Jombang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan metode insidental sampling dan didapatkan responden sebanyak 19 orang dengan kriteria inklusi diantaranya memiliki jenis kelamin perempuan, memiliki tekanan darah tidak normal dan memiliki kemampuan untuk mendengar, membaca dan menulis. Data dianalisis menggunakan paired sample T-test (uji T berpasangan) untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan mengenai hipertensi pada peserta Prolanis dengan nilai signifikansi 0,05 dan CI 95%.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor post-test meningkat 14,22% dari skor pre-test. Hasil uji t-test menunjukkan bahwa pemberian edukasi tentang hipertensi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan peserta Prolanis (p = 0,003).Kesimpulan: Pemberian edukasi mengenai hipertensi yang meliputi pengertian dan klasifikasi hipertensi, gejala, faktor penyebab, cara pengendalian, serta pemahaman terkait makanan yang harus dibatasi oleh penderita hipertensi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan peserta Prolanis.