Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Metode Mendidik Anak dalam Keluarga: Studi Kasus Pemenang Keluarga Sakinah Tingkat Nasional Tahun 2014 Azizah, Rosyida Nur
Educreative : Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Pusat Studi Pendidikan Kreatifitas Anak Wadas Kelir Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37530/edu.v4i2.49

Abstract

Family is the smallest unit for children in society. Family is the most powerfulcharacter to build children in environment. The good family has been guided by theQuran and Al Hadith in educating their children.The family like that is often calledSakinah Family. Actually, Sakinah Family is the typical terminology in Indonesia thatdescribes the happy family in the perspective of Islam. Then in Indonesia, was held theselection of Sakinah Family Model, from the district level until national level. So it isexpected that Sakinah Family will be able to become a figure in the household and ableto become a benchmark in educating children. In 2014, the winner Sakinah Family of theNational Level is Mr K.H. Drs. Khariri Sofa, M.Ag’s Family from Banyumas. The methodused in educating children in Mr. Khariri’s family can be analogied as the process ofplanting tree. They are six conditions that should be fulfilled to do it in best result.
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Islam Andalusia Kebasen, Banyumas Azizah, Rosyida Nur; Fuadi, Muhammad Anis; Pratiwi, Titis Tanjung
PEMA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i2.934

Abstract

Kurikulum Merdeka ialah kurikulum yang berbasis karakter, kompetensi, dan kreativitas yang banyak disebut sebagai Kurikulum prototipe. Masyarakat berharap Kurikulum Merdeka mampu mengubah sistem pendidikan yang ada di Indonesia dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Andalusia sudah berjalan sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar hingga menengah oleh Menteri Pendidikan. Kurikulum Merdeka yang memiliki tujuan untuk mengembangkan kompetensi kognitif, efektif, dan psikomotorik siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari implementasi kurikukum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Andalusia sudah berjalan sesuai yang diharapkan oleh kepala sekolah, guru, dan pengawas. Untuk pembelajaran terdiri dari Intrakurikuler secara tatap muka, Kokurikuler melalui projek yang menunjang Profil Pelajar Pancasila dan ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh siswa sesuai dengan keinginan dan bakatnya.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Berbasis Pesantren di MA Huffadh Al-Itqoniyyah Bobotsari, Purbalingga Rizal, Muhammad Nur; Budi, Budi; Azizah, Rosyida Nur
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar berbasis pesantren di MA Huffadh Al-Itqoniyyah. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menggali bagaimana integrasi antara kurikulum nasional dan tradisi pendidikan pesantren membentuk sistem pembelajaran yang kontekstual, spiritual, dan relevan terhadap tuntutan abad ke-21. Kurikulum ini dirancang untuk menggabungkan pembelajaran akademik formal dengan nilai-nilai keislaman melalui metode khas pesantren seperti sorogan dan bandongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara guru dan pengasuh pesantren mampu memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan prestasi akademik, serta mendorong keterlibatan aktif santri dalam pembelajaran berbasis proyek yang bernuansa religius. Meskipun tantangan seperti keterbatasan kompetensi guru dan infrastruktur masih ditemui, upaya peningkatan kapasitas dan dukungan manajerial terbukti efektif dalam menunjang keberhasilan implementasi. Studi ini merekomendasikan model kurikulum integratif sebagai strategi transformasi pendidikan pesantren yang adaptif dan berkelanjutan.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Isu Sosial Kontemporer di STKIP Darussalam Cilacap Budi, Budi; Rizal, Muhammad Nur; Azizah, Rosyida Nur; Wicaksono, Herman
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis isu sosial kontemporer di STKIP Darussalam Cilacap sebagai respons terhadap tantangan zaman seperti intoleransi, radikalisme, konflik digital, dan degradasi moral. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan analisis data secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum dilakukan melalui empat tahapan: analisis kebutuhan, desain kurikulum, implementasi, serta evaluasi dan umpan balik. Implementasi pembelajaran menggunakan metode Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PjBL), yang berhasil meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa dengan rata-rata 82,28% serta menunjukkan skor proyek antara 80–85%. Evaluasi juga mengindikasikan perlunya penguatan media digital dan penyusunan rubrik penilaian berbasis isu sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum PAI berbasis isu sosial kontemporer efektif meningkatkan pemahaman kontekstual, keaktifan belajar, dan kesadaran sosial mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.