Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Hermeneutika antara Ajaran (Otoritas) dan Perilaku (Otoritarism) Khalid M. Abou El Fadl Muawanatul Hasanah, Siti; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 28 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v28i1.114

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang pendekatan hermeneutika antara ajaran otoritas dan perilaku otoritarism yang digagas oleh Khalid M. Abou El Fadl.kiPemikiran keislaman lahir dari respon lslam terhadap realitas sosial yang mengakibatkan pemikiran Islam tumbuh subur dan berkembang. Dengan banyaknya pemikir keislaman menyebabkan munculnya berbgai macam persolan yang dihadapi, dan tentunya sebanyak jumlah dari pemikir itu. kiOleh karenanya, pluralitas dalam agama Islam perlu direspon sebagai kekayaan umat muslim. Disinilah Khalid Abou El Fadl menggagas tentang pendekatan hermeneutika antara ajaran otoritas dan perilaku otoritarism yang dapat dibedakan dari masing-masing. Dalam ajaran otoritas, Sesungguhnya otoritas itu tidak berdiri sendiri dan tidak pula independen yang tidak melibatkan elemen lainkyang mendukungnya dan mendasarinya. Dalam hal ini ada beberapaksumber yang bisa dijadikan sumber otoritas, diantaranya adalah: sumber dari wahyu, sumber dari hasil pembuktian empiris, dan selanjutnya adalah sumber dari kekuatan penalaran manusiandan tradisi yang telah mapan. Sedangkan Dalam Membangun gagasan otoritas dan otoritarism yaitu melalui (kompetensi, penetapan makna, dan konsep perwakilan dalam Islam). Yaitu dengan Pertama: menjadikan Tuhan sebagai otoritas tertinggi. Kedua: penetapan makna, Ketiga: konsep perwakilan dalam Islam melalui kedaulatan Tuhan.
PAHAM AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (ASWAJA) DAN AKTUALISASINYA DALAM KEHIDUPAN GENERASI MILENIAL Muawanatul Hasanah, Siti
JIPI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam) Vol 5 No 1 (2026): JIPI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam)
Publisher : PRODI PAI FIK UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/jipi.v5i1.9682

Abstract

Aswaja merupakan identitas ajaran dan paham keagamaan yang dipegang teguh oleh kaum Nahdliyyin yang diupayakan dengan semaksimal kemampuan untuk dapat diwariskan dari generasi tua kepada generasi muda dan seterusnya hingga kepada generasi yang akan lahir sepanjang masa. Nahdlatul Ulama merupakan salah satu organisasi keagamaan yang berada di Indonesia, ciri-ciri Nahdlatul Ulama adalah tetap mempertahankan tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang sudah ada seperti berdzikir berjama’ah setelah sholat, jamaah rutin yasin dan tahlil, ziarah kubur, istighotsah/mujahadah, tawasul, berzanjen, diba’an, manaqiban dan sebagainya. Inilah yang membedakan ahlussunnah wal jama’ah dengan organisasi paham keagamaan lainnya. Aktivitas dzikir, ziarah, tahlil, sholawatan, manaqiban dan istighosah sangat kental dan melekat dalam ubudiyah ahlussunnah wal jama’ah. Sehingga bisa terlihat jelas dari ubudiyah yang dilaksanakannya. Oleh karenanya, dalam rangka merealisasikan budaya yang dibangun dalam ahlussunnah wal jama’ah dibutuhkan pemahaman yang kuat sehingga diharapkan dapat diaktualisasikan dalam kehidupan khususnya dalam kehidupan di era milenial seperti saat ini. Oleh karenanya penelitian ini memaparkan secara jelas pertama tentang makna dari paham ahlussunnah wal jama’ah, kedua tentang karakteristik paham ahlussunnah wal jama’ah, dan selanjutnya aktualisasi paham aswaja dalam kehidupan generasi milenial.