Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Probiotik Dengan Dosis Berbeda Pada Pakan Daun Kaliandra (Calliandra calothyrsus) Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Siswati, Siswati; Jurniati, Jurniati; Marran, Riska; Muchlis, Andi Mi'rajusysyakur; Idrus, Andi
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.29462

Abstract

ABSTRAKIkan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Budidaya ikan nila dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas dari pakan yang diberikan, salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mendapatkan sumber protein pada pakan yaitu daun Kaliandra (Calliandra calothyrsus). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik dengan dosis berbeda pada pakan daun Kaliandra terhadap pertumbuhan benih ikan nila. Metode penelitian RAL (Rancangan acak lengkap) dengan 4 perlakuaan dan 3 ulangan. Perlakuan A (Probiotik 0 mL/100 g pakan); B (probiotik 5 mL /100 g pakan); C (probiotik 10 mL /100 g pakan; D (probiotik 15 mL/ 100 g pakan), Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode ANOVA Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan mutlak benih ikan nila tetapi secara deskriptif rerata laju pertumbuhan mutlak benih ikan nila tertinggi terdapat pada perlakuan B (62,6 g) dan terendah pada perlakuan A (45,6 g). Kelangsungan hidup ikan nila menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak berpengaruh nyata, nilai tertinggi pada perlakuan B dan C = 100%, dan terendah pada perlakuan A dan D = 90. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian probiotik 5 mL/100 g pakan menunjukkan potensi paling optimal secara deskriptif terhadap pertumbuhan benih ikan nila, dengan tingkat kelangsungan hidup yang tetap tinggi. Penemuan ini memberikan dasar penting bagi pengembangan pakan fermentasi berbahan nabati lokal yang lebih efisien dan ramah lingkungan dalam budidaya ikan nila.Kata Kunci: Probiotik, Kaliandra, Ikan Nila, PertumbuhanABSTRACTTilapia (Oreochromis niloticus) is a type of freshwater fish that has high economic value. Tilapia cultivation is influenced by the quality and quantity of the feed given, one alternative that can be done to get a source of protein in the feed is kaliandra leaves (Calliandra calothyrsus). The purpose of the study was to determine the effect of probiotics with different doses in Kaliandra leaf feed on tilapia seed growth. Research method RAL (complete randomised design) with 4 treatments and 3 replicates. Treatment A (Probiotic 0 mL/100 g feed); B (probiotic 5 mL /100 g feed); C (probiotic 10 mL /100 g feed; D (probiotic 15 mL / 100 g feed), Data analysis was performed using ANOVA method. The results showed that all treatments had no significant effect on the absolute growth rate of tilapia fry but descriptively the average absolute growth rate of tilapia fry was highest in treatment B (62.6 g) and lowest in treatment A (45.6 g). The survival rate of tilapia fish showed that all treatments had no significant effect, the highest value in treatments B and C = 100%, and the lowest in treatments A and D = 90 %. The conclusion of this study is that the provision of probiotics 5 mL/100 g of feed shows the most optimal potential descriptively on the growth of tilapia fish fry, with a high survival rate.This finding provides an important basis for developing more efficient and environmentally friendly fermented feed using local plant-based ingredients in Nile tilapia aquaculture.Keywords: Probiotics, Calliandra, Tilapia, growth
Seasonal Ecological Stress Assessment of Selorejo Tropical Reservoir, Indonesia Firdaus, Veterina Azahra; Maimunah, Yunita; Rahardjo, Seto Sugianto Prabowo; Charoendee, Wiracha; Rahmawati, Aulia; Muchlis, Andi Mi'rajusysyakur; Nikhlani, Andi; Pratiwi, Arum
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan 2026: IN PRESS ISSUE (JUST ACCEPTED MANUSCRIPT, 2026)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v18i2.88079

