Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Kasus Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Lampisang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Rahmayani, Rahmayani; Nuzul ZA, Raudhatun; Santy, Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2014

Abstract

Stunting dapat meningkatkan risiko kematian pada anak, serta mempengaruhi fisik dan fungsional dari tubuh anak. Stunting dapat mengakibatkan anak tidak mampu mencapai potensi genetik, mengindikasikan kejadian jangka panjang dan dampak kumulatif dari ketidakcukupan konsumsi zat gizi, kondisi kesehatan dan pengasuhan yang tidak memadai. Data yang diperoleh dari Puskesmas Lampisang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar, didapatkan jumlah balita usia 2-5 tahun periode Januari-Agustus 2020 sebanyak 137 balita, yang mengalami stunting sebanyak 30 balita. Penelitian ini bertujuan untuk faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Lampisang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 2-5 tahun sebanyak 137 balita. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara Total Populasi dengan jumlah sampel yaitu 30 balita yang mengalami stunting dan 30 balita normal. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 30 September sampai 8 Oktober 2020. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan 95% (P≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan penyakit infeksi (P-value= 0,039 dan OR = 3,455), pendapatan (P-value=0,044 dan OR = 3,143), asupan makanan (P-value= 0,004 dan OR = 5,000), dan ASI Eksklusif (P-value= 0,018 dan OR = 4,297) dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun. Kesimpulan didapatkan ada hubungan penyakit infeksi, pendapatan, asupan makanan, dan ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun. Diharapkan tenaga kesehatan untuk dapat menyelenggarakan kegiatan penyuluhan tentang stunting dan dampak dari kejadian stunting pada balita sehingga ibu balita dapat melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya stunting.Kata Kunci: Stunting, Balita.Stunting can increase the risk of death in children, as well as affect the physical and functional bodies of children. Stunting can result in children being unable to reach their genetic potential, indicating long-term events and the cumulative impact of insufficient nutrient consumption, inadequate health and care conditions. Data obtained from Puskesmas Lampisang, Peukan Bada Subdistrict, Aceh Besar District, showed that there were 137 toddlers aged 2-5 years from January to August 2020, 30 of whom were stunted. Esearch objective is for risk factors for the incidence of stunting in children aged 2-5 years in the Work Area of the Lampisang Health Center, Peukan Bada District, Aceh Besar District, 2020. This study is an analytic study with a case control approach. The population in this study were 137 toddlers aged 2-5 years. The sampling technique was carried out by total population with a sample size of 30 toddlers who were stunted and 30 normal children. Data collection was carried out from September 30 to October 8 2020. Data analysis was performed using the chi-square test with a significance limit of 95% (P≤ 0.05). The results showed a relationship between infectious diseases (P-value = 0.039 and OR = 3. 455), income (P-value = 0.044 and OR = 3,143), food suply(P-value = 0.004 and OR = 5,000), and breast milk Exclusive (P-value = 0.018 and OR = 4.297) with the incidence of stunting in children aged 2-5 years. There is a relationship between infectious diseases, income, food suply, and exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in children aged 2-5 years. It is hoped that health workers will be able to hold outreach activities about stunting and the impact of stunting on toddlers so that mothers under five can take action to prevent stunting.Keywords: Stunting, Toddler
Pelatihan Massage Post Partum Dan Prenatal Yoga Sebagai Solusi Untuk Meningkatkan Kompetensi Wirausaha Alumni Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh Juliastuti, Juliastuti; Seriana, Irma; Sari, Yuni; Santy, Putri; Fitri, Yulia
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10654

Abstract

Potensi besar terbuka bagi alumni Kebidanan untuk berwirausaha dalam mengembangkan layanan kebidanan. Faktor pendukungnya meliputi meningkatnya permintaan akan layanan kebidanan, kesadaran masyarakat akan kesehatan dan kebugaran ibu pasca bersalin, serta tradisi pijat pasca bersalin yang kuat di masyarakat Aceh. Semakin terbatasnya peluang kerja bagi alumni pada tahun pertama setelah kelulusan mendorong institusi untuk mendukung mahasiswa agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri melalui kewirausahaan. Layanan home care menjadi salah satu pilihan wirausaha yang menjanjikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengembangkan kemampuan mahasiswa dan alumni dalam melakukan keterampilan massage post partum dan prenatal yoga dan membuka peluang usaha bagi mahasiswa dan alumni. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pelatihan massage post partum dan prenatal yoga selama dua hari dan evaluasi pengetahuan dan keterampilan dengan pre test, post test dan praktik. Hasil evaluasi kegiatan, Pelatihan massage post partum dan prenatal yoga mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan alumni Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh
PELATIHAN ENTEPRENEURSHIP UNTUK PENGUATAN KETERAMPILAN ALUMNI KEBIDANAN DALAM PENDAMPINGAN POST PARTUM DAN PERINATAL Nurbaiti, Nurbaiti; Fitri, Yulia; Sari, Yuni; Santy, Putri; Seriana, Irma
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10661

Abstract

Perawatan pascapersalinan sangat penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayi, namun di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan alumni kebidanan dalam memberikan perawatan pascapersalinan dan perinatal. Metode yang dilaksanakan antara lain berupa pelatihan selama dua hari yang mencakup pre-test, pemberian materi, diskusi, praktik, dan pendampingan melalui WhatsApp grup. Materi pelatihan meliputi perawatan ibu dan bayi pascapersalinan, keterampilan komunikasi, dan pemasaran usaha. Evaluasi dilakukan dengan menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan nilai post-test tertinggi mencapai 100 dan nilai terendah 88, serta rata-rata peningkatan 18 poin. Pelatihan kewirausahaan dapat meningkatkan kemampuan alumni kebidanan dalam memberikan pelayanan pascapersalinan yang berkualitas dan membantu mereka mengembangkan usaha mandiri dalam bidang kebidanan
THE EFFECT OF BOILED WATER OF THE RED BETEL LEAF TO REDUCING THE SYMPTOMS OF PATHOLOGICAL FLOUR ALBUS IN ADOLESCENTS IN MODERN BOARDING SCHOOLS IN KUTA BARO, THE DISTRICT OF ACEH BESAR isra, zarifa; Santy, Putri; Novemi, Novemi
Journal of Midwifery and Community Health (JMCH) Vol. 2 No. 1 (2023): May
Publisher : Department of Midwifery, Health Polytechnic of Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Flour albus is a problem that is often encountered in adolescents. Female students who studied at modern Islamic boarding schools also complained about the same problem. Not maintaining personal hygiene and lack of knowledge is the main cause of flour albus in students. Handling flour albus can be done non-pharmacologically through the provision of red betel boiled water. Method: This study uses a quasi-experiment method with a pretest-posttest control group design. The study involved 30 young women who experienced pathological flour albus. Respondents came from two different Islamic boarding schools. Fifteen young women from Islamic Boarding School Daruzzahidin were given treatment and 15 from Islamic Boarding School Darul Hikmah for the control group. Treatment by giving 100 ml of decoction of red betel dau to wash away the genitals. This treatment is carried out for 14 days. The sampling technique uses purposive sampling, according to the criteria set by the researcher. Result: There were differences before and after the use of red betel boiled water and no differences before and after observation in the control group. Pretest results in the treatment group showed the incidence of pathological discharge in the moderate category of as many as 7 people (46.7%). For posttest results, the whitish category changed, where young women who were initially in the moderate category became whitish in the mild category, namely 9 people (60%). Conclusion: There is an influence of the administration of boiled water of red betel on the incidence of pathological discharge. It is hoped that policymakers will be able to increase adolescent knowledge about personal hygiene and non-pharmacological treatment to overcome flour albus.
Lliteratur Review: Pemberian Agar-Agar Lidah Buaya (Aloe Vera L) dan Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica Granatum L) Dapat Mengatasi Keputihan Pada Wanita Usia Subur Aulia, Rajul; Santy, Putri; Fitri, Yulia; Nuzul ZA, Raudhatun
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1606

Abstract

Lebih dari 75% wanita Indonesia pernah mengalami keputihan paling tidak satu kali dalam hidupnya. Tujuh puluh persen keputihan yang terjadi disebabkan oleh jamur dan parasite seperti cacing kremi atau protozoa. Dan sekitar 90% wanita Indonesia berpotensi mengalami keputihan negara dengan iklim tropis. Penanganan yang sering dilakukan wanita untuk mengatasi keputihan adalah dengan menggunakan lidah buaya dan ekstrak kulit buah delima. Kulut buah delima mengandung alkaloid dan flavonoid yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan jamur candida albicans dan lidah buaya juga mempunyai sifat antiseptic dan merangsang jaringan sel baru dari kulit. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan review pada beberapa jurnal tentangefektivitas pemberian agar-agar lidah buaya dan ekstrak kulit buah delima terhadap kejadian keputihan pada wanita usia subur.Penelitian ini menggunakan metode literature reviewdenganmenggunakan artikel pencarian dari google scholar dan PubMed. Kata kunci yang digunakanyaitu lidah buaya, buah delima dan keputihan.HasilLiteratur review menunjukkan bahwa pemberian agar-agar lidah buaya dan ekstrak kulit buah delima berpengaruh untukmenghambat pertumbuhan koloni candida albicans. Kesimpulan diperoleh bahwa lidah buaya dan ekstraks kulit buah delima efektif mengatasi gangguan keputihan pada wanita usia subur.Bagi petugas kesehatan disarankan untuk menerapkan therapi komplementer berupa pemberian lidah buaya dan kulit buah delima untuk menangani keputihan secara non farmakologi. Kata Kunci: Lidah buaya, kulit buah delima dan keputihanÂ