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research 1. Selorejo Reservoir shows chronic ecological stress, with instability strongly amplified during the dry season 2. O2 balance remained persistently negative, indicating that TOD frequently exceeded O2 supply. 3. Phosphorus enrichment and P-limited stoichiometry (N:P > 20) promoted eutrophication risk and cyanobacteria dominance. 4. An integrated framework (WQI–nutrients–oxygen–biology) provides a policy-ready basis for seasonally adaptive reservoir aquaculture management.   Abstract Selorejo Reservoir is a multipurpose tropical reservoir increasingly exposed to eutrophication and seasonal oxygen stress, which may undermine ecological stability and limit sustainable aquaculture. To assess the ecological status and quantify its seasonal ecological carrying capacity for aquaculture using integrated nutrient, oxygen, and biological indicators. Seasonal monitoring was conducted from 2022 to 2024 by measuring temperature, pH, DO, BOD, COD, ammonia, nitrite, nitrate, and phosphate. Ecological stress was evaluated using a water quality index (WQI), ecological balance index (EBI), biodegradability index, nutrient stoichiometry, plankton community structure, and phosphorus loading and O2 balance (TOD-based). WQI classified the reservoir as suitable to highly suitable; however, ecological indicators consistently revealed chronic stress. DO frequently approached low levels (4.3–6.7 mg/L) under high organic demand (BOD 5.53–7.48 mg/L; COD 23.08–26.80 mg/L), while phosphate enrichment (0.009–0.422 mg/L) indicated eutrophic to hypereutrophic conditions. N:P ratios were highly variable (10.4–543.3) but mostly >20, suggesting phosphorus-limited yet bloom-prone dynamics. O2 balance remained persistently negative (−2.97 to −6.74 mg/L), EBI was dominated by at risk to exceeded categories, and plankton composition shifted toward strong cyanobacteria dominance in midstream–downstream zones. Selorejo Reservoir has a narrow seasonal ecological tolerance, with the dry season representing the highest-risk period. Sustainable management requires seasonal regulation of cage culture, improved feed efficiency, and watershed phosphorus control; future studies should quantify external nutrient loading and test mitigation scenarios.
Pertumbuhan Macrobrachium spp. dari Sungai Rongkong dengan Pakan Alami yang Berbeda dan Kandungan Nutrisi Dagingnya Jurniati, Jurniati; Siswati, Siswati; Muchlis, Andi Mi'rajusysyakur; Cinnawara, Henny Tribuana; Syarifuddin, Marhayana
Juvenil Vol 7, No 2: Mei (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i2.34224

Abstract

Macrobrachium spp., yang berasal dari Sungai Rongkong, mengalami penurunan tangkapan, sehingga memerlukan upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut melibatkan penilaian potensi budidaya sumber daya ini melalui pemeliharaan terkontrol dalam unit percobaan. Hal ini melibatkan pelaksanaan studi percobaan terkontrol menggunakan pakan alami yang bersumber dari habitatnya, seperti plankton dan detritus. Penelitian ini dilakukan di Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dari Juli hingga September 2025. Desain percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan harian rata-rata (SGR) dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA. Kandungan nutrisi daging dianalisis menggunakan analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukkan nilai SGR mingguan yang paling menguntungkan pada perlakuan menggunakan kombinasi pakan (plankton dan detritus), dengan nilai SGR rata-rata 3,4%. Nilai SGR untuk pakan plankton dan detritus masing-masing adalah 2,99% dan 2,48%. Nilai SR tertinggi diperoleh untuk kombinasi pakan plankton dan detritus, serta pakan detritus, yaitu 83,3%. Kandungan nutrisi daging yang optimal diperoleh dari kombinasi pakan plankton dan detritus, dengan kandungan protein tertinggi berkisar antara 75,71% hingga 77,96%. Penelitian ini memberikan informasi tambahan bahwa Macrobrachium spp. dari Sungai Rongkong memiliki potensi untuk dibudidayakan sebagai komoditas akuakultur berbasis ekosistem lokal